Menikahi Gadis Polos

Menikahi Gadis Polos
Bab 41. Hampir ketahuan


__ADS_3

Setelah selesai mandi, tak lupa juga Nayaka membantu Angel memakai pakaiannya. Ia yang memaksa agar Angel mau menurut dengannya.


Angel sendiri pasrah saja karena ia juga tidak bisa berbuat apa-apa saat ini, namun Angel yakin Nayaka tidak akan berbuat macam-macam padanya seperti di kamar mandi tadi.


"Tuh kan, kamu tambah cantik sayang kalau aku yang dandanin!" puji Nayaka.


"Apa sih kak? Perasaan kak Nayaka cuma pakein aku baju deh," ucap Angel.


"Ya sama aja sayang, intinya kan aku yang dandanin kamu sekarang," ucap Nayaka bangga.


"Huh terserah kakak aja deh! Emangnya mau ada apa sih kak?" tanya Angel.


"Kamu gimana sih? Kan aku dah bilang semalam, mama sama papa aku mau datang kesini. Mereka katanya pengen tengokin kita," jawab Nayaka.


"Ohh, ya kalo gitu aku mau dandan dulu deh kak. Kamu turun aja duluan ke bawah, nanti aku nyusul deh!" ucap Angel.


"Sebenarnya kamu itu gak perlu dandan juga udah cantik kok sayang," ucap Nayaka.


"Ah bisa aja kamu kak! Udah sana kamu ke bawah, takutnya mama sama papa datang terus gak ada kamu!" ucap Angel.


"Kamu usir aku?" tanya Nayaka.


"Enggak kak, aku cuma minta kamu turun duluan. Siapa tahu aja mama sama papa udah datang, ya kan?" jawab Angel.


"Pasti belum sayang, kalau udah datang pasti Bu Lita atau yang lainnya kabarin aku," ujar Nayaka.


"Iya sih, ya terserah kamu deh kak. Tapi, jangan gangguin aku dandan!" ucap Angel.


"Gak kok, emangnya kapan aku gangguin kamu sih? Udah gih kalau kamu mau dandan ya dandan aja cepet! Jangan kelamaan dan gausah cantik-cantik juga!" ucap Nayaka.


"Aku tampil cantik kan juga buat kamu kak, emang kamu gak mau?" tanya Angel.


"Bagi aku, kayak gini aja kamu udah cantik. Apalagi kalau gak pake apa-apa," sarkas Nayaka.


"Ih kamu tuh ya kak mesum banget! Masa iya aku gak pake apa-apa di depan orang tua kamu? Malu dong!" sentak Angel.


"Ya gak gitu juga sayang, maksudnya kalo di depan aku gitu loh," ujar Nayaka.


"Hahaha, udah ah kamu jangan bikin aku kesel terus! Aku pengen dandan tau, nanti keburu orang tua kamu datang," ucap Angel.


"Iya sayang, kalo gitu aku tunggu kamu di bawah ya? Jangan lama-lama loh!" ucap Nayaka.


"Gak lama kok kak, udah sana gih kamu turun!" ucap Angel.


Nayaka tersenyum saja, mengusap sejenak puncak kepala istrinya sebelum melangkah keluar dari kamar itu.

__ADS_1


Setelah keluar dari kamarnya, Nayaka langsung mengambil ponsel lalu menghubungi temannya untuk menanyakan perihal Zefa.


"Kira-kira si Jefri udah berhasil belum ya bujuk Zefa? Saya harus cari tau nih!" gumam Nayaka.


Ia pun menelpon ke nomor Jefri tepat di depan kamarnya, tentunya sambil terus memastikan bahwa Angel tidak mendengar obrolannya.


📞"Halo Jef! Lu lagi dimana sekarang? Zefa udah berhasil lu tangani belum?" ucap Nayaka.


📞"Yah elah bro, lu nelpon gue cuma mau tanyain soal Zefa?" ujar Jefri.


📞"Kan lu tau sendiri, gue emang lagi ada masalah sama tuh cewek. Makanya gue sekarang mau tanya sama lu, lu udah berhasil belum bujuk Zefa buat menjauh dari gue?!" ucap Nayaka.


📞"Sabar dulu bro! Ini gue masih usaha, gue bakal bujuk terus si Zefa kok!" ucap Jefri.


📞"Ya bagus deh! Tapi, sekarang lu masih sama Zefa?" tanya Nayaka.


📞"Iyalah, dia ada di tempat gue sekarang. Semalam dia juga tidur disini," jawab Jefri.


📞"Hah??" Nayaka terkejut bukan main.


•


•


Ya semalam Zefa memang tidur satu ranjang lagi dengan Jefri, namun mereka tidak melakukan apapun atas kemauan wanita itu.


"Tuh cowok nyebelin lagi telponan sama siapa ya? Kok sebut-sebut nama aku?" gumam Zefa bingung.


Akhirnya Zefa melangkah secara perlahan, ia membuka pintu dengan hati-hati agar Jefri tak mendengarnya.


Ceklek


Dilihatnya Jefri yang tengah berdiri menghadap ke depan sembari memegang ponsel di telinganya, sontak Zefa bergerak mendekati pria itu.


"Aku harus cari tau apa yang lagi diobrolin sama tuh cowok!" batin Zefa.


Semakin dekat Zefa makin dapat mendengar obrolan Jefri di telpon itu dengan jelas, apalagi saat pria itu menyebut namanya.


📞"Iya bro, udah lu tenang aja! Pokoknya semua urusan aman deh kalo sama gue!" ucap Jefri.


📞"Iya iya bro, oke nanti gue kabarin lagi kelanjutannya!" sambungnya.


Telpon terputus, Jefri langsung membalikkan badannya dan terkejut melihat keberadaan Zefa di depannya yang tengah menatap wajahnya.


"Zefa? Kamu ngapain berdiri disini? Sejak kapan kamu ada disini?" tanya Jefri terkejut.

__ADS_1


"Kenapa Jef? Kamu takut ya aku dengar semua obrolan kamu di telpon tadi?" ujar Zefa.


"Emangnya kamu dengar semuanya tadi?" tanya Jefri agak cemas.


"Gak juga sih, sayangnya aku terlambat datang. Aku cuma dengar kamu sebut-sebut nama aku dan bahas soal rencana. Emang kamu lagi ngerencanain apa sih ke aku?" ucap Zefa.


"Kamu gausah kepo deh Zefa! Lagian ini juga demi kebaikan kamu kok," ucap Jefri.


"Oh ya? Waw kamu baik banget sih Jefri, perduli banget kamu sama aku!" ucap Zefa.


"Iyalah, aku gak mau kamu terjerumus makin jauh lagi ke dunia gelap! Yang kamu lakuin ini salah Zefa, kamu harus berubah!" ucap Jefri.


"Terus gimana sama kamu Jef? Kamu juga udah lecehin aku, apa itu tindakan benar?" ujar Zefa.


Jefri terdiam saat itu juga, ia menyesali perbuatannya yang tidak bisa menahan diri malam itu untuk tidak menyentuh Zefa.


"Kamu sadar kan sekarang? Bukan cuma aku yang jahat disini Jefri, tapi kamu juga!" ucap Zefa.


"Ini persoalan yang beda Zefa, jangan kamu sangkut pautkan dong!" ucap Jefri membela diri.


"Kamu emang pinter ngeles ya Jef! Yaudah, sekarang aku mau kamu biarin aku pergi! Dengan begitu, aku gak akan ungkit-ungkit lagi soal kamu yang udah tidurin aku. Gimana? Kamu mau kan bantu aku Jefri?" ucap Zefa.


"Gak bisa Zefa, aku udah terlanjur janji sama Nayaka buat bantu dia lepas dari kamu. Lagipun, aku juga gak bisa lepasin kamu gitu aja, aku ini cinta sama kamu Zefa!" ucap Jefri.


"Cinta? Are you sure?" tanya Zefa ragu.


"Aku gak pernah seyakin ini Zefa, aku belum pernah merasakan cinta sebelumnya, tapi begitu lihat kamu, aku langsung merasakan ada sesuatu yang beda di hati aku," jawab Jefri.


"Halah stop galaunya ya Jefri! Aku gak mau dengar apa-apa dari mulut kamu lagi!" ujar Zefa.


"Eh, kamu mau kemana Zefa?" tanya Jefri seraya menahan tangan Zefa.


"Lepasin aku Jef! Biarin aku pergi!" pinta Zefa.


"Aku gak akan lepasin kamu, kamu harus tetap disini sama aku!" tegas Jefri.


TOK TOK TOK...


Tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar dari arah luar, membuat Jefri dan Zefa menoleh bersamaan ke pintu dengan wajah penasaran.


"Siapa ya?" lirih Jefri.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2