Menikahi Gadis Polos

Menikahi Gadis Polos
Bab 51. Selingkuh?


__ADS_3

Nayaka masih memandangi testpack di tangannya, ia sungguh bingung mengapa bisa testpack itu ada di dalam saku bajunya dan ditemukan sang istri.


Saat ini ia masih berada di rumah Zefa, sulit rasanya ia percaya kalau bukan Zefa lah pelaku yang menaruh testpack tersebut di saku bajunya.


Ia yakin sekali Zefa dalang dari semua itu, tapi ia tak memiliki bukti cukup yang bisa menuduh Zefa telah melakukannya.


"Siapa ya kira-kira yang taruh testpack ini kalau bukan Zefa?" gumam Nayaka lirih.


Tak lama kemudian, Zefa kembali membawakan minuman untuk Nayaka. Ia taruh gelas minuman tersebut di meja dan tersenyum ke arah Nayaka.


"Mas, ini diminum dulu!" ucap Zefa lembut.


"Makasih!" singkat Nayaka.


Nayaka meminum minumannya sekilas, sedangkan Zefa duduk di sebelah Nayaka dan terus tersenyum menatapnya.


"Kamu masih aja mikirin testpack itu mas, kamu tetap gak percaya sama aku?" tanya Zefa.


"Iyalah, gimana bisa saya percaya sama cewek licik kayak kamu?" jawab Nayaka.


"Itu sih terserah kamu ya mas, yang penting aku udah jujur kalau bukan aku yang taruh testpack itu di baju kamu. Coba deh kamu ingat-ingat lagi, barangkali kamu punya cewek lain!" ucap Zefa.


"Sembarangan aja kamu! Saya gak punya cewek lain, saya itu setia sama Angel!" ucap Nayaka.


"Oh ya? Yakin kamu setia mas? Buktinya kamu aja sering temuin aku di belakang Angel," ujar Zefa.


"Dengar ya, saya temuin kamu karena terpaksa bukan karena keinginan saya!" tegas Nayaka.


"Tetap aja itu namanya kamu gak setia mas, kalau Angel tahu pasti dia sakit hati," ucap Zefa.


"Gausah bawa-bawa Angel kalau kita sedang berdua, kamu gak pantas sebut nama istri saya itu!" tegur Nayaka.


"Hahaha, suka-suka kamu deh mas. Sekarang kamu mau ngapain lagi?" ucap Zefa.


"Saya akan cari tau siapa yang taruh testpack ini di baju saya, dan kalau sampai kebukti kamu pelakunya lihat aja saya gak akan ampuni kamu!" ucap Nayaka.


"Coba aja kalau kamu bisa mas! Aku gak lagi bohong sama kamu, emang bukan aku kok yang lakuin itu," ucap Zefa.


"Kalo gitu saya pergi dulu," singkat Nayaka.


Disaat pria itu hendak bangkit dari duduknya, Zefa mencekal lengannya dengan kuat.

__ADS_1


"Kamu mau kemana sih mas?" tanya Zefa.


"Saya mau pergi, saya kan udah bilang kalau saya mau cari tau siapa yang udah ngelakuin ini ke saya," jawab Nayaka tegas.


"Aku temenin ya mas? Aku mau bantu kamu cari bukti tentang itu," pinta Zefa memaksa.


"Gausah, aku bisa cari tau sendiri. Lagian kamu juga masih jadi tersangka, jadi kamu diam disini dan jangan kemana-mana!" tegas Nayaka.


"Apa sih mas? Kamu masih gak percaya sama aku? Ya ampun, padahal aku udah jujur loh!" ujar Zefa.


"Kamu jujur sama bohong itu gak ada bedanya, aku tetap curiga sama kamu!" sentak Nayaka.


"Okay, itu terserah kamu. Tapi tolong, bolehin aku ikut kamu ya mas!" pinta Zefa.


"Aku bilang enggak ya enggak, jangan bikin aku emosi Zefa!" ujar Nayaka.


"Iya iya, sabar dong mas jangan emosi gitu! Lama-lama kamu cepat tua loh mas, nanti Angel gak suka lagi sama kamu. Tapi tenang, aku tetap suka kok!" ucap Zefa.


"Diam kamu Zefa! Aku pergi sekarang, jangan halangi aku!" ucap Nayaka.


Zefa akhirnya melepas tangan Nayaka dan membiarkan pria itu keluar dari rumahnya tanpa melakukan apapun.


"Huh semoga mas Nayaka percaya kalau bukan aku yang taruh testpack itu!" lirih Zefa.




"Gimana sayang? Kamu ada masalah apa? Ayo cerita ke mama!" bujuk Tata.


"Umm, sebenarnya aku emang gak ada masalah ma. Aku cuma lagi mikir sesuatu aja tentang kak Nayaka," ucap Angel pelan.


"Mikir soal apa?" tanya Tata penasaran.


"Aku temuin testpack di saku bajunya kak Nayaka tadi pagi dan hasilnya tuh positif," jawab Angel.


"Apa??" Tata terkejut hebat mendengarnya.


"Iya ma, aku juga kaget banget waktu nemuin itu. Aku udah coba tanya langsung ke kak Nayaka, tapi dia bilangnya gak tahu apa-apa," jelas Angel.


"Ini gak bener Angel, pasti ada sesuatu yang disembunyikan suami kamu!" ucap Tata.

__ADS_1


"Sesuatu apa ma? Maksud mama kak Nayaka diam-diam beli testpack terus tes aku hamil apa enggak gitu?" tanya Angel.


"Bukan itu sayang, duh kamu terlalu polos banget sih jadi orang!" ujar Tata.


"Terus apa dong? Emang mama bisa tahu apa yang kak Nayaka sembunyikan?" tanya Angel.


"Ya enggak, tapi mama curiga Nayaka ada main di belakang kamu. Testpack itu jadi bukti, bisa aja kan suami kamu hamilin wanita lain," jawab Tata.


"Hah? Kok gitu sih ma? Tapi, kak Nayaka gak pernah cerita sama aku soal itu," kaget Angel.


"Mana mungkin Nayaka cerita ke kamu kalau dia selingkuh? Kamu ini gimana sih?!" sentak Tata.


"Aku harus gimana dong ma? Aku cinta sama kak Nayaka, aku gak mau kehilangan dia. Apa jangan-jangan kak Nayaka selingkuh karena aku belum bisa hamil anak dia ya ma?" ucap Angel.


"Kamu jangan salahin diri kamu sendiri! Yang namanya selingkuh itu tidak dibenarkan, jadi ini murni salah Nayaka!" ucap Tata.


"Tapi ma—"


"Sssttt udah gausah sedih! Lagian ini baru dugaan mama, semuanya belum benar terjadi. Biar nanti mama coba tegur anak itu," sela Tata.


"Tegur gimana ma? Mama mau marahin kak Nayaka? Jangan dong ma!" ucap Angel.


"Enggak sayang, mama cuma mau tanya ke dia. Mama pengen dia jujur soal testpack itu, karena mama yakin dia pasti tau sesuatu," ucap Tata.


"Nanti aku ikut ya ma?" pinta Angel.


"Jangan! Biarin mama bicara empat mata sama suami kamu, baru nanti kalau dia udah jujur mama akan minta dia buat sampaikan ke kamu. Ngerti kan sayang?" ucap Tata.


"Iya deh ma, kalo gitu aku telpon kak Nayaka aja ya? Aku suruh dia pulang biar bisa bicara sama mama," ucap Angel.


"Gausah, kita tunggu aja sampai Nayaka pulang! Kalau ditelpon nanti dia malah curiga dan gak mau pulang," ucap Tata.


"Oke ma!" singkat Angel yang masih terlihat lesu akibat memikirkan suaminya.


"Sekarang kita ke kamar kamu aja yuk! Kayaknya kamu butuh istirahat deh," ucap Tata.


"Aku baik-baik aja kok ma, aku gak perlu istirahat. Aku masih mau disini ngobrol sama mama, supaya aku tenang dan gak kepikiran itu terus," ujar Angel.


"Yaudah, kamu disini aja sama mama. Udah ya jangan mikirin itu terus!" ucap Tata.


Angel mengangguk setuju, lalu membenamkan wajahnya di bahu sang ibu. Memang pelukan ibu adalah yang paling nyaman dan menenangkan.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2