Menikahi Gadis Polos

Menikahi Gadis Polos
Bab 6. Pemotretan


__ADS_3

Cekrek


Cekrek


Cekrek


Berbagai foto diambil oleh sang kameramen dalam sesi pemotretan kali ini, ya tentu saja modelnya adalah Nayaka, si cowok tampan idola para wanita sosmed sekaligus pacar dari Angel itu.


Kali ini dia berfoto sendirian, tak seperti biasanya yang kerap kali bersanding dengan model wanita lain. Meski begitu, pesona sang Nayaka tidak luntur walau dia hanya berpose seorang diri.


"Oke cut! Bagus, kamu memang bisa diandalkan Nayaka!" puji sang produser.


Nayaka hanya membalas dengan senyum tipisnya, ia pun bergerak ke pinggir untuk beristirahat sejenak dan mengambil minumannya.


"Silahkan mas!" ucap Nara, asistennya.


"Terimakasih!" Nayaka mengambil botol minum itu dari tangan Nara, kemudian meminumnya.


"Mas Nayaka butuh sesuatu lagi?" tanya Nara.


"Enggak, saya cuma mau duduk sebentar. Abis ini kan ada pemotretan lagi, jadi saya harus jaga kondisi saya," jawab Nayaka.


"Baik mas! Umm, kalau ada apa-apa yang dibutuhkan, mas panggil saya aja ya! Saya mau duduk juga di sebelah sana," ucap Nara.


"Okay!" singkat Nayaka dengan anggukan kecil.


Nara pun pergi ke tempat duduk yang agak berjauhan dari Nayaka.


Sementara Nayaka kini mengambil ponselnya, ia kembali mengecek pesan yang dia kirimkan untuk Angel pagi tadi.


Namun, tetap tak ada balasan dari gadis itu. Sontak Nayaka semakin kesal, ia menyangka Angel masih marah padanya karena kemarin ia tidak jadi menjemput gadis itu di rumahnya.


"Haish, kenapa kamu masih gak mau balas chat aku Angel? Kamu itu sebenarnya kemana sih?" geram Nayaka.


Pria itu coba menghubungi nomor Angel, namun hasilnya nihil, Angel juga tidak mau mengangkat telpon darinya.


Braakkk


Sangking kesalnya, Nayaka sampai mendorong kursi besi yang ada di hadapannya dengan satu kaki hingga membuat heboh seisi ruangan.


"Nayaka, ada apa sama kamu?" tanya seorang wanita yang agak dewasa, dia adalah Bu Mawar yang juga managernya.


"Ah enggak kok, saya cuma lagi kesal aja sama diri saya sendiri. Maaf kalau saya bikin kaget semuanya!" jawab Nayaka.


Bu Mawar sang manager duduk di samping Nayaka untuk menenangkan pria itu.


"Kamu punya masalah apa sampai kamu bisa kesal begitu Nayaka? Cerita aja sama saya, supaya kamu gak terlalu pusing begitu!" ucap Bu Mawar.


"Enggak Bu, saya baik-baik aja. Gak ada yang perlu saya ceritain ke ibu, mungkin lebih baik ibu persiapkan aja job saya yang lain," ucap Nayaka.

__ADS_1


"Kamu yakin gak mau cerita?" tanya Mawar.


"Yakin Bu, ini semua cuma masalah kecil yang gak perlu dikhawatirkan," jawab Nayaka.


"Baiklah, tapi kamu harus tenang!" ujar Mawar.


Nayaka mengangguk kecil, sedangkan Mawar bangkit dari duduknya untuk mengerjakan hal lainnya.


"Abis ini aku harus temuin kamu Angel, aku gak mau terus-terusan begini!" batin Nayaka.


Disaat Nayaka hendak beranjak dari tempat duduknya, ia dikejutkan dengan kehadiran seorang wanita di lokasi pemotretan nya itu.


"Hai kak!" Nayaka benar-benar tak percaya, gadisnya yang sedari tadi ia cari-cari ternyata justru datang kesana menemuinya.


Ya Angel yang masih mengenakan seragam sekolah itu muncul, lalu berhenti di dekat Nayaka.


"Kak, aku gak ganggu kan disini? Aku cuma mau lihat kakak difoto-foto gitu, soalnya aku lihat di sosmed foto kakak tuh keren-keren semua," ucap Angel sambil tersenyum.


Nayaka menggeleng seolah tak percaya, ia bahkan tak menanggapi ucapan gadis itu. Nayaka justru bergerak mendekap tubuh Angel dengan erat.


"Aku senang banget kamu kesini!" ucap Nayaka.


Angel hanya melongok lebar saat Nayaka tiba-tiba memeluknya.




"Kak, kenapa kita makan disini? Harusnya kita pulang aja ke rumah aku, mama udah masak tau," tanya Angel.


"Eee aku soalnya mau bicara empat mata sama kamu, ada hal penting yang pengen aku sampein ke kamu sayang," jawab Nayaka.


"Hal penting apa?" tanya Angel penasaran.


"Kita duduk dulu yuk!" ajak Nayaka sembari menggandeng tangan Angel.


Angel mengangguk dan duduk bersebelahan dengan Nayaka di tempat makan itu.


"Jadi, kakak mau ngomong apa?" tanya Angel lagi.


"Kenapa kamu gak balas chat aku dan gak angkat telpon dari aku tadi? Aku cemas banget loh sama kamu, aku khawatir kamu marah sama aku karena aku gak jemput kamu tadi," ucap Nayaka.


"Oh soal itu, iya maaf kak soalnya aku emang sengaja mau kasih kejutan ke kakak, jadi aku gak balas chat atau telpon dari kakak deh. Maaf ya kak, kakak jangan marah!" jelas Angel.


"Hadeh, jadi karena itu? Kamu itu bener-bener ya, kamu udah bikin aku khawatir tau gak! Lain kali kamu jangan begitu lagi, aku gak suka kalau kamu gak balas chat dari aku!" ucap Nayaka dengan nada tegas yang membuat Angel sedikit takut.


"Maafin aku kak! Abisnya tadi pagi kakak juga gak balas chat dari aku kan?" ucap Angel.


"Ya itu kan udah aku jelasin di chat tadi, masih kurang?" ujar Nayaka.

__ADS_1


"Iya iya, udah dong jangan marah-marah terus!" pinta Angel.


"Aku gak marah kok, aku cuma takut kalau kamu marah sama aku. Lain kali jangan abaikan chat dari aku lagi ya!" ucap Nayaka.


"I-iya kak, kamu gak perlu cemas gitu! Lagian masa aku marah cuma gara-gara kamu gak jemput aku tadi pagi?" ucap Angel.


"Ya baguslah!" ucap Nayaka.


Nayaka pun tersenyum sambil mengusap puncak kepala gadisnya, sesekali juga mengecup pipi Angel dengan lembut.


"Eee kamu mau makan apa sayang?" tanya Nayaka.


"Sup iga kayaknya enak kak, udah lama juga aku gak makan itu," jawab Angel.


"Oke, biar saya pesan dulu ya?" ucap Nayaka seraya mengecup pipi gadis itu.


Setelah memesan, Nayaka pun kembali menatap Angel dan menggenggam kedua tangan gadis itu sambil membelai rambutnya.


"Kamu tuh cantik banget sih! Aku gak bisa lama-lama gak lihat wajah kamu," puji Nayaka.


"Huh gombal! Tadi aja marah-marah gitu, sekarang malah sok-sokan baik," cibir Angel.


"Siapa yang gombal? Semua itu kenyataan kok, kamu emang cantik sayang. Aku yakin semua orang pasti bakal bilang yang sama tentang kamu," ucap Nayaka.


"Udah ah jangan gitu terus!" sentak Angel.


Cup


Nayaka mengecup bibir Angel tiba-tiba, membuat gadis itu terbelalak kaget.


"Ih kamu apa-apaan sih?!" protes Angel.


"Suka gak?" tanya Nayaka menggoda.


Angel terlihat merona, ia memang tak bisa menyembunyikan rasa malunya setelah dicium oleh sang kekasih.


"Cie mukanya merah, pasti suka ya dicium sama aku?" goda Nayaka.


"Enggak ih, kamu gausah ngada-ngada ya!" elak Angel membuang muka.


"Ah masa? Terus kenapa mukanya merah gitu?" ucap Nayaka semakin menggoda Angel.


"Kak, cukup ya! Malu tau dilihat orang-orang disini, mending kita bahas yang lain aja. Misalnya bahas soal foto-foto kamu tadi," pinta Angel.


"Enggak ah, lebih asyik godain kamu," ujar Nayaka.


"Ih kakak mah!" kesal Angel.


"Hahaha.." Nayaka tertawa dan lalu memeluk gadisnya dari samping.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2