
Angel tampak emosi dan kecewa pada Nayaka, setelah tindakan suaminya tadi yang tidak bisa mengontrol diri saat berhadapan dengan Leo.
Nayaka sendiri terus berusaha membujuk Angel agar tidak marah padanya, berkali-kali ia mencoba menenangkan wanita itu namun tak berhasil.
"Sayang, ayolah jangan emosi begini sayang! Aku minta maaf ya sama kamu! Aku janji deh gak bakal mengulangi ini lagi, tolong kamu maafin aku ya cantik!" bujuk Nayaka.
"Lepas ah! Kamu jangan sentuh-sentuh aku dulu! Aku lagi marah sama kamu!" ucap Angel.
"Angel cantik, kamu jangan marah dong! Aku kan udah minta maaf sama kamu, tadi tuh aku kepancing emosi aja sayang!" ujar Nayaka.
"Tau ah aku bete sama kamu kak!" sentak Angel.
"Angel, aku maafin aku dong please! Kalau kamu ngambek terus begini, aku jadi gak bisa tenang tau. Maafin aku ya sayang!" rengek Nayaka.
"Udah berkali-kali aku bilang ke kamu buat gak emosi, tapi kamu gak mau dengerin aku. Terus sekarang kenapa aku harus nurut sama kamu? Aku gak mau!" ucap Angel.
"Aku mohon sama kamu, maafin aku baby! Aku sayang sama kamu dan aku gak pengen kehilangan kamu, itu sebabnya aku emosi banget tadi sama si Leo!" ucap Nayaka.
"Ya ya ya, gitu aja terus alasannya. Nyebelin banget sih kamu kak! Mau sampai kapan coba kamu kayak gitu terus?" ucap Angel.
"Please, aku minta maaf sayang! Kamu mau kan maafin aku? Jangan ngambek terus dong sayang, nanti cantiknya ilang loh! Kalau kamu kayak gini, gak enak dilihat tau sayang!" bujuk Nayaka.
Pria itu menangkup wajah sang istri, mengecup kening serta kedua pipinya dengan lembut.
Cup!
"Gimana sayang? Kamu gak marah lagi kan sama aku? Please, aku gak bisa diginiin terus sama kamu sayang! Aku gak kuat!" ucap Nayaka sekali lagi.
"Iya, aku maafin kamu kok. Tapi ingat, kamu harus janji buat enggak begitu lagi!" ucap Angel.
"Aku janji istriku yang cantik dan manis! Yang penting kamu udah gak marah lagi sama aku, aku bakal lakuin apapun yang kamu mau deh!" ucap Nayaka.
"Yakin kamu kak?" tanya Angel.
"Iya dong, bilang aja sama aku apa yang kamu mau! Nanti pasti aku bakal turutin ke kamu, ayo bilang sayang!" jawab Nayaka.
"Kalo gitu aku minta kak Nayaka bawa aku ke tempat bermain di mall ini sekarang!" ucap Angel.
"Cuma itu? Gak ada yang lebih sulit daripada itu apa sayang?" tanya Nayaka meremehkan permintaan istrinya barusan.
"Enggak, aku cuma pengen main bareng kamu. Udah lama kan kita gak kayak gitu?" jawab Angel.
"Kamu benar juga sih, selama ini kita lebih sering jalan-jalan ke cafe atau nonton di bioskop. Aku sampai lupa kalau kamu suka main begituan," ucap Nayaka sambil tersenyum.
"Itu dia kak, jadi gimana? Kamu mau kan turutin permintaan aku?" tanya Angel.
"Oh jelas dong aku mau, apa sih yang enggak buat istri tercintaku ini? Kamu itu kesayangan aku, jadi aku bakal bikin kamu senang terus!" jawab Nayaka.
"Iya sayang, yaudah ayo kita kesana sekarang! Aku udah gak sabar nih!" pinta Angel.
"Sabar dong cantik! Pelan-pelan aja, tempatnya gak bakal pergi kemana-mana kok. Aku gendong kamu mau kan?" ucap Nayaka.
"Jangan ah! Aku malu kalo digendong di depan banyak orang begini," ucap Angel.
"Oalah, ya gapapa deh. Kita gandengan tangan aja, mau kan?" bujuk Nayaka.
Angel mengangguk setuju, tanpa menunggu lama Nayaka pun langsung menggandeng tangan wanita itu dan pergi bersama-sama.
•
•
Sementara itu, Jefri kembali bertemu dengan Zefa saat ia baru keluar dari restoran tempat ia sebelumnya berada.
Zefa tampak tersenyum lebar, menatap ke arah Jefri dengan tajam seolah-olah ia akan membunuh pria tersebut.
"Hai Jefri!" Zefa menyapa Jefri dengan lembut.
__ADS_1
"Kamu kenapa bisa ada disini? Mau jalan-jalan?" tanya Jefri penasaran.
"Enggak, aku kesini karena pengen ketemu mas Nayaka. Aku tau dia ada disini," jawab Zefa.
"Ka-kamu tahu darimana?" tanya Jefri terkejut.
"Ada deh, kamu jangan anggap remeh aku Jefri! Aku bisa dapetin apapun yang aku mau, termasuk lokasi mas Nayaka berada. Itu bukan suatu hal yang sulit buatku," jawab Zefa.
"Kamu jangan macam-macam ya Zefa! Sekarang ini Nayaka lagi sama istrinya, jadi kamu gak boleh samperin dia!" ucap Jefri.
"Kenapa emangnya kalo mas Nayaka lagi sama istrinya? Itu bukan masalah buat aku Jef, karena aku tetap bakal datengin dia dan bicara sama dia!" tegas Zefa.
"Kamu gak boleh kesana, kamu disini aja sama aku dan jangan bantah!" ujar Jefri.
"Apa Jef? Kamu pikir kamu bisa halangi aku? Enggak Jef, kali ini aku gak akan nurut lagi sama kamu!" ucap Zefa.
"Aku gak bakal lepasin kamu," ucap Jefri.
Zefa tersenyum menyeringai, ia berniat pergi melewati lelaki itu untuk menemui Nayaka. Namun, Jefri dengan cepat menahannya.
"Kamu pikir kamu mau kemana Zefa? Kamu gak bisa ganggu hubungan Nayaka!" ucap Jefri.
"Hahaha, kamu gausah sok jadi pahlawan ya Jef! Kali ini aku gak mudah ditipu lagi," ucap Zefa.
"Maksud kamu?" tanya Jefri kebingungan.
Zefa menoleh ke arah kiri, membuat Jefri ikut melihat ke arahnya. Terdapat sosok lelaki tinggi tengah berdiri disana dengan tatapan tajam.
"Siapa dia?" tanya Jefri lagi.
Lelaki itu adalah Jeon, abang tiri Zefa yang dimintai bantuan oleh wanita itu.
"Lepaskan adik saya!" ucap Jeon.
"Kamu dengar itu kan Jef? Cepat lepasin aku, biarin aku pergi kalau kamu gak pengen habis di tangan abang aku!" ucap Zefa terus tersenyum lebar.
"Abang kamu? Jadi, kamu minta bantuan abang kamu untuk mendekati Nayaka?" ujar Jefri.
"Dasar wanita murahan kamu Zefa! Kamu masih aja menghalalkan segala cara untuk mendapatkan Nayaka, itu gak benar Zefa!" ucap Jefri.
"Jaga bicara kamu Jefri! Jangan sampai aku minta bang Jeon buat hajar kamu!" bentak Zefa.
"Aku gak takut! Lagipun, semua yang aku bilang tadi benar kok. Dan buat anda ya abangnya Zefa, anda jangan membela orang yang salah! Adik anda ini seorang pelakor, seharusnya anda nasehati dia bukan malah bela dia!" ucap Jefri.
"Kamu gak perlu kasih tau saya tentang itu, saya lebih tau tentang adik saya dibanding kamu. Sekarang kamu lepaskan dia dan jangan halangi dia!" ucap Jeon.
"Cepat lepasin aku Jefri!" pinta Zefa.
Jefri pun terpaksa melepaskan tangan Zefa agar tidak terjadi keributan disana, namun ia tentu tak semudah itu membiarkan Zefa pergi.
"Sekarang kamu minggir, jangan halangi aku karena aku ingin perjuangkan cinta aku dan mas Nayaka! Kamu lebih baik pergi aja deh, gausah ikut campur!" ucap Zefa.
"Aku gak akan pergi, aku bakal tetap disini jagain kamu!" tegas Jefri.
"Keras kepala banget ya kamu, yaudah deh cepat bang hajar dia!" ucap Zefa.
Jeon beralih menatap Jefri dengan kedua tangan terkepal, seperti bersiap untuk menghajar Jefri sesuai perintah Zefa.
"Kamu mau cari gara-gara sama saya?" ujar Jeon.
"Saya cuma ingin melindungi sahabat saya dari pelakor seperti dia," jawab Jefri menunjuk ke arah Zefa.
•
•
Setelah puas bermain-main di mall, kini Nayaka mengajak Angel untuk menonton film sebagai penutup aktivitas mereka hari ini.
__ADS_1
Angel menurut saja dengan ajakan suaminya, ia pun memang ingin menikmati hari yang indah ini bersama sang suami sampai larut malam.
"Kita nonton dulu yuk! Kamu mau kan sayang?" ajak Nayaka.
"Mau dong kak, apapun itu asalkan sama kamu ya pasti aku bakalan mau. Aku kan suka banget jalan berdua bareng kamu, sampai malam pun aku mau kok kak!" ucap Angel.
"Duh, gemesin banget sih istriku ini! Berarti kamu setuju ya sama usul aku? Yaudah, ayo kita ke bioskop sekarang!" ucap Nayaka.
"Yuk!" Angel mengangguk setuju.
Mereka pun melangkah meninggalkan tempat bermain tersebut, kebetulan di mall itu juga terdapat bioskop sehingga mereka tidak perlu pergi jauh-jauh untuk menonton film.
"Kamu mau tonton film apa kak?" tanya Angel.
"Eee belum tahu sih, nanti kita sekalian pilih aja di tempat. Harusnya sih ada film yang rame ya," jawab Nayaka.
"Aku pengen nonton film thriller deh kak, biar seru ada tegang-tegang nya gitu," saran Angel.
"Hah? Serem banget sih kamu sayang, masa cewek suka nonton thriller?" kaget Nayaka.
"Salahnya dimana kak? Aku kan cuma pengen nonton tontonan yang seru dan tegang, salahnya dimana hayo?" ucap Angel.
"Iya deh iya, nanti kita lihat aja ada film thriller apa enggak. Duh, gak nyangka aku ternyata kamu doyan yang begitu juga!" ucap Nayaka.
"Hahaha, kamu kenapa sih kak? Kok kayak takut begitu?" tanya Angel heran.
"Ya gimana gak takut? Kamu suka nonton film thriller, nanti kalo aku bikin salah sama kamu bisa-bisa aku dibunuh deh," jawab Nayaka.
"Ada-ada aja kamu ah! Gak gitu juga kali, aku cuma suka filmnya bukan aksinya," ucap Angel.
"Siapa tahu kan? Pokoknya aku jaga-jaga aja deh gak mau bikin kamu sedih apalagi nangis, hih ngeri!" ujar Nayaka.
"Lebay kamu ah! Udah ayo buruan kita ke bioskop dan nonton filmnya!" ucap Angel tak sabaran.
"Iya iya, kamu kok jadi gak sabaran banget kayak gini sih?" tanya Nayaka keheranan.
"Soalnya kamu kelamaan sih, ngomongnya mau ajak nonton tapi malah ngobrol terus daritadi gak bergerak," jawab Angel.
"Ini kita kan lagi gerak kesana sayang, kamu gak sadar emang?" ujar Nayaka.
"Maksud aku tuh kelamaan gitu loh, agak cepetan dikit gitu kek kak! Nanti keburu kemalaman tau," ucap Angel.
"Emang kalau kemalaman kenapa?" tanya Nayaka.
"Ya gapapa sih, takut kita telat aja sampai ke rumahnya. Terus biasanya kalo udah malam kan jalan suka macet kak," jawab Angel.
"Gak masalah, asal sama kamu aku pasti senang banget sayang!" ucap Nayaka.
Angel tersenyum seraya menempelkan wajahnya pada bahu sang suami, membuat Nayaka menggerakkan tangannya mengusap puncak kepala istrinya dengan lembut.
"Kakak masih wangi aja, padahal kita udah main kesana-kemari daritadi," ucap Angel.
"Sama kan kayak kamu sayang, kamu juga masih wangi sampai sekarang," ucap Nayaka.
"Apa iya? Perasaan aku gak wangi deh," Angel langsung mencium tubuhnya sendiri untuk memastikan Nayaka tidak salah.
"Kamu wangi sayang, wangi banget!" ucap Nayaka sembari mengecup kening Angel.
"Ah bisa aja kamu!" Angel tersipu malu.
Tiba-tiba saja, langkah Nayaka terhenti disertai mata terbelalak. Angel pun turut mengikuti suaminya yang berhenti disana.
"Ada apa sih kak?" tanya Angel.
"Eee..."
"Itu kan si Zefa, dia kok bisa ada di mall ini juga sih? Gawat ini!" batin Nayaka.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...