Menikahi Gadis Polos

Menikahi Gadis Polos
Bab 47. Apa iya?


__ADS_3

"Begini mbak, aku dengar kalau wanita itu bilang tuan Nayaka pernah perkosa dia karena pengaruh obat," jawab Riska.


"Apa? Yang benar aja kamu Riska? Jangan sembarangan deh kalo ngomong!" kaget Lita.


"Aku gak sembarangan mbak, aku dengar sendiri tadi wanita itu ngomong begitu," ucap Riska.


"Kamu udah coba dengerin sampai akhir belum? Siapa tahu mereka cuma lagi bercanda," tanya Lita.


"Ih udah mbak, aku dengerin sampai selesai kok. Disitu juga kelihatan wajahnya tuan Nayaka kayak panik banget waktu perempuan itu bahas soal pemerkosaan," jawab Riska.


"Hadeh, yaudah tapi kamu jangan bahas ini sama yang lain ya! Kita ini cuma pekerja disini, gak pantas kalau kita ikut campur urusan rumah tangga majikan kita," ucap Lita.


"Iya mbak, tapi kasihan juga sama nyonya Angel. Andai nyonya Angel tahu tentang ini, pasti bakal ada masalah besar disini mbak," ucap Riska.


"Makanya kamu diam-diam aja Riska! Kita gausah ikut csmpur masalah mereka, tugas kita disini cuma kerja!" peringat Lita.


"Siap mbak! Tapi, aku kepikiran terus loh sama kata-kata itu. Aku gak bisa bayangin kalau aku jadi nyonya Angel," ucap Riska.


"Udah gausah dibayangin! Yuk lanjut kerja!" ucap Lita.


Riska mengangguk pelan menyetujui ajakan Lita, ia pun keluar dari kamar bersama Lita untuk kembali bekerja.


Ceklek


Namun, alangkah terkejutnya mereka saat mendapati Angel ada di depan pintu kamar mereka dan tengah berdiri menatap ke arah mereka.


"Bu Lita, mbak Riska, abis pada ngapain di dalam? Aku cari-cari gak ada ternyata disini," ucap Angel.


Lita dan Riska terdiam mematung, mereka bingung harus menjawab apa. Mereka juga khawatir Angel mendengar percakapan mereka tadi.


"Eee nyonya tadi gak dengar apa-apa kan dari dalam?" tanya Lita tampak gugup.


"Gak tuh, emang kalian abis bicarain apa sampe harus di kamar? Ada yang penting?" ucap Angel.


Lita dan Riska kompak menghela nafas lega, mereka juga mengusap dada karena ternyata Angel tak mendengar pembicaraan mereka.


"Hey! Hayo pada ngomongin apa? Jangan ada yang dirahasiakan dong dari aku!" pinta Angel.


"Hehe, gak ada kok nyonya. Oh ya, ada apa nyonya cari kita? Ada yang bisa kita bantu?" ucap Lita.


"Iya ada, aku minta tolong dibuatin ravioli dong Bu. Soalnya aku lagi kepengen banget makan itu, gak tahu nih kenapa-napa bisa tiba-tiba begini," ucap Angel sambil mengusap perutnya.


"Aaaaa jangan-jangan nyonya lagi ngidam ya? Asik dong nih sebentar lagi bakal ada anak kecil di rumah ini!" ujar Riska.


"Enggak mbak Riska, aku gak ngidam tau. Hamil aja enggak gimana bisa ngidam? Mbak Riska ini ngada-ngada aja," elak Angel.

__ADS_1


"Dicek aja dulu nyonya, siapa tahu kan dugaan kita benar!" usul Riska.


"Iya nyonya, gak ada salahnya periksa ke dokter biar lebih jelas. Kan kalau nyonya beneran hamil, tuan pasti senang banget," timpal Lita.


"Gak dulu deh Bu, aku takut hasilnya mengecewakan," ucap Angel.


"Ih gapapa nyonya, biar nyonya tahu lebih jelas. Soal hasil mah dipasrahkan aja sama Tuhan yang maha esa," ucap Lita.


"Iya Bu Lita, nanti coba saya obrolin sama kak Nayaka. Kalo gitu sekarang kalian bisa kan buatin saya ravioli?" ucap Angel.


"Oh bisa dong nyonya, yuk Riska kita buatin ravioli yang spesial buat nyonya!" ucap Lita.


"Siap mbak!" sahut Riska.


"Eee kita permisi dulu ya nyonya!" ucap Lita pamit.


"Iya silahkan!" ucap Angel memberi jalan.


Kedua maid itu pun bergerak ke dapur untuk membuatkan pesanan Angel, sedangkan Angel tetap berdiri disana kebingungan.


"Apa iya aku hamil?" lirihnya.




Pria itu pun terlihat senang dan lega, sebentar lagi ia tidak perlu melihat Zefa di rumahnya. Meski tentu wanita itu akan terus kembali untuk menerornya.


"Mas, aku pulang dulu ya? Kamu jangan kangen sama aku!" ucap Zefa.


"Gak akan Zefa, buat apa saya kangen sama kamu? Udah sana pulang!" sentak Nayaka.


"Ah kamu ini mas, pake malu-malu segala. Aku tau kok kamu gak bisa tidur tanpa aku," ujar Zefa.


"Jangan ngarang deh Zefa! Selama ini saya tidur nyenyak tuh tanpa kamu," ucap Nayaka.


"Yakin nyenyak mas? Bukannya kamu selalu gelisah mikirin aku?" tanya Zefa.


"Gak sama sekali, buat apa aku mikirin kamu?" elak Nayaka.


"Yaudah deh mas, aku mau pulang sekarang. Sampai ketemu lagi nanti ya mas ganteng!" ucap Zefa.


"Iya iya, gausah banyak omong deh cepat sana pergi! Jangan pernah balik lagi kesini ya!" ucap Nayaka.


"Ih mas, kamu kok gitu sih sama aku? Masa aku gak boleh kesini lagi?" ucap Zefa.

__ADS_1


"Aku gak mau ya kalau Angel sampai curiga tentang kita, awas aja kalo kamu masih bandel!" ucap Nayaka.


"Okay, kali ini aku nurut sama kamu. Aku pergi dulu, bye mas!" ucap Zefa.


Zefa berbalik dan pergi meninggalkan Nayaka.


"Syukurlah akhirnya dia pulang juga! Aku gak bisa begini terus, Zefa udah keterlaluan! Lambat laun dia pasti akan cerita ke Angel dan hubungan aku bisa rusak gara-gara dia," gumam Nayaka.


"Hubungan apa yang rusak kak?" Nayaka begitu terkejut mendengar suara tersebut.


Ia sontak berbalik dan menemukan istrinya berdiri di belakangnya saat ini, Angel bergerak maju mendekati Nayaka dengan tatapan bingung.


"Eh Angel, kamu udahan makan ravioli nya?" tanya Nayaka gugup.


"Belum, baru dibuat sama Bu Lita. Kamu kok gak jawab pertanyaan aku tadi kak?" ucap Angel.


"Hah? Pertanyaan apa sayang? Yang mana?" ujar Nayaka pura-pura lupa.


"Ih yang tadi loh kak, kamu bicarain hubungan rusak, hubungan apa?" tanya Angel.


"Ohh, itu mah maksudnya hubungan aku sama teman-teman model aku. Aku takut bakal rusak karena aku udah jarang ikut pemotretan," jawab Nayaka berbohong.


"Lagian emangnya kenapa kamu gak mau ikut pemotretan kak?" tanya Angel.


"Aku gak mau tinggalin kamu dong sayang, kita kan itungan nya masih pengantin baru. Aku juga masih pengen mesra-mesraan sama kamu," jawab Nayaka.


"Duh, kamu ini begitu terus ngomongnya. Kita udah sering loh berduaan, kalau kamu mau pemotretan gak masalah kok kak!" ucap Angel.


"Enggak sayang, itu biar diurus nanti aja. Aku mau fokus dulu sama kamu, kita bikin anak terus sampai berhasil!" ujar Nayaka.


"Ish dasar mesum!" kesal Angel.


"Kok mesum sih sayang? Suami-istri kan emang begitu, kerjaannya bikin anak terus sampai berhasil. Supaya bisa kasih cucu ke papa sama mama," ucap Nayaka.


"Ya ya ya, udah ah aku mau ke belakang. Eh ya, terus teman kamu tadi kemana?" ujar Angel.


"Dia udah pulang barusan sayang," jawab Nayaka.


"Lah kok gak pamitan dulu ke aku sih kak?" tanya Angel heran.


"Iya sayang, dia ada panggilan dadakan soalnya. Udah yuk aku antar ke belakang!" ucap Nayaka.


"Okay!" Angel mengangguk setuju.


Nayaka pun merangkul pundak Angel dan berjalan menuju meja makan bersama istrinya itu.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2