Menikahi Gadis Polos

Menikahi Gadis Polos
Bab 48. Aku hamil


__ADS_3

Nayaka datang ke sebuah cafe menemui Zefa, tentunya atas permintaan wanita itu yang memaksa agar Nayaka mau datang kesana.


Memang sejak Zefa datang ke rumahnya, Nayaka selalu diancam oleh wanita itu akan menceritakan semuanya pada Angel jika ia tidak mau menurut.


"Ada apa lagi sih Zefa? Aku kan udah bilang, aku gak bisa temuin kamu setiap hari. Baru juga kemarin kita ketemu, eh sekarang udah minta ketemu lagi aja," ucap Nayaka.


"Duduk dulu mas! Kamu pesan minum, biar bisa tenang," pinta Zefa dengan lembut.


Nayaka mendengus kesal, namun akhirnya menuruti kemauan Zefa dan duduk di sebelah wanita itu.


"Mau pesan apa mas?" tanya Zefa genit.


"Gausah, langsung aja ke intinya! Mau bicara apa kamu sama aku?" ucap Nayaka.


"Ini urusan penting mas, jadi kamu harus pesan minum dulu biar santai!" ujar Zefa.


"Iya iya.." Nayaka pasrah saja.


Pria itu pun memanggil pelayan dan memesan minuman, Zefa tersenyum melihat itu sambil terus mengusap perutnya.


"Tuh aku udah pesan kan, sekarang ayo cepat katakan apa mau kamu!" ucap Nayaka.


"Aku hamil mas, di dalam perut aku sekarang ada anak kamu. Dia butuh kamu mas," ucap Zefa.


Deg!


Nayaka terkejut bukan main mendengarnya, matanya melotot tajam seolah tak percaya dengan apa yang dikatakan Zefa barusan.


"Kamu jangan ngarang ya Zefa! Mana mungkin kamu hamil?" sentak Nayaka.


"Buat apa aku ngarang sih mas? Aku beneran hamil, kamu lihat aja nih bukti tesnya!" ucap Zefa menyerahkan surat hasil tes kehamilannya dari dokter kepada Nayaka.


Nayaka yang penasaran langsung mengambil surat itu dan membacanya, ternyata benar Zefa tengah hamil sekitar tiga Minggu.


"Gimana? Kamu percaya kan sekarang?" ujar Zefa.


"Iya kamu emang hamil, tapi ini belum tentu anak aku. Kamu pernah main juga kan sama laki-laki lain? Bisa aja ini anak si Jefri, jadi kamu jangan minta tanggung jawab dari aku!" ucap Nayaka.


"Itu anak kamu mas, aku sama Jefri main pakai pengaman kok. Cuma sama kamu yang enggak, jadi kamu gak bisa ngelak lagi. Dengan adanya anak ini, semakin mulus jalan kita buat bersatu mas," ucap Zefa.


"Kamu udah gila ya Zefa! Kita gak akan pernah bisa bersatu sampai kapanpun, jadi stop berkhayal soal itu!" ucap Nayaka.


"Bayangin deh mas, gimana reaksi Angel saat tahu tentang anak ini nanti?" ucap Zefa tersenyum smirk.


"Kurang ajar kamu Zefa! Jangan ancam aku lagi! Aku udah turuti semua yang kamu mau, jadi kamu gak pantas begitu!" tegas Nayaka.


"Iya iya, aku gak akan kasih tahu Angel kok mas. Asalkan kamu janji mau nikahin aku," ucap Zefa.

__ADS_1


"Sampai kapanpun, aku gak mau nikahin kamu! Aku ini setia sama Angel, gak mungkin aku khianati dia!" ujar Nayaka.


"Terserah kamu mas, tapi jangan salahin aku kalau Angel akan tau semuanya!" ucap Zefa.


"Cukup Zefa! Aku akan lakukan apapun yang kamu minta, asalkan jangan pernikahan! Aku gak bisa nikahin kamu!" ucap Nayaka.


"Aku gak butuh apapun mas, aku cuma mau kamu nikahin aku supaya anak kita ini bisa merasakan punya ayah," ucap Zefa.


"Gimana kalau dia bukan anak aku?" tanya Nayaka.


"Aku jamin dia anak kamu! Masa kamu gak percaya sama aku sih mas?" jawab Zefa.


"Jelas aku gak percaya, kamu itu banyak akalnya dan licik!" ucap Nayaka.


"Kali ini aku serius mas, untuk apa aku bohong soal ini?" ucap Zefa.


Nayaka terdiam bingung tak tahu harus apa.




Angel tak sengaja berpapasan dengan Jefri sewaktu ia berbelanja di sebuah supermarket bersama Riska yang menemaninya.


Tentu saja Jefri agak kagok saat bertemu dengan istri dari sahabatnya, ia merasa bersalah karena sudah membantu Nayaka menyembunyikan rahasia besar dari wanita itu.


"Eh kamu kak Jefri kan? Temannya kak Nayaka itu?" tanya Angel pada Jefri.


"Iya kak, biasalah belanja bulanan. Kak Jefri sendiri lagi apa?" ucap Angel.


"Aku sih cuma mau beli cemilan aja, soalnya di rumah udah kosong," ucap Jefri.


"Ohh,"


"By the way, kamu kok gak diantar Nayaka? Dia kemana emang?" tanya Jefri.


"Tadi tuh kak Nayaka pergi buru-buru banget, katanya sih mau ketemu kliennya," jawab Angel.


"Oh gitu, pantas kamu sendirian," ucap Jefri.


"Aku gak sendiri kok, ada mbak Riska yang temenin aku kesini. Eee udah dulu ya kak? Aku mau lanjut belanja nih," ucap Angel.


"Ah iya iya, syukurlah kalau ada yang nemenin. Tadinya mau aku temenin malah," ujar Jefri.


"Gausah kak, kamu lanjut belanja juga aja!" ucap Angel sambil tersenyum.


"Iya Angel, selamat belanja ya! Nanti pulang kamu naik apa? Bawa kendaraan gak kesininya?" tanya Jefri.

__ADS_1


"Eee enggak sih, paling nanti pesan taksi aja," jawab Angel.


"Jangan! Biar bareng aku aja, itung-itung irit biaya. Lagian aku juga sekalian mau ketemu Nayaka nanti," ucap Jefri.


"Loh kan tadi aku udah bilang, kak Nayaka lagi pergi ketemu kliennya," ucap Angel.


"Barangkali dia udah pulang kan?" ucap Jefri.


"Ya iya juga sih, tapi apa gak ngerepotin kamu nih?" tanya Angel memastikan.


"Gak dong, kamu kan istrinya sahabat aku. Asal kamu tau aja, aku sama Nayaka itu udah kayak saudara. Kalau cuma anterin kamu pulang mah gak masalah kali," jawab Jefri.


"Yaudah deh, makasih ya kak!" ucap Angel.


"Sama-sama, yuk aku temenin belanjanya!" ajak Jefri.


Angel mengangguk saja menurut.


"Hadeh Nayaka Nayaka, istri modelan begini masih aja disakitin! Kurang apa sih Angel? Dia udah sempurna banget tau," batin Jefri.


Melihat Jefri yang terdiam melamun, Angel pun penasaran dan menegurnya.


"Kak, kak Jefri!" tegur Angel seraya mencolek lengan pria itu.


"Ah iya, kenapa Angel yang cantik?" tanya Jefri.


"Harusnya aku yang tanya, kamu kenapa malah bengong? Mikirin apa sih?" ucap Angel.


"Gak ada kok, bukan apa-apa. Udah yuk kita lanjut belanjanya!" ucap Jefri.


"Oh okay!" singkat Angel.


Mereka pun lanjut berbelanja di supermarket tersebut, namun tetap saja pikiran Jefri mengarah pada hubungan Nayaka dan Zefa.


Setelah selesai belanja dan membayar, kini keduanya sama-sama keluar dari supermarket bersama Riska yang membawa barang belanjaan.


"Angel, masuk yuk! Barang-barangnya dimasukin ke bagasi aja!" ucap Jefri.


"Iya kak, mbak Riska tolong bawa belanjaannya ke dalam bagasi ya!" ucap Angel.


"Siap nyonya!" Riska tersenyum patuh dan membawa barang belanjaan tersebut ke belakang mobil Jefri.


Jefri sendiri membukakan pintu mobil dan membantu Angel masuk ke dalam.


Lalu, Jefri juga membantu Riska memasukkan barang belanjaan tersebut ke bagasi.


Angel tampak tersenyum senang karena mendapat tumpangan gratis dari Jefri, sehingga uang ongkos taksi bisa ia gunakan untuk membeli keperluan yang lain.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2