Menikahi Gadis Polos

Menikahi Gadis Polos
Bab 55. Lumpuh (end)


__ADS_3

Seketika wajah Angel langsung dipenuhi air mata kesedihan, ia benar-benar tak menyangka Nayaka akan berbuat seperti ini padanya. Pria itu sudah sangat menyakiti hatinya.


"Angel, kamu jangan nangis sayang! Aku—"


"Diam disitu Nayaka! Jangan harap kamu bisa dekati anak saya lagi!" sela Tata yang langsung mencegah pergerakan Nayaka.


Kini Tata memeluk erat putrinya, tak membiarkan Nayaka sedikitpun menyentuhnya.


"Ma, ayolah dengerin aku! Ini semua bukan kesalahan aku, aku dijebak ma. Aku gak bisa menghindar saat itu," ucap Nayaka.


"Masih aja kamu ngarang cerita, udah deh mama gak mau dengar apa-apa lagi dari kamu Nayaka!" bentak Tata.


"Ayo Angel, kita langsung ke bawah aja supaya kamu bisa bicara sama Zefa!" sambungnya.


Tata berniat membawa Angel ke bawah menemui Zefa dan Jeon, namun dengan cepat Nayaka menghalangi langkah mereka.


"Tunggu ma, Angel!" pinta Nayaka.


"Apa lagi Nayaka? Kita selesaikan semuanya di bawah, dan hari ini juga mama akan putuskan hubungan kalian berdua! Mama mau bawa Angel pulang ke rumah," ucap Tata.


"Tapi ma, Angel masih istri sah aku. Mama gak bisa bawa Angel gitu aja dong," ucap Nayaka.


"Oh mama bisa, karena kalian akan segera bercerai dalam waktu dekat," ucap Tata sinis.


Nayaka menggeleng kuat tanda tak setuju.


"Tante Tata, jangan lakukan tindakan yang bisa bikin tante menyesal nantinya!" teriak seseorang dari arah tangga.


Ketiganya pun reflek menoleh dan menemukan Jefri yang tengah berjalan mendekati mereka.


"Kak Jefri?" lirih Angel.


"Siapa dia sayang? Kamu kenal?" tanya Tata.


"Itu temannya kak Nayaka, ma."


Tata mengangguk pelan dan kembali menatap ke arah Jefri dengan wajah tak suka.


"Apa maksud kamu bicara seperti tadi nak Jefri? Memangnya kenapa saya harus menyesal? Justru saya akan menyesal kalau membiarkan putri saya terus bersama lelaki bejat ini," ucap Tata.


"Gak gitu tante, semuanya bukan murni salah Nayaka. Saya tahu ceritanya dan saya sangat yakin teman saya ini tidak mungkin tega mengkhianati istri tercintanya!" ucap Jefri.


"Tahu apa kamu bocah? Memangnya kamu ada waktu kejadian? Kamu gausah sok tahu dan jangan ikut campur!" tegas Tata.


"Saya memang gak ada disana tante, tapi saya tahu betul sikap Nayaka. Dia lelaki setia, jadi dia tidak mungkin berbuat itu tanpa sesuatu yang mengusiknya," ucap Jefri.


"Jef, udah lu jangan bicara lagi! Jangan bikin mama tambah emosi!" pinta Nayaka.


"Gak Nayaka, gue akan terus menyuarakan kebenaran. Karena disini bukan lu yang salah, tapi si Zefa itu yang bikin lu begini!" ucap Jefri.


"Kamu jangan ikut campur masalah kita ya! Sudah sana kamu pergi!" sentak Tata.


"Maaf tante! Kali ini saya tidak bisa turuti ucapan tante, saya akan tetap disini sampai semuanya clear. Nayaka itu gak salah tante, dia cuma dijebak sama Zefa," ucap Jefri.


"Bohong!!"


Mereka sontak menoleh ke asal suara yang muncul, tampaklah Zefa serta Jeon tengah berdiri disana menatap dengan tajam.


"Semua yang dibilang dia itu gak benar tante, dia bohong!" ucap Zefa.


"Heh! Kamu jangan memutarbalikkan fakta ya! Jelas-jelas kamu yang salah!" sentak Jefri.


"Gak gitu ya, kamu diam aja deh gausah ikut campur! Aku yang ngalamin dan aku yang tau semuanya, jadi kamu jangan sok paling tahu deh!" ucap Zefa.


"Iya, adik saya disini korbannya. Kenapa jadi dia yang disalahkan? Kalian semua tahu kan, sekarang ini Zefa lagi hamil anak Nayaka. Kita datang cuma mau minta tanggung jawab dari Nayaka, itu aja kok. Mudah kan?" sahut Jeon.


"Sudah sudah, kita lanjut bicaranya di bawah aja ya, jangan disini! Ayo semuanya kita turun!" ajak Tata menengahi perdebatan mereka.


"Aku setuju tante, tapi sebaiknya laki-laki ini jangan diajak deh! Dia itu gak ada hubungannya sama kita dan masalah ini, nanti dia malah bikin ribet aja," ucap Zefa menyindir Jefri.


"Kenapa Zefa? Kamu gak mau ya aku ungkap kalau kamu pernah tidur sama aku juga? Dan ada kemungkinan anak yang kamu kandung itu anak aku, ya kan?" kekeh Jefri.


"Heh! Jangan sembarangan kalo ngomong! Adik saya bukan perempuan murahan!" bentak Jeon.


"Siapa yang bilang adik kamu murahan? Saya cuma bilang kalau saya dan adik kamu ini pernah tidur bareng, jadi dia gak cuma tidur sama Nayaka. Gimana kalau anak yang dikandung itu anak saya?" ucap Jefri menyeringai.


Zefa terdiam menunduk, ia khawatir Tata tak lagi percaya dengannya dan malah lebih percaya pada perkataan Jefri barusan.


"Hentikan perdebatan kalian! Kita selesaikan semuanya di bawah, dan kalian semua ayo ikut! Jangan ada yang bicara sebelum saya izinkan!" tegas Tata.


Mereka semua hanya mengangguk setuju, lalu menuruni tangga secara bersama-sama.




Kini mereka sudah berkumpul di sofa ruang tamu, tampak Angel juga masih menangis sesenggukan tak bisa menerima kenyataan yang terjadi.


Nayaka pun terus menatap istrinya, ia menyesal karena telah membuat Angel menangis akibat dirinya tidak bisa menahan hasratnya.


"Angel, aku minta maaf ya sayang!" ucap Nayaka.


"Kak Nayaka gausah minta maaf terus! Aku kecewa sama kakak, karena kakak udah bohongi aku! Katanya kamu mau setia, tapi mana buktinya kak?!" sentak Angel.


"Aku minta maaf sama kamu sayang! Aku sadar aku salah dan yang aku lakukan ini jahat, tapi jujur aja aku gak mau kehilangan kamu Angel! Andai waktu bisa diulang, kala itu aku gak akan mau terima tawaran kerja di Bali," ucap Nayaka.

__ADS_1


"Stop bilang soal itu ya kak! Karena sampai kapanpun, waktu gak akan bisa diulang. Semua yang udah terjadi gak bisa dihapus," ucap Angel.


"Aku menyesal sayang, aku mau perbaiki semuanya. Kamu tolong jangan marah ya sama aku! Aku janji gak akan khianati kamu lagi! Percaya sama aku sayang!" bujuk Nayaka.


"Bullshit kamu Nayaka!" tegur Tata dengan mata melotot tajam.


"Enggak ma, aku serius. Setelah urusan ini selesai, aku mau memperbaiki hubungan aku sama Angel dan aku janji kejadian seperti ini gak akan terulang lagi ma!" ucap Nayaka tegas.


"Percuma Nayaka, karena mama gak mau biarin Angel tetap sama kamu. Sekarang juga mama minta kamu ceraikan Angel!" ujar Tata.


"Apa ma??" Nayaka tersentak kaget.


"Iya, mama gak sudi anak mama satu-satunya ini jadi istri dari lelaki seperti kamu! Lebih baik kamu urus aja Zefa sama anak yang dikandung dia!" ucap Tata.


"Betul itu mas, kamu mending pisah aja sama istri kamu! Ingat mas, aku lagi mengandung anak kamu loh!" timpal Zefa.


"Diam kamu Zefa! Ini semua gara-gara kamu, kamu emang wanita pembawa sial!" bentak Nayaka.


"Cukup kak! Bukan Zefa yang salah, tapi kakak! Aku gak mau lagi ketemu sama kak Nayaka, aku mau pergi dari rumah ini!" kesal Angel.


Angel langsung bangkit dari duduknya dan pergi keluar rumah sambil menangis.


"Sayang, Angel tunggu nak!" Tata yang panik pun bergegas menyusul putrinya.


Nayaka juga berniat melakukan itu, namun tangannya ditahan oleh Zefa seolah tak membiarkan ia pergi.


"Kamu disini aja mas!" pinta Zefa.


"Lepas Zefa! Jangan bikin aku emosi!" sentak Nayaka.


"Enggak mas, aku gak akan lepasin kamu. Kamu itu cuma milik aku!" tegas Zefa.


"Aku bilang lepas!" kesal Nayaka.


Pria itu mendorong Zefa hingga terpental ke lantai, beruntung Jeon cekatan menolongnya sehingga adiknya tidak terluka.


Nayaka pun mengejar Angel serta Tata keluar rumah dengan harapan istrinya itu mau memaafkannya.


"Zefa, kamu gapapa?" tanya Jeon panik.


"Akh aku baik kak, tapi kamu tolong cepat kejar mereka!" pinta Zefa.


"Oke! Kamu baik-baik ya disini!" ucap Jeon.


"Iya bang," lirih Zefa.


Akhirnya Jeon ikut menyusul Nayaka mengejar Angel dan meninggalkan adiknya disana bersama Jefri yang masih terduduk santai.


"Puas kamu Zefa?" tanya Jefri tegas.


"Puas kamu udah bikin rumah tangga Nayaka berantakan? Dasar wanita gak tahu diri!" ujar Jefri.


"Kamu pikir aku mau ini terjadi? Enggak Jef! Tapi, aku butuh pertanggungjawaban dari Nayaka karena dia udah hamilin aku!" sentak Zefa.


"Kamu pikir aku bakal kemakan sama ucapan kamu? Aku udah tahu semuanya Zefa, kamu yang salah disini bukan Nayaka!" ucap Jefri.


"Terserah apa kata kamu! Intinya aku mau Nayaka jadi milik aku!" tegas Zefa.


"Emang perempuan gak tahu diri!" umpat Jefri.


Zefa tak menggubrisnya, ia malah pergi ke luar menyusul yang lainnya.


"Kasihan juga Nayaka! Gimana ini?" gumam Jefri.




Angel masih terus berlari dengan isak tangis dan air mata membasahi kedua pipinya, ia amat hancur saat ini mengetahui perbuatan suaminya.


Di belakang sana, sang mama serta Nayaka masih setia mengejarnya sambil berteriak meminta Angel untuk berhenti berlari.


Namun, Angel tak mau menuruti itu. Ia terus berlari dan tak perduli dengan apapun yang ia dengar dari belakang sana.


"Aku kecewa sama kak Nayaka! Aku benci kamu!" batin Angel penuh luka.


Sampailah ia pada jalan besar di depan sana, ia melihat ke kanan dan kiri sekilas lalu kembali berlari menyebrang jalan.


"Sayang tunggu! Jangan lari!" teriak Tata lantang.


Tiiinnn


Suara klakson itu mengagetkan Angel, ia reflek menoleh ke kiri dan melihat sebuah truk box yang tengah melaju dengan kencang.


"Angel, awas!" Nayaka spontan berlari mendekati istrinya berusaha menolongnya.


"Aaaaa!!" Angel sendiri berteriak keras ketika truk tersebut makin mendekat ke arahnya.


Bruuukkk


Terlambat, itulah satu kata yang menggambarkan Nayaka saat ini. Ya ia terlambat untuk menyelamatkan istrinya setelah truk box itu menghantam tubuh Angel sangat keras.


"ANGEL!!" teriak Nayaka histeris.


"Sayang!" Tata juga tak kalah kaget melihatnya, putri satu-satunya itu kini tergeletak di jalan dengan darah mengalir keluar.

__ADS_1


Keduanya langsung bergerak mendekati Angel yang pingsan.


"Angel, Angel bangun Angel! Bangun sayang!" ucap Nayaka sangat panik.


"Angel!" Tata terisak menatap putrinya yang tak sadarkan diri dengan kondisi mengenaskan itu.


"Ini semua gara-gara kamu Nayaka! Kenapa kamu tega lakuin semua ini ke Angel? Kamu emang orang jahat!" umpat Tata pada Nayaka.


"Cukup ma! Kita harus bawa Angel ke rumah sakit sekarang!" ujar Nayaka.


Tata terdiam, benar juga yang dikatakan Nayaka karena keselamatan Angel jauh lebih penting dari segalanya.


Mereka pun membawa Angel ke rumah sakit.


Singkat cerita, dokter keluar dari ruang UGD menemui Nayaka serta Tata yang sudah menunggu sedari tadi di luar.


"Dok, gimana keadaan istri saya? Dia baik-baik aja kan dok?" tanya Nayaka cemas.


"Istri anda Alhamdulillah berhasil selamat dari kecelakaan itu! Tapi, sepertinya kondisi kaki pasien mengalami kelumpuhan dan tidak bisa digerakkan dalam waktu yang cukup lama," jawab sang dokter.


"Apa dok? Anak saya lumpuh?" Tata langsung terkejut bukan main mendengarnya.


Wanita itu terduduk di lantai, menangis tersedu-sedu meratapi nasib putrinya yang kini sudah tidak bisa berjalan lagi.


Begitupun Nayaka, ia tak kuasa menahan tangisnya setelah mendengar kabar dari dokter mengenai kondisi istrinya.




Dua Minggu kemudian...


Angel dibawa pulang ke rumahnya oleh Tata dan juga Ferdi menggunakan kursi roda setelah menjalani pengobatan selama dua Minggu.


Wanita itu tampak murung dan terus merunduk, bayangan mengenai kejadian beberapa hari lalu itu masih membekas di ingatannya.


"Sayang, kamu istirahat dulu ya di kamar! Nanti mama buatin makanan untuk kamu," ucap Tata.


"Iya Angel, kamu harus kuat menghadapi ini semua! Papa yakin kamu pasti bisa jadi wanita yang kuat dan tangguh! Lupakan suami kamu yang jahat itu!" timpal Ferdi.


"Aku juga udah gak mau ingat-ingat tentang kak Nayaka lagi pa, ma." Angel mengucap pelan.


"Itu keputusan yang bagus sayang! Lagipun, kalian berdua kan udah resmi bercerai," ucap Tata.


"Ya papa juga menyesal sudah memberi izin Nayaka untuk menikahi kamu waktu itu," ujar Ferdi.


"Maafin aku ya pa, ma! Harusnya aku gak ngebet nikah sama kak Nayaka waktu itu!" ucap Angel.


"Kamu gak salah sayang, buat apa minta maaf? Emang Nayaka aja yang jahat," ucap Ferdi.


"Sudah, yuk kita ke kamar! Kamu pasti capek kan sayang?" ucap Tata.


Angel mengangguk pelan, lalu kursinya pun didorong oleh sang mama menuju kamar agar wanita itu bisa beristirahat.




Disisi lain, Nayaka masih berdiri termenung di atas sebuah bangunan lantai tujuh. Ia memandang langit membayangi wajah Angel disana.


Air mata menetes di pipinya, penyesalan kembali menghantuinya setelah ia harus berpisah dengan Angel secara tidak baik.


"Maafin aku Angel! Aku emang bukan suami yang baik buat kamu, maafin aku!" lirihnya.


Kini ia berganti menatap ke bawah, jalan raya yang ramai dan dipenuhi mobil serta motor yang berlalu lalang.


Sekilas terbesit di pikirannya untuk meloncat kesana, ia merasa hidupnya sudah tidak berguna lagi karena dirinya menyakiti wanita yang dicintai.


"Mungkin ini saatnya, selamat tinggal semua! Aku pantas mendapatkan semua ini!" ucap Nayaka.


"NAYAKA!!" suara teriakan keras menghentikan langkahnya.


"Nayaka, lu mau ngapain? Jangan gila ya! Turun gak!" perintah Jefri yang kini ada di sampingnya.


"Gue gak mau, buat apa gue turun? Angel udah benci sama gue bro, mendingan gue mati aja!" ucap Nayaka.


"Jangan bro! Lo turun sekarang, masih banyak yang perduli sama lu!" teriak Jefri.


"Udah cukup Jef! Jangan paksa-paksa gue lagi! Sana lu pergi, biar gue mati aja disini!" ucap Nayaka.


"Gue akan terus disini, gue cuma mau pergi sama lu!" tegas Jefri.


"Lo gak bisa gitu Jef, lu harus pergi! Gue titip Angel sama lu, jaga dia dengan baik!" pinta Nayaka.


"Apaan sih? Lo gausah ngada-ngada deh! Lo aja yang jagain Angel, jangan gue atau orang lain! Ayo kita turun bro!" ucap Jefri.


Namun, Nayaka tak mendengarkan itu.


"Bro, jangan nekat! Gue gak mau lu mati!" ucap Jefri masih terus berusaha.


Nayaka sepertinya sudah putus asa, ia kembali menatap ke bawah dan sesaat kemudian ia memilih meloncat tanpa ragu.


"Nayakaaa!!"


...~Selesai~...

__ADS_1


Ya sudah berakhir, semoga suka ya sama ending yang menyedihkan ini.


__ADS_2