
Angel baru selesai memasak, ia tersenyum singkat sembari mencium aroma masakannya yang terasa enak di hidung sebelum membawanya ke meja untuk disantap oleh Nayaka.
Saat hendak menuju meja makan, Angel justru tak sengaja mendengar pembicaraan Nayaka di telpon. Samar-samar terdengar kalau pria itu tengah mengucapkan mengenai pertemuan di sebuah cafe dengan seseorang yang tidak ia ketahui.
Karena penasaran, akhirnya Angel memutuskan untuk maju mendekati Nayaka dan menanyakan langsung pada pria itu.
"Kak Nayaka!" panggil Angel, sontak Nayaka terkejut lalu spontan menoleh ke arahnya.
"Eh sayang, udah selesai masaknya?" tanya Nayaka mencoba santai dan tidak gugup.
"Udah dong kak, ini makanannya udah jadi. Kita makan dulu yuk kak!" jawab Angel.
"Wah iya tuh, pantas aja daritadi aku cium aroma enak banget eh ternyata masakan kamu udah jadi. Yaudah, kita langsung makan sama-sama aja!" ucap Nayaka.
"Kakak aja duluan yang makan ya? Aku soalnya mau mandi dulu, tadi kan aku belum sempat ke kamar mandi karena keduluan kakak," ucap Angel.
"Eh gapapa, udah kamu makan aja dulu! Walaupun kamu belum mandi, kamu tetap wangi kok sayang. Aku malah suka bau badan kamu ini," ucap Nayaka sensual.
"Ah kamu ini mah sukanya bikin aku baper terus," ucap Angel malu-malu.
"Emang begitu sayang, kamu itu selalu wangi dan gak pernah bau. Sekarang kita duduk terus sarapan bareng, yuk!" ucap Nayaka.
Angel mengangguk pelan dengan pundaknya yang sudah dirangkul oleh pria itu.
Kini keduanya sama-sama duduk bersebelahan bersiap menikmati sarapan.
"Kamu tadi telponan sama siapa kak? Aku gak sengaja dengar kamu mau ketemuan sama orang, berarti kamu mau pergi lagi ya?" tanya Angel.
"Enggak kok, kamu salah dengar kali. Aku gak ada rencana ketemu siapa-siapa, justru aku mau nikmatin waktu berdua sama kamu sayang," jawab Nayaka.
"Masa sih kak? Tadi aku dengar jelas loh, kamu bilang mau ketemuan dua jam dari sekarang. Kamu jujur aja sama aku kak!" ucap Angel.
"Kamu salah dengar sayang, aku gak ada janji sama siapa-siapa. Kamu percaya dong sama suami kamu sendiri!" ucap Nayaka.
"Iya deh iya, aku percaya kok sama kamu. Tapi, kalau emang kamu mau ada rencana pergi lagi hari ini gapapa kok," ucap Angel.
"Enggak lah sayang, nanti aku dimarahin mama papa kamu lagi. Aku pokoknya bakal temenin kamu seharian ini Angel, tenang ya!" ucap Nayaka sambil meraih satu tangan istrinya.
"Iya mas, makasih ya kamu mau perduli dan perhatian sama aku!" ucap Angel.
"Sama-sama istriku, kan memang sudah kewajiban aku buat temenin kamu. Eee aku minta disuapin dong, boleh kan? Aku pengen ngerasain disuapin sama istri aku sendiri," ucap Nayaka.
"Umm mau gak ya...??"
__ADS_1
"Ayolah sayang, masa gak mau sih turutin kemauan suami kamu?" pinta Nayaka agak memaksa.
"Siapa bilang aku gak mau? Tadi tuh aku cuma bercanda kak, yaudah sini aku suapin!" ucap Angel.
"Nah gitu dong sayangku!" Nayaka langsung tersenyum antusias dan membuka mulutnya lebar-lebar bersiap menyambut suapan dari Angel.
"Ih apa sih kamu kak? Aku belum ambil nasinya loh, kamu udah main buka mulut aja," kekeh Angel.
"Gapapa, siap-siap aja biar kamu gampang masukin nasinya ke mulut aku. Ayo dong sayang gak sabar nih aku!" ucap Nayaka.
"Iya iya..."
Angel pun mulai menyuapi Nayaka dengan perlahan, tampak pria itu amat lahap memakan makanan tersebut.
•
•
Sementara itu, Zefa telah sampai di Maura cafe tempat ia dan Nayaka janji ketemuan sebelumnya, meski sebenarnya yang datang bukanlah Nayaka.
Wanita itu tampil sangat cantik dibalut gaun yang anggun dengan dandanan mempesona, bermaksud menggoda Nayaka nantinya.
"Huh mas Nayaka kayaknya belum sampe deh, gapapa lah aku tunggu sebentar," ujar Zefa.
"Permisi mbak! Mau pesan sekarang?" tanya seorang pelayan menghampirinya.
"Ah eee nanti aja deh mbak, saya masih nunggu teman saya," jawab Zefa.
"Oh begitu, baik mbak! Nanti kalau sudah mau pesan, panggil saya aja ya mbak!" ucap si pelayan.
"Oke mbak!" singkat Zefa.
Pelayan itu pun pergi untuk kembali bertugas melayani pelanggan lainnya, sedangkan Zefa tetap disana setia menunggu Nayaka.
"Duh, mas Nayaka kemana sih? Kok lama banget gak datang-datang ya?" gumam Zefa.
"Apa aku coba telpon aja dia kali ya?" sambungnya.
Disaat Zefa hendak mengambil ponsel dan menghubungi Nayaka, tiba-tiba seorang pria datang menghampirinya lalu menyapanya.
"Dengan mbak Zefa ya?" ucap pria itu.
Sontak Zefa terkejut dan menolehkan wajahnya ke arah si pria, ia menganga lebar karena merasa tidak mengenali pria tersebut.
__ADS_1
"I-iya saya sendiri, kamu siapa ya? Apa kita saling kenal?" tanya Zefa keheranan.
"Ahaha, saya Jefri. Salam kenal ya Zefanya!" jawab pria itu menyodorkan tangan ke arah Zefa.
"Eee iya salam kenal juga, tapi kamu tau aku dari siapa?" tanya Zefa lagi.
"Biar aku kasih tahu kamu nanti, sekarang aku boleh ikut duduk disini kan?" ucap Jefri.
"Maaf! Tapi, disini udah ada yang nempatin. Sebentar lagi paling dia datang," ucap Zefa.
"Nayaka pasti kan yang kamu maksud?" tebak Jefri.
Zefa kembali dibuat terkejut olehnya.
"Kok kamu bisa tahu? Kamu kenal sama mas Nayaka?" tanya Zefa keheranan.
"Bukan kenal lagi, kita sahabatan malah. Aku juga kesini diminta sama dia buat temuin kamu," jawab Jefri sambil terduduk di sebelah Zefa.
"Hah? Mas Nayaka nyuruh kamu kesini temuin aku?" kaget Zefa.
"Iya Zefa, dan aku gak nyesel untuk itu. Karena ternyata kamu emang cantik banget, aku aja langsung terpukau lihatnya!" puji Jefri.
"Tunggu-tunggu deh, maksudnya ini gimana sih? Ngapain mas Nayaka nyuruh kamu kesini? Bukannya dia yang ajak aku ketemuan?" tanya Zefa masih tak mengerti.
"Udah Zefa, kamu gausah pusing mikirin itu! Yang terpenting sekarang kita lanjut ngobrol aja berdua, sekalian pesan makanan ya?!" ucap Jefri.
"Ntar dulu, jelasin dulu ke aku apa maksud semua ini! Kenapa malah kamu yang datang bukan mas Nayaka?" pinta Zefa.
"Masih kurang jelas ya penjelasan aku tadi? Aku kan udah bilang, Nayaka minta aku kesini buat ketemu dan bicara sama kamu. Udah jelas kan Zefa cantik?" ucap Jefri sambil tersenyum.
"Bicara apa??" tanya Zefa lagi.
"Aku udah tahu semuanya dari Nayaka, soal kamu jebak dia dan ancam dia sampai sekarang. Kenapa sih kamu begitu?" jawab Jefri.
"Kamu gausah ikut campur ya! Ini urusan aku sama mas Nayaka, jadi jangan sok paling tahu!" sentak Zefa.
"Nayaka itu sahabat aku, kita udah kenal dari dia masih duduk di bangku sekolah. Apa salah kalau aku mau bantuin dia buat lepas dari wanita seperti kamu?" ucap Jefri.
Zefa terdiam membuang muka, sungguh ia teramat kesal dan merasa telah dipermainkan oleh Nayaka.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1