Menikahi Gadis Polos

Menikahi Gadis Polos
Bab 54. Selesaikan semuanya


__ADS_3

"Sekarang gimana kalau kamu hibur aku? Biar aku gak sedih lagi sayang," usul Nayaka.


"Boleh, kamu mau dihibur kayak gimana?" tanya Angel.


"Cukup kita bikin anak seperti biasanya disini sayang, itu aja kok yang aku mau," jawab Nayaka.


"Ih kak Nayaka mesum banget sih!" kesal Angel.


"Hahaha, ayolah sayang hibur aku biar aku gak sedih lagi!" bujuk Nayaka.


"Di bawah ada mama, kak. Gak enak lah kalo kita malah begituan disini," ucap Angel.


"Iya sih, tapi—"


TOK TOK TOK...


Ucapan Nayaka terjeda begitu ada yang mengetuk pintu kamarnya.


"NAYAKA, KELUAR KAMU!"


Suara teriakan Tata dari luar kamarnya membuat Nayaka terbengong, ia tak mengerti mengapa Tata terdengar seperti emosi.


Angel sendiri juga bingung apa yang membuat mamanya sampai semarah itu, ia melirik Nayaka seakan meminta penjelasan.


"Kak, ini ada apa? Kenapa mama panggil nama kakak sampai kayak gitu?" tanya Angel.


"Aku juga gak tahu sayang, aku kan daritadi disini sama kamu. Coba aja kita ke depan yuk terus temuin mama kamu! Siapa tahu aja ada sesuatu yang terjadi," ucap Nayaka.


"Okay, aku ngikut sama kamu." Angel menautkan tangannya pada telapak tangan sang suami.


Mereka pun melangkah ke dekat pintu untuk menemui Tata yang sudah tidak sabaran dan terus mengetuk pintu sambil berteriak.


"Nayaka, Angel, ayo keluar mama mau bicara sama kalian!" teriak Tata dengan lantang.


Ceklek


Nayaka membuka pintu dan menatap Tata, sedangkan Angel tetap berdiri di sampingnya dengan tangan menyatu padanya.


Plaaakk


"Kurang ajar kamu Nayaka! Dasar tukang selingkuh!" umpat Tata setelah menampar wajah Nayaka dengan keras di hadapan putrinya.


Angel sontak menutup mulutnya merasa syok dengan apa yang dilihatnya barusan.


"Kamu keterlaluan! Kamu sudah menyakiti perasaan anak mama, mama benar-benar gak terima dengan perlakuan kamu Nayaka!" ujar Tata.


"Ma, ada ap—"


"Kamu diam dulu Angel! Mama mau minta penjelasan dari pria gak tahu diri ini! Ayo Nayaka, katakan yang sejujurnya tentang hubungan kamu dengan wanita itu!" Tata menyela obrolan Angel.


Nayaka hanya diam memegangi pipinya, ia bingung mengapa Tata bisa mengetahui hal itu.


"Kenapa kamu diam Nayaka? Cepat jawab pertanyaan mama! Benar kan kalau kamu selingkuh sama perempuan itu?!" sentak Tata.


"Maksud mama apa ya? Perempuan siapa ma? Aku gak ngerti loh, aku kan udah bilang sama mama kalau aku gak selingkuh," ucap Nayaka berbohong.


Plaaakk


Tata justru kembali menampar pipi Nayaka bagian yang lain, sehingga kini dua pipinya sama-sama memerah akibat tamparan keras mertuanya itu.


"Bisa-bisanya kamu bohongi mama lagi Nayaka! Dasar keterlaluan! Apa yang kamu lakukan ini sudah tidak bisa ditolerir lagi, kamu selingkuh dan bikin wanita itu hamil!" geram Tata.


Angel langsung menganga tak percaya setelah mendengar ucapan mamanya.


"Benar begitu kan Nayaka? Kamu hamilin wanita itu, tapi kamu gak mau tanggung jawab dan lari gitu aja. Dimana akal sehat kamu Nayaka? Emang kamu ini bukan lelaki yang baik, dan seharusnya saya gak izinin kamu menikah dengan putri saya!" bentak Tata.


"Ma, kok mama bilang gitu sih? Kak Nayaka gak mungkin bikin perempuan lain hamil, aku aja belum bisa hamil kok. Mama emang tahu darimana soal ini?" ucap Angel membela suaminya.


"Udah deh Angel, kamu gausah belain dia lagi! Dia sudah mengkhianati kamu!" ucap Tata.


"Mama kata siapa?" tanya Angel.


"Wanita itu yang beritahu mama, dia datang kesini dan sekarang dia masih ada di bawah. Ayo mama ajak kamu temui dia!" jawab Tata.


Deg!


Seketika Nayaka melotot, kini ia tahu apa sebabnya Tata emosi sampai seperti itu.

__ADS_1




Ting nong ting nong


Keduanya dikejutkan dengan suara bel yang berbunyi dari arah luar rumah, mereka sama-sama berpikir siapa kiranya yang datang kesana.


"Itu siapa ya bang?" ujar Zefa.


"Coba gih kamu cek sana!" suruh Jeon.


"Lah kok aku? Kenapa gak kamu?" tanya Zefa.


"Kamu aja, aku tunggu disini," jawab Jeon sembari menyandarkan punggungnya.


"Huh dasar!" cibir Zefa.


Gadis itu pun beranjak dari sofa, namun saat ia hendak melangkah seorang pria sudah lebih dulu masuk ke rumah itu dan menatap ke arahnya.


"Waw Zefa! Kamu kok bisa ada disini?" ujarnya.


"Si Jefri sialan ini ngapain sih harus datang kesini! Ngerusak suasana aja!" batin Zefa.


Zefa hanya diam tak menjawab pertanyaan Jefri, sedangkan Jeon bangkit dari sofa lalu menghampiri mereka sambil tersenyum.


"Ngapain anda kesini Jefri? Ngikutin kita ya? Mau jadi followers?" ujar Jeon.


"Eh bang Jeon, ternyata setelah kalah tarung dari gue, lu masih aja jadi orang jahat ya. Gue pikir lu udah tobat dan gak berani macam-macam lagi," kekeh Jefri.


"Saya belum kalah dari anda Jefri, jadi anda jangan kesenangan dulu!" elak Jeon.


"Oh ya? Mau tarung ulang? Gue siap kok, mau dimana nih?" ujar Jefri.


"Gak sekarang, karena saya sama adik saya lagi menunggu seseorang," ucap Jeon.


"Siapa? Apa yang kalian berdua rencanakan sama Nayaka?" tanya Jefri.


"Lo gausah kepo deh! Ini urusan gue, jadi lu diem aja deh!" ucap Zefa.


"Aku gak akan kasih tau kamu, nanti kamu gagalin semuanya lagi. Mendingan sekarang kamu pergi dan jangan ganggu kita!" sentak Zefa.


"Aku gak mau pergi, aku akan tetap disini bela Nayaka," ucap Jefri tegas.


"Udah lah Zefa, buat apa kamu susah-susah usir dia? Biarin aja dia tau semuanya, toh dia gak akan mungkin bisa melakukan apa-apa," ucap Jeon.


"Abang yakin?" tanya Zefa cemas.


"Yakin sayang, sangat yakin. Jefri bisa apa sih? Yang terpenting kan tante Tata udah percaya sama kamu, dia gak mungkin bisa belain Nayaka lagi," jawab Jeon.


"Hah? Tante Tata? Apa yang kalian omongin sama tante Tata? Kalian berdua jangan macam-macam ya!" ucap Jefri cemas.


"Hahaha, santai aja Jefri! Semuanya udah selesai kok, tante Tata sudah tahu apa yang Nayaka lakukan ke adik saya. Sekarang dia lagi marahin pria itu di atas sana," ucap Jeon sambil terkekeh.


"Apa? Emang biadab kalian! Seharusnya kalian gak lakuin itu!" bentak Jefri.


"Kenapa Jef? Kamu gak terima? Terus kamu mau apa, ha?" tanya Jeon meledek.


Jefri menggeleng, lalu bergerak cepat menaiki tangga untuk menemui Tata dan Nayaka di atas. Ia meninggalkan Jeon dan Zefa disana.


"Bang, gimana ini?" tanya Zefa.


"Kita susulin dia!" jawab Jeon yang diangguki adiknya


Mereka pun menyusul Jefri menaiki tangga, tentu mereka tak mau Jefri menggagalkan rencana yang sudah mereka susun sedemikian rupa.


"Kenapa abang biarin dia pergi sih tadi? Harusnya abang tahan dia tau!" kesal Zefa.


"Gimana mau tahan? Dia udah lari duluan, ayo ah kita kejar!" ajak Jeon.


Zefa hanya mengangguk dan kembali melangkah mengejar Jefri yang sudah lebih dulu berada di atas sana.




Nayaka, Angel dan juga Tata masih terlibat perdebatan di depan kamar suami-istri itu. Tata belum selesai memarahi menantunya tersebut.

__ADS_1


Nayaka sendiri hanya bisa diam, meskipun dirinya sangat ingin membantah. Namun, ia juga tahu bahwa dirinya memang salah.


"Ma, kok mama bilang gitu sih? Kak Nayaka gak mungkin bikin perempuan lain hamil, aku aja belum bisa hamil kok. Mama emang tahu darimana soal ini?" ucap Angel membela suaminya.


"Udah deh Angel, kamu gausah belain dia lagi! Dia sudah mengkhianati kamu!" ucap Tata.


"Mama kata siapa?" tanya Angel.


"Wanita itu yang beritahu mama, dia datang kesini dan sekarang dia masih ada di bawah. Ayo mama ajak kamu temui dia!" jawab Tata.


Deg!


Seketika Nayaka melotot, kini ia tahu apa sebabnya Tata emosi sampai seperti itu.


"Wanita siapa ma?" tanya Angel penasaran.


"Ya wanita yang dihamili Nayaka, dia datang kesini terus kasih tahu ke mama semuanya. Dia juga minta tanggung jawab dari suami kamu, itu sebabnya mama emosi!" jawab Tata.


"Sabar dulu ma! Aku bisa jelasin semuanya, mama jangan salah paham dulu!" pinta Nayaka.


"Apanya yang mau kamu jelasin Nayaka? Mama udah tahu semuanya, dan mama gak percaya lagi sama kamu!" sentak Tata.


"Oke ma, emang benar aku yang hamilin Zefa. Tapi, aku melakukan itu atas pengaruh obat yang dikasih Zefa sendiri. Aku sama sekali gak mau begitu ma, tolong mama percaya sama aku!" jelas Nayaka.


Angel pun terkejut begitu mendengar pengakuan suaminya, ia tak menyangka Nayaka ternyata sebejat itu dan menghamili Zefa.


"Apa kak? Berarti benar yang dibilang mama tadi tentang kakak? Kak Nayaka udah selingkuh dari aku dan hamilin seorang wanita? Terus wanita itu Zefa teman kakak yang baru datang kesini kemarin?" ucap Angel amat syok.


"Sayang, kamu jangan salah paham dulu! Aku gak selingkuh kok," ucap Nayaka.


Tata menepis tangan Nayaka yang hendak menyentuh putrinya.


"Halah gak selingkuh apanya! Kamu gausah ngelak terus Nayaka, menghamili perempuan lain disaat kamu sudah punya istri itu namanya selingkuh!" sentak Tata.


"Aku udah bilang sama mama, aku melakukan itu secara gak sadar. Aku dipengaruhi obat ma, mama percaya dong sama aku!" ujar Nayaka.


"Buat apa mama percaya sama kamu Nayaka? Mama lebih percaya dengan apa yang mama lihat dan saksikan, daripada cerita gak jelas kamu itu!" ucap Tata tegas.


"Emang mama lihat apa sih? Mama ada waktu kejadian itu? Enggak kan?" tanya Nayaka.


"Mama emang gak ada disitu, tapi barusan Zefa kasih bukti rekaman video kalian berdua ke mama. Dari situ mama tahu kalau kamu laki-laki gak benar Nayaka, apalagi Zefa juga bawa surat kehamilan dia dan itu anak kamu," jawab Tata.


"Ya ampun kak! Kenapa kamu tega banget sih sama aku? Katanya kamu cinta, tapi kenapa kamu malah kayak begini?" sentak Angel.


Seketika wajah Angel langsung dipenuhi air mata kesedihan, ia benar-benar tak menyangka Nayaka akan berbuat seperti ini padanya. Pria itu sudah sangat menyakiti hatinya.


"Angel, kamu jangan nangis sayang! Aku—"


"Diam disitu Nayaka! Jangan harap kamu bisa dekati anak saya lagi!" sela Tata yang langsung mencegah pergerakan Nayaka.


Kini Tata memeluk erat putrinya, tak membiarkan Nayaka sedikitpun menyentuhnya.


"Ma, ayolah dengerin aku! Ini semua bukan kesalahan aku, aku dijebak ma. Aku gak bisa menghindar saat itu," ucap Nayaka.


"Masih aja kamu ngarang cerita, udah deh mama gak mau dengar apa-apa lagi dari kamu Nayaka!" bentak Tata.


"Ayo Angel, kita langsung ke bawah aja supaya kamu bisa bicara sama Zefa!" sambungnya.


Tata berniat membawa Angel ke bawah menemui Zefa dan Jeon, namun dengan cepat Nayaka menghalangi langkah mereka.


"Tunggu ma, Angel!" pinta Nayaka.


"Apa lagi Nayaka? Kita selesaikan semuanya di bawah, dan hari ini juga mama akan putuskan hubungan kalian berdua! Mama mau bawa Angel pulang ke rumah," ucap Tata.


"Tapi ma, Angel masih istri sah aku. Mama gak bisa bawa Angel gitu aja dong," ucap Nayaka.


"Oh mama bisa, karena kalian akan segera bercerai dalam waktu dekat," ucap Tata sinis.


Nayaka menggeleng kuat tanda tak setuju.


"Tante Tata, jangan lakukan tindakan yang bisa bikin tante menyesal nantinya!" teriak seseorang dari arah tangga.


Ketiganya pun reflek menoleh dan menemukan Jefri yang tengah berjalan mendekati mereka.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2