Menikahi Gadis Polos

Menikahi Gadis Polos
Bab 35. Kecemburuan


__ADS_3

Nayaka kembali menemui Angel, ia duduk di samping wanita itu dan meraih satu tangannya untuk digenggam erat.


Angel tersenyum sembari menatap wajah suaminya, sedangkan tangannya yang satu masih tetap fokus melahap makanan di meja.


"Kak, kamu abis bicara apa sih sama kak Jefri? Kok aku boleh dengar?" tanya Angel penasaran.


"Eee ada lah sayang, pokoknya urusan penting dan sangat rahasia. Kamu gak boleh tau dan jangan kepo, okay?!" jawab Nayaka.


"Iya kak, aku gak kepo kok. Aku cuma penasaran aja pengen tahu," ucap Angel.


"Itu sama aja dong Angel, udah ya kamu gausah penasaran atau pengen tahu! Gak ada yang penting kok, cuma rahasia lelaki. Kamu lanjut aja makannya sampai habis!" ucap Nayaka.


"Terus kenapa kak Jefri ditinggal gitu aja? Emang dia udah gak sedih lagi?" tanya Angel.


"Tenang aja, dia mah udah biasa begitu! Kamu gak perlu mikirin dia sayang!" jawab Nayaka.


"Dia kan teman kamu kak, tega banget kamu sama dia!" ucap Angel.


"Gapapa, gak ada yang perlu dicemasin. Mending kita makan sambil mesra-mesraan," ucap Nayaka.


"Ih kamu jahat kak!" cibir Angel.


"Lah kok jahat? Aku kan kesini pengen ajak kamu jalan-jalan, bukan pengen dengerin curhatan si Jefri. Lagian dia sendiri yang suruh aku kesini kok tadi," ucap Nayaka.


"Kenapa kita gak gabung aja ke tempat kak Jefri? Atau dia disuruh kesini gitu, supaya dia gak sendirian aja disana," usul Angel.


"Kamu kayaknya perhatian banget sama dia, kamu suka ya sama si Jefri?" tanya Nayaka curiga.


"Bukan gitu, aku gak tega aja ngeliat kak Jefri sedih begitu disana mana sendirian lagi. Alangkah baiknya kamu ajak dia kesini kak!" jawab Angel.


"Halah alasan aja kamu! Bilang aja kamu naksir kan sama si Jefri!" ujar Nayaka.


"Apa sih kak? Siapa yang naksir? Masa iya kamu cemburu sama sahabat kamu sendiri?" elak Angel.


"Ngaku aja sayang! Bisa-bisanya kamu baru ketemu sama dia, eh malah kamu udah naksir aja sama tuh cowok!" kesal Nayaka.


"Kak, udah lah jangan salah paham terus! Kamu gak percaya sama istri kamu sendiri?" ucap Angel.


"Abisnya kamu kelihatan banget suka sama itu cowok, sedangkan sama aku aja kamu gak pernah seperduli itu!" cibir Nayaka.


"Masa sih? Perasaan aku sering perhatian dan perduli sama kamu kok, kamu nya aja yang gak nyadar," ucap Angel.


"Apa iya? Kapan emangnya?" tanya Nayaka.

__ADS_1


"Sering tau kak, tapi kamu gak pernah anggap bentuk perhatian aku itu!" jawab Angel.


"Iya iya, aku minta maaf deh karena gak anggap perhatian kamu! Sekarang kita lanjut makan aja, aku gak mau bahas si Jefri terus!" ucap Nayaka.


"Kenapa sih kak? Padahal Jefri teman kamu loh, masa kamu tega gitu sama dia?" ujar Angel.


"Biarin aja, toh dia juga gak ada masalah besar kok. Tadi kan aku udah dengar semua cerita dia, dan aku rasa dia bisa atasi semuanya sendiri. Kamu juga gak perlu lah panik gitu!" ucap Nayaka.


"Gak ada yang panik, aku cuma kasihan aja. Kamu tuh salah paham kak! Udah deh aku gak mau debat sama kamu," ucap Angel.


"Kamu marah sama aku?" tanya Nayaka.


"Hah? Siapa yang marah? Ada-ada aja kamu ah, aku gak marah tau!" sangkal Angel.


"Terus apa?" tanya Nayaka lagi.


"Aku lapar pengen makan kak, sini kamu mau aku suapin gak?!" jawab Angel.


"Boleh," singkat Nayaka.


Angel pun menyuapi Nayaka sedikit demi sedikit, sampai membuat lelaki itu tersenyum lebar.




Tentu saja Leo langsung tersenyum lebar melihat keberadaan Angel disana.


"Loh Angel? Kamu disini?" ujar Leo terkejut.


"Kak Leo? Iya nih, aku sama kak Nayaka lagi jalan-jalan. Kamu sendiri ngapain disini?" ucap Angel sambil tersenyum.


"Biasalah, aku healing tenangin diri. Seru ya jalan bareng suami berduaan kayak gini? Romantis banget lagi kalian, bikin aku jadi kepengen cepat-cepat nikah!" ucap Leo.


"Kalau anda pengen juga kayak gini, cepat gih sana anda nikah! Jangan sampai anda gak tahan dan malah berbuat yang enggak-enggak!" ujar Nayaka.


"Tenang aja bang, saya mah bisa kontrol diri kalau soal itu! Saya juga masih mau cari cewek yang sesuai dengan kriteria saya," ucap Leo.


"Emang kriteria kak Leo gimana?" tanya Angel.


"Seperti kamu," jawab Leo singkat.


Mata Angel terbelalak lebar, begitupun dengan Nayaka setelah mendengar ucapan Leo.

__ADS_1


"Maksudnya apa anda bicara begitu?" tanya Nayaka penuh emosi.


"Kak, sabar!" pinta Angel berbisik.


"Tenang dulu bang! Gue cuma bilang kriteria cewek idaman gue itu seperti Angel, bukan Angel ini sendiri. Lu gak perlu emosi begitu lah bang!" ucap Leo terkekeh pelan.


"Kenapa anda ketawa? Gak ada yang lucu disini, saya gak terima anda bilang seperti itu sama istri saya!" tegas Nayaka.


"Iya iya, gue minta maaf bang! Gue udah salah karena gue bikin lu cemburu, sekarang kita sudahi semuanya ya bang?" ujar Leo.


"Iya kak, udah dong jangan marah-marah gitu! Gak enak tau didengar yang lain!" ucap Angel.


"Gimana aku bisa tahan sayang? Dia berani banget bilang begitu di depan aku, itu kan sama aja dia nantangin aku!" kesal Nayaka.


"Kak, kakak sabar dong!" pinta Angel.


"Udah udah, saya permisi aja deh daripada bikin keributan disini. Sekali lagi saya minta maaf ya udah bikin bang Nayaka kesal!" ucap Leo.


"Bagus, kamu pergi aja sana jangan pernah kamu balik lagi atau temuin Angel lagi!" ucap Nayaka.


"Ya kalau kita gak sengaja ketemu kayak disini gimana bang? Kan gak ada yang duga dan tahu," kekeh Leo.


"Kamu harus menghindar, gak boleh lagi temuin istri saya!" tegas Nayaka.


"It's okay, saya nurut aja sama kata-kata bang Nayaka! Kalo gitu sekarang saya permisi dulu ya bang? Angel, aku duluan ya? Have fun kamu sama suami kamu!" ucap Leo pamitan.


"I-iya kak, kamu juga have fun ya! Maafin suami aku yang terlalu tempramen!" ucap Angel.


"Gapapa Angel, wajar kok suami kamu begitu. Itu tandanya dia sayang banget sama kamu, jadi harusnya kamu bangga punya suami seperti dia!" ucap Leo.


"Gausah sok muji-muji saya ya anda! Saya gak butuh pujian dari anda, jadi sebaiknya anda pergi dan jangan kembali lagi!" sentak Nayaka.


"Ups, santai dong bang! Saya kan gak mau cari ribut dan saya cuma mengatakan yang sejujurnya, apa salah bang?" ucap Leo santai.


"Diam kamu Leo!" bentak Nayaka emosi.


Angel langsung menahan lengan Nayaka dan memeluknya saat pria itu hendak maju mendekati Leo dengan tangan terkepal.


"Jangan kak! Cukup!" pinta Angel.


Nayaka menghela nafas dan menuruti kemauan Angel, ia memang tidak bisa menolak istrinya disaat seperti ini.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2