
Tiga hari sudah berlalu, Angel saat ini tengah merapihkan pakaian milik suaminya untuk diberikan pada Bu Lita dan dicuci.
Ia mengambil kemeja serta jas yang biasa digunakan sang suami pergi bekerja, tak lupa ia merogoh kantong tanpa ketinggalan satupun.
Angel begitu terkejut, di dalam saku kemeja putih milik Nayaka terdapat sebuah testpack yang sudah dipakai dan menunjukkan hasil positif.
"Hah? Kok bisa ada testpack sih di kantong bajunya kak Nayaka??" gumam Angel.
"Kira-kira ini punya siapa ya? Kok bisa ada disini? Gak mungkin dong kak Nayaka pakai alat ini, dia kan laki-laki. Apa jangan-jangan..." Angel menghentikan ucapannya dan menggeleng kuat menghilangkan rasa curiganya.
"Enggak enggak, aku gak boleh negatif thinking sama kak Nayaka! Bisa aja ini punya orang lain yang gak sengaja ada di kantong baju kak Nayaka, ayolah Angel jaga pikiran kamu!" ucapnya.
Angel langsung bangkit, menyimpan testpack tersebut di bajunya lalu keluar dari kamar membawa pakaian suaminya itu.
Ia pun segera menyerahkan pakaian-pakaian tersebut kepada Bu Lita di belakang, karena itu memang tugas pekerja disana.
"Bu, ini pakaiannya kak Nayaka. Tolong sekalian dicuci ya!" ucap Angel.
"Oh siap nyonya!" Lita mengambil semua pakaian itu dari tangan Angel.
Setelahnya, Angel kembali mengambil testpack yang ia simpan sebelumnya di saku bajunya. Ia menatap benda tersebut dan berpikir keras siapa pemiliknya.
"Aku masih penasaran, ini punya siapa ya? Hasilnya positif, itu kan tandanya perempuan ini pasti hamil. Lalu, apa hubungannya sama kak Nayaka?" batin Angel terus berpikir.
Lita tak sengaja melihat Angel memegang dan mengamati testpack di tangannya, ia sontak tersenyum mengira itu adalah milik majikannya.
"Wah selamat ya nyonya Angel!" ucap Lita.
"Hah? Selamat untuk apa ya Bu?" kaget Angel.
"Ya itu nyonya, kan nyonya lagi pegang testpack. Selamat ya atas kehamilannya!" ucap Lita.
"Bu Lita apaan sih? Ini bukan punya saya tau," elak Angel.
"Loh terus punya siapa dong nyonya?" tanya Lita.
"Gak tahu Bu, ini juga aku lagi mikir dan cari tahu siapa yang punya. Soalnya aku nemu ini di saku kemejanya kak Nayaka tadi," jawab Angel.
"Apa? Kok bisa ada testpack di bajunya tuan Nayaka sih nyonya?" kaget Lita.
"Mana aku tahu Bu? Makanya nanti aku mau tanya langsung ke kak Nayaka, supaya semuanya jadi jelas," ucap Angel.
"Betul itu nyonya, emang sebaiknya langsung ditanyakan aja ke tuan supaya jelas," ucap Lita.
"Yaudah Bu, aku mau ke depan dulu ya?" ucap Angel.
"I-i-iya non," Lita mengangguk pelan.
__ADS_1
Angel pun bergerak meninggalkan dapur, tentunya masih membawa testpack di tangannya yang sangat ia bingung kan sedari tadi.
"Duh, semoga gak akan jadi masalah deh! Saya gak mau ada pertengkaran di rumah ini, karena tuan sama nyonya itu cocok banget, mereka gak pantas bertengkar!" gumam Lita.
Tak lama kemudian, Riska muncul dengan wajah keheranan melihat Lita yang tampak cemas itu.
"Ada apa mbak Lita?" tanya Riska pelan.
"Eh kamu Riska, enggak kok gak ada apa-apa. Saya cuma khawatir bakal terjadi masalah di rumah ini," jawab Lita.
"Masalah apa mbak?" tanya Riska lagi.
"Itu loh, masa tadi nyonya nemuin testpack di saku bajunya tuan. Ini kan bahaya banget Ris, bisa ada keributan nantinya antara tuan dan nyonya," jelas Lita.
"Waduh! Tuh kan mbak, jangan-jangan ini pertanda kalau tuan itu selingkuh!" tebak Riska.
"Udah udah, kita gausah bahas tuan sama nyonya!" ucap Lita menyudahi obrolan mereka.
•
•
Angel kini tiba di ruang keluarga, ia menghampiri Nayaka yang kebetulan sedang menikmati secangkir kopi serta pisang goreng.
Ia berhenti dan berdiri tepat di samping sang suami, sedangkan testpack tadi ia sembunyikan di belakang tubuhnya.
"Eh sayang, kamu kok diam-diam begitu sih? Kenapa?" tanya Nayaka agak terkejut.
"Ya boleh dong cantik, sini sini duduk samping aku!" ucap Nayaka sambil tersenyum.
Angel pun duduk di samping sang suami, satu tangannya masih tetap ia sembunyikan di belakang agar Nayaka tidak melihat testpack itu.
"Kamu mau bicara apa? Aku selalu siap kok dengerin kamu sayang," ucap Nayaka.
"Eee sebenarnya aku mau tanya sesuatu sama kamu kak," ucap Angel.
"Oh, tanya soal apa?" Nayaka terlihat penasaran dan segera ingin tahu.
"Siapa yang lagi hamil kak? Apa kamu punya teman atau saudara gitu yang sekarang lagi hamil?" tanya Angel sambil menatap suaminya.
Deg!
Nayaka terkejut bukan main mendengar pertanyaan istrinya, entah mengapa semuanya jadi semakin menegangkan baginya.
"Ka-kamu kok tanya gitu? Aku gak punya teman yang lagi hamil sayang," ucap Nayaka gugup.
"Aku mau tau aja kak, soalnya aku temuin sesuatu di saku baju kamu tadi," ucap Angel.
__ADS_1
"Maksud kamu? Sesuatu apa?" tanya Nayaka.
Angel menghela nafas sejenak, lalu menunjukkan testpack di tangannya kepada Nayaka.
"Ini kak, aku nemu ini," jawab Angel.
"Hah??" Nayaka bertambah terkejut melihat sebuah testpack di tangan sang istri, ia tak mengerti bagaimana benda itu bisa berada di dalam saku bajunya.
"Beneran kamu gak punya teman yang lagi hamil? Terus ini punya siapa dong?" tanya Angel curiga.
"Eee aku juga kurang tahu sayang, mungkin ada orang gak sengaja masukin testpack itu ke baju aku sayang. Aku beneran gak tahu apa-apa, kamu jangan salah sangka ya!" jawab Nayaka.
"Aku kan cuma nanya kak, kenapa kamu panik gitu sih? Kalau emang kamu gak tau apa-apa soal testpack ini, yaudah gak masalah," ucap Angel.
"Panik? Siapa yang panik? Aku tuh gak panik, kamu aja kali yang ngerasa begitu," sangkal Nayaka.
"Tapi, kira-kira ini punya siapa ya kak? Hasilnya positif, aku jadi kepengen juga punya anak kayak dia. Kapan ya kak?" ucap Angel.
Nayaka tersenyum, kemudian merangkul istrinya.
"Sabar aja sayang! Nanti kalau sudah waktunya, pasti kamu juga bisa punya anak. Kita usaha aja terus jangan berhenti!" ucap Nayaka.
"Huh iya sih kamu benar, tapi kan aku kepengen gendong anak kak," ucap Angel.
"Iya, kan nanti kamu juga bakal punya anak. Mungkin sekarang belum, tapi tunggu aja dulu!" ucap Nayaka.
Angel mengangguk pelan, Nayaka yang gemas langsung mengecup bibir wanita itu.
Cup!
"Kita usaha sekarang yuk!" bisik Nayaka sensual.
"Hah? Usaha apa kak?" tanya Angel tak mengerti.
"Buat anak, katanya kamu mau anak. Kalau kita bikin terus-terusan, pasti bakal cepet jadinya," jawab Nayaka santai.
"Ohh, sekarang gitu kak? Emang kamu gak ada urusan di luar?" tanya Angel.
"Gak kok, aku libur hari ini. Jadi, aku bisa puasin kamu seharian," jawab Nayaka.
"Terus ini testpack nya gimana kak? Mau diapain?" tanya Angel.
"Biarin aja, sini aku yang simpan!" pinta Nayaka.
Tanpa ragu, Angel menyerahkan benda itu kepada Nayaka karena ia juga tak tahu harus apa.
"Ini pasti punyanya Zefa, aku harus tegur dia supaya dia gak macam-macam lagi sama aku!" batin Nayaka.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...