Menikahi Gadis Polos

Menikahi Gadis Polos
Bab 45. Tak menyangka


__ADS_3

Tak lupa Nayaka menutup pintu, lalu kembali berjalan menuju sofa ruang tamu.


"Kamu duduk dulu sini! Aku mau buatin sesuatu yang spesial untuk kamu, karena hari ini aku pengen bikin kamu bahagia!" ucap Nayaka.


"Sesuatu spesial apa sih kak? Kasih tahu dong, jangan bikin aku penasaran!" tanya Angel.


"Cie kepo, nanti juga kamu tahu kok. Kamu tunggu aja dulu disini ya! Jangan kemana-mana loh!" ucap Nayaka.


"Huft, kamu mah sukanya main rahasia-rahasiaan mulu. Yaudah aku nurut, tapi jangan lama-lama ya aku penasaran tau!" ujar Angel.


"Iya sayang, tenang aja cuma sebentar kok!" ucap Nayaka.


Angel mengangguk dan duduk di sofa, sedangkan Nayaka bergegas pergi ke dapur untuk mengambil sesuatu yang sudah ia siapkan sebelumnya.


Ting nong ting nong


Tiba-tiba bel kembali berbunyi, Angel sontak kaget dan penasaran siapa yang datang kali ini.


"Siapa ya? Apa itu mama papa?" lirihnya.


Ia bangkit dari sofa, berjalan menuju pintu sembari berteriak agar tamu yang datang bisa sabar.


"Iya sebentar," ucap Angel dengan lantang.


Ceklek


Angel membuka pintu, terdiam seketika menatap sosok perempuan yang berdiri di hadapannya saat ini dengan tampilan cantik bak model.


"Hai!" wanita itu menyapanya sambil melambaikan tangan dan tersenyum renyah.


"Ka-kamu siapa? Mau apa ya ke rumah aku?" tanya Angel penasaran.


"Ehem, kenalin aku Zefanya! Biasa dipanggil Zefa, aku model ternama yang udah seliweran di berbagai majalah dan televisi. Emang kamu gak pernah lihat muka aku ya?" jawab wanita itu.


Angel menggeleng pelan.


"Oh hahaha, pantas aja kamu kelihatan bingung. Ya wajar sih karena gak semua orang sering lihat tv atau sosmed," ujar Zefa.


"Terus kamu mau apa kesini? Ada keperluan sama siapa?" tanya Angel.


"Kamu ini pasti Angel kan, istrinya mas Nayaka?" tebak Zefa.


Angel terbelalak kaget karena Zefa tahu tentangnya dan juga Nayaka.


"Kok kamu bisa tahu soal aku sama kak Nayaka? Sebenarnya kamu ini siapa? Ada hubungan apa kamu sama suami aku?" tanya Angel curiga.


"Aku kan udah kenalin diri aku tadi, aku juga bilang kalau aku ini model ternama. Aku bahkan pernah jadi partner fotonya mas Nayaka," jelas Zefa.


"Ohh, jadi kamu rekan kerjanya kak Nayaka?" tanya Angel memastikan.


"Iya betul, aku udah lama kenal sama dia dan kita cukup dekat loh. Sekarang aku kesini karena aku pengen ketemu dan kenalan sama kamu, istri dari mas Nayaka," jawab Zefa.


"Eee kalo gitu kamu masuk aja yuk! Kita ngobrol di dalam biar enak," ajak Angel.


"Ah boleh, tapi di dalam ada mas Nayaka nya kan?" tanya Zefa.


"Iya ada kok, kebetulan kak Nayaka lagi gak ada kerjaan. Udah yuk masuk aja, disini panas tau!" jawab Angel.


"Ahaha, makasih ya Angel!" ucap Zefa singkat.


Angel hanya tersenyum, kemudian melangkah masuk bersama Zefa ke dalam rumah itu.


Ia membawa Zefa menuju sofa ruang tamu, meminta Zefa duduk dan menyuruh Lita membuatkan minuman.


"Kamu udah lama jadi model?" tanya Angel.


"Ya lumayan lah, bisa dibilang aku ini udah berpengalaman dalam dunia model. Kamu tertarik buat jadi model kayak aku?" ucap Zefa.


"Hah? Gak dulu deh Zefa, aku mana bisa jadi model? Tampilan aku aja kayak gini," ucap Angel.


"Kamu cantik kok Angel, kalau kamu mau pasti kamu bisa jadi model kayak aku," ucap Zefa.

__ADS_1


"Bisa aja, makasih loh udah muji aku!" ucap Angel tersipu.


"Oh ya, mas Nayaka nya mana ya? Kok dia gak kelihatan?" tanya Zefa celingak-celinguk.


"Iya ya bener juga," ucap Angel ikut mencari suaminya.




Nayaka masih berkutat di dapur menyiapkan kejutan untuk Angel istrinya, ia sampai tidak tahu jika di depan sana saat ini ada Zefa.


Lalu, Nayaka merasa heran melihat Lita tengah membuatkan minuman. Ia tidak yakin jika Angel yang memintanya, karena wanita itu sudah banyak minum sewaktu berbincang tadi.


"Loh Bu, itu minuman buat siapa? Angel?" tanya Nayaka penasaran.


"Bukan kok tuan, ini untuk tamunya nyonya Angel yang ada di depan," jawab Lita.


"Hah? Emang ada tamu Bu? Siapa?" tanya Nayaka.


"Saya juga gak tahu siapa tuan, tapi tamunya itu perempuan. Sekarang lagi ngobrol sama nyonya Angel di ruang tamu," jawab Lita.


"Yah gagal dong saya mau kasih kejutan buat Angel," ujar Nayaka kecewa.


"Sabar tuan! Kan bisa nanti setelah tamunya nyonya Angel pulang," ucap Lita.


"Iya sih, tapi saya kan maunya kasih ini sekarang Bu," ucap Nayaka.


Lita hanya tersenyum bingung tak tahu harus berkata apa, akhirnya Nayaka memutuskan menunda sejenak kejutan untuk Angel itu.


"Bu, saya titip kue sama yang lainnya disini ya? Saya mau ke depan dulu," ucap Nayaka.


"Siap tuan! Saya pasti jagain itu hadiah kejutan buat nyonya Angel nya," ucap Lita tersenyum.


"Makasih ya Bu! Kalo gitu saya ke depan dulu," ucap Nayaka pamit.


"Silahkan tuan!" ucap Lita.


"Siapa ya kira-kira tamunya?" gumam Nayaka.


Saat tiba di ruang tamu, Nayaka begitu syok melihat istrinya sedang bersama seorang wanita yang tak lain ialah Zefa.


Sontak Nayaka terbelalak disertai mulut terbuka lebar tak menyangka dengan kehadiran Zefa di rumahnya saat ini.


"Zefa? Sial! Kenapa dia bisa ada disini? Mau apa dia?" umpat Nayaka.


Zefa yang masih berbincang santai dengan Angel tak sengaja melihat keberadaan Nayaka disana, ia pun tersenyum lalu menunjuk ke arahnya.


"Angel, itu suami kamu!" ucap Zefa.


"Oh ya?" Angel langsung memutar tubuhnya dan melihat ke arah yang ditunjuk.


"Eh kak, sini ada teman kamu nih!" ajak Angel.


Nayaka terkejut dan sadar dari lamunannya, ia tersenyum lalu menghampiri istrinya di sofa.


"Ya sayang, maaf lama!" ucap Nayaka lembut.


Zefa tersenyum dan terus menatapnya, membuat Nayaka sangat was-was khawatir kalau Angel akan curiga nantinya.


"Sini duduk kak! Zefa mau ketemu dan bicara sama kamu katanya," pinta Angel.


"Iya iya," Nayaka tampak gugup, namun ia tetap menurut lalu duduk di sebelah istrinya.


"Nayaka, kamu apa kabar? Lumayan lama juga ya kita gak ketemu?" tanya Zefa.


"Aku baik kok, kamu sendiri gimana?" jawab Nayaka gugup.


"Baik juga, senang bisa ketemu kamu disini! Aku udah lama loh nyariin kamu," ucap Zefa.


Nayaka tersenyum saja, ia sungguh bingung dan cemas. Ia tentu tak mau jika Zefa membongkar semua di hadapan Angel saat ini.

__ADS_1


"Kak, aku mau ke kamar dulu ya? Kamu disini aja ngobrol sama Zefa!" ucap Angel.


"Eh kok gitu? Kamu temenin aku lah, gak enak bicara berdua doang," pinta Nayaka.


"Loh kenapa kak? Bukannya Zefa teman satu kerjaan kamu?" tanya Angel heran.


"Iya sayang, tapi tetap aja aku lebih suka ada kamu disini," jawab Nayaka.


Angel tersenyum lebar, ia pun mengurungkan niatnya dan tetap disana menemani Nayaka serta Zefa berbincang.




Jefri dan Jeon baru menyelesaikan pertarungan mereka, hasilnya dimenangkan oleh Jefri dengan susah payah.


"Gimana? Sekarang lu tahu kan siapa yang jago?" ucap Jefri terengah-engah.


"Okay, sekarang saya emang kalah dari kamu. Tapi, saya akan balas kamu lain kali!" ucap Jeon.


"Itu dibahas nanti aja, intinya lu kalah sama gue dan lu harus tepatin omongan lu!" ucap Jefri.


"Iya saya ngerti, kamu boleh deketin Zefa dan saya gak akan cegah kamu lakuin itu," ucap Jeon.


"Bagus! Kalo gitu ayo kita balik ke apartemen, Zefa harus dikasih tau!" ajak Jefri.


Jeon mengangguk setuju, mereka pun melangkah perlahan menuju apartemen dengan kaki sempoyongan akibat luka.


Setibanya disana, Jefri benar-benar terkejut melihat keadaan apartemennya yang kosong dan tidak ada siapapun disana.


"Apa-apaan ini? Dimana Zefa??" geram Jefri.


Jefri menoleh ke arah Jeon, menarik kerah baju pria tersebut dan melotot tajam meminta pengakuan darinya.


"Heh! Apa yang udah lu rencanain? Dimana Zefa dan kenapa dia gak ada disini?" tanya Jefri.


"Kamu bicara apa sih? Saya mana tahu Zefa dimana, daritadi kan saya sama kamu di bawah. Kalau nuduh itu pakai alasan yang jelas dong," jawab Jeon.


"Terus kenapa Zefa bisa kabur? Gue yakin kalian pasti mau ngerjain gue kan!" sentak Jefri.


"Saya juga gak tahu, sebentar biar saya coba telpon ke nomornya dulu!" ucap Jeon.


"Yaudah," Jefri melepaskan Jeon dan membiarkan pria itu menghubungi Zefa.


Jeon pun mencoba menghubungi nomor Zefa, tetapi tidak aktif sehingga ia tak bisa mencari tahu dimana keberadaan adiknya saat ini.


"Gimana?" tanya Jefri penasaran.


"Nomornya gak aktif, saya juga gak tahu sekarang dia dimana. Bisa jadi dia pulang, nanti saya cek ke rumah deh. Kamu disini aja obatin tuh luka!" jawab Jeon menjelaskan.


"Gak bisa, perjanjiannya kan kalo gue menang maka Zefa boleh tinggal disini. Gue harus cari dia sampe ketemu, dan bawa dia balik kesini!" ujar Jefri.


"Jangan sekarang Jef! Zefa pasti lagi emosi, kamu gak bisa paksa dia! Biar saya aja yang bicara ke dia nantinya," ucap Jeon.


"Ck, tapi awas ya kalau lu gak bawa adik lu kesini! Gue sendiri yang seret dia dan gak akan pernah gue balikin ke lu!" ancam Jefri.


"Tenang aja! Saya orangnya bisa dipercaya kok, kamu percaya aja sama saya! Sekarang saya mau cari dia dulu," ucap Jeon.


"Udah sana pergi!" sentak Jefri.


Jeon menurut, lalu melangkah keluar dari apartemen Jefri untuk mencari adiknya.


Sementara Jefri sendiri terlihat kebingungan memikirkan bagaimana cara Zefa bisa keluar dari sana, padahal semua pintu sudah ia kunci.


"Kurang ajar emang si Zefa! Kemana ya dia? Dan kenapa dia bisa kabur dari sini?" gumam Jefri.


"Akh ini gawat! Jangan sampai Zefa ketemu sama Nayaka! Apalagi kalau ketemu Angel, pasti bisa berabe urusannya!" panik Jefri.


Akhirnya Jefri mengambil ponsel dan menghubungi Nayaka untuk memberitahu semua itu.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2