Menikahi Pengasuhku

Menikahi Pengasuhku
Bab 31.


__ADS_3

Ballroom hotel Anderson Grup terlihat begitu megah, dengan binar lampu kristal yang indah dan hiasan di setiap sudutnya. Malam ini semua berjalan sesuai rencana, pesta dimulai tepat setelah acara pemotongan pita, semua tamu undangan yang hadir tampak bertepuk tangan bahagia menyambut diresmikannya hotel terbaru perusahaan raksasa seperti Anderson Grup.


Berbagai macam makanan dan minuman tampak berderet rapi memanjakan lidah para tamu, juga para pelayan yang sudah begitu terlatih melayani para orang-orang terhormat yang telah secara resmi di undang oleh tuan rumah.


Sang tuan rumah, Tuan Robert dan Nyonya Margaret Anderson tampak tersenyum sumringah seraya berbincang dengan kolega mereka. Berbanding terbalik dengan putra kesayangan mereka, yang tampak berdiri diam dengan wajah tertekuk kesal, sementara gadis yang berdiri di sampingnya, sedang menjawab beberapa pertanyaan dari awak media dengan semangat, tangannya terselip mesra di lengan Hansel, seolah menunjukkan pada dunia jika mereka berdua adalah pasangan yang serasi.


"Tentu saja, hubungan kami baik-baik saja. Kak Hansel selama ini selalu memperlakukanku dengan sangat baik, tidak ada masalah dengan hubungan kami," jawab Vanessa dengan tersenyum menanggapi pertanyaan salah satu reporter disana.


"Jadi, rumor mengenai Tuan Hansel yang menikah secara diam-diam itu tidak benar adanya? Atau apakah pengantin wanitanya adalah anda Nona Vanessa?" tanya reporter lainnya, diselingi dengan candaan.


"Anda bisa saja," jawab Vanessa dengan tawa.


Hansel yang merasa jengah dengan semua ini berusaha melepaskan tangannya dari hama menyebalkan yang terus menggandeng dirinya, tapi Vanessa justru semakin kuat menahan lengan Hansel, hingga mau tidak mau ia harus tetap diam ditempat, agar tidak menimbulkan keributan yang tidak diperlukan.


"Baiklah saya rasa cukup untuk wawancara kali ini, silahkan nikmati pestanya, dan terimakasih telah bersedia hadir, semoga pekerjaan kalian lancar," ucap Vanessa dengan senyuman yang tampak begitu tulus, tak heran dirinya dijuluki sebagai malaikat seluruh negeri, karena image yang ia ciptakan benar-benar mencerminkan perilaku seorang malaikat yang baik hati, dermawan dan rendah hati.


"Terimakasih kembali , semoga hubungan antara kalian selalu diberkati," ucap beberapa wartawan dengan tulus, "Sungguh pasangan yang serasi, Vanessa ternyata benar-benar seperti seorang malaikat, selain wajahnya yang cantik dia juga begitu baik hati, aku juga ingin mendapatkan pacar seperti dia," puji seorang reporter yang sedang bercakap dengan rekannya.


"Yee, ngimpi. Kalau mau yang seperti Vanessa, pastikan dulu bisa seperti tuan Hansel atau tidak. Jangan ngayal!" seloroh teman sejawatnya.


*


*


Disisi lain pesta, ditempat yang tidak terlalu ramai dengan sorotan paparazi, Wanita cantik dengan gaun berwarna maroon mengamati setiap gerakan suaminya dari kejauhan, tangan mungil Ara tergenggam erat kala netranya terus mengamati betapa lugasnya seorang Hansel menggandeng tangan Vanessa untuk menyapa para tamu, tanpa ia sadari rasa sesak dan amarah memenuhi hatinya.


Kau ini konyol sekali Ara, kau sendiri yang memaksa suamimu untuk datang bersama gadis lain, sekarang kau merasa seperti ikan yang megap-megap di daratan. Cih, munafik. Ara mengumpat dirinya sendiri.


"Ara? Are you oke?" Johan menepuk pundak Ara yang terlihat mematung memandang Hansel dari kejauhan.


"Apa? Oh, tentu saja aku baik-baik saja," jawab Ara dengan kelabakan.


"Mau berdansa bersama ku?" pinta Johan dengan sopan.


"Entahlah, aku malu."


"Come on, ini akan menyenangkan," bujuk Johan.


"Ok."


Pada akhirnya mereka memasuki lantai dansa dan mulai berdansa diiringi irama musik, bersama dengan pasangan-pasangan yang lainnya yang melakukan hal sama, termasuk Hansel dan Vanessa.

__ADS_1


Pandangan Hansel dan Ara tidak pernah lepas satu sama lain, kobaran amarah jelas terpancar dalam netra biru Hansel, setiap gerakan istrinya yang sedang berdansa dalam dekapan pria lain membuat amarahnya berkobar hingga ke ubun-ubun, setiap Senti tubuh Ara yang terlihat menggoda mata untuk menikmatinya, juga sentuhan Johan di tubuh indah Ara, benar-benar membuat Hansel kehilangan ke dali. Fix, Hansel akan mengamuk.


Dengan bersungut-sungut Hansel menarik tangan Vanessa keluar dari lantai dansa, mengatakan jika dirinya ingin ke toilet dan meninggalkan Vanessa begitu saja. Hansel mengikuti langkah Ara yang sepertinya juga menuju toilet. Dengan cepat ia menyusul langkah sang istri dan bertekad memberikan sedikit pelajaran kepada wanitanya.


***


"Astaga Hansel kau membuatku kaget!" seru Ara saat dengan tiba-tiba suaminya sudah menyentak tubuhnya hingga tubuh mereka saling bertubrukan, "Apa yang kau lakukan, ini toilet wanita," protes Ara.


"Kau wanita jahat," ucap Hansel disela gigi yang terkatup rapat.


Tanpa aba-aba mendorong Ara masuk ke salah satu bilik disana, menghimpit tubuh Ara dengan kuat.


"Apa?" Ara berusaha mendorong tubuh suaminya menjauh. Namun, bukannya terlepas Hansel justru menahannya dengan lebih kuat.


"Berapa banyak?"


"Apa?" Ara semakin mengernyit bingung.


"Seberapa banyak di menyentuhmu?" geram Hansel.


"Hansel,..."


"Salahku?" Ara tampak tidak terima dengan ucapan suami kecilnya, "Bagaimana denganmu? Kau sendiri tampak begitu bahagia berdansa dan bergandengan tangan dengan gadis cantik sampai-sampai kau mengabaikan istri mu," protes Ara dengan wajah cemberut.


Hansel terkekeh, "Kau cemburu?"


"Tidak," sangkal Ara.


"Aku senang saat kau cemburu, tapi ingatlah bahwa kau sendiri yang menyuruhku untuk datang bersama hama menyebalkan itu, jadi kau seharusnya sudah tahu akan seperti apa kejadiannya. Tapi, kau,...!" Hansel menatap tajam sang istri.


"Aku apa?"


"Beraninya kau datang bersama mantan kekasihmu, jika saja aku tahu kau akan datang bersamanya, maka akan aku pastikan kau terantai di rumah di atas ranjangku malam ini," suara rendah Hansel mengirim gelombang kupu-kupu di tubuh Ara.


"Maaf," ucap Ara tulus.


"Maaf saja tidak cukup sayang," ucap Hansel menyeringai, dengan cepat mencium bibir Ara, menikmati wanita yang sudah menjadi candu baginya, berlama-lama menyesap manisnya bibir sang istri.


Ara sepertinya juga tidak keberatan akan hal tersebut, ia turut membalas dengan tak kalah sengit. Lama keduanya saling bertautan, hingga nafas keduanya memburu lantaran menahan hasrat yang semakin meninggi.


"Kita lanjutkan di rumah sayang, aku tidak sabar untuk memberikan hukuman untuk istriku yang nakal ini," ucap Hansel dengan suara yang sudah diselimuti oleh gairah, "Aku mencintai mu," satu ciuman singkat mengakhiri kegilaan mereka.

__ADS_1


Hansel keluar terlebih dahulu, mengabaikan beberapa tatapan wanita yang heran dengan keberadaannya di toilet wanita.


"Aku salah masuk," kilahnya dengan senyuman kepada para wanita tersebut, sebelum berlalu tanpa beban. Senyuman nakal terus tersungging di bibirnya, ia baru saja mendapatkan vitamin.


Sementara Ara, masih dengan sudah payah mengatur nafasnya, ia benar-benar dibuat menggila oleh bocah kecil yang menjadi suaminya itu. Hansel sungguh tahu betul bagaimana caranya membuat Ara tak berdaya dan menginginkan lebih. Dengan sedikit gugup Ara merapikan penampilannya, memoleskan kembali lipstik yang sudah di sesap habis oleh sang suami, mengamati penampilannya di dalam pantulan cermin untuk terakhir kali sebelum kembali ke aula pesta.


Aula masih tampak ramai oleh para tamu yang sibuk bercakap-cakap, juga para paparazi yang sedang meliput beberapa artis yang menjadi tamu undangan.


Ara berjalan dengan anggun menghampiri Johan, sesekali ia melirik ke tubuh Hansel yang berdiri tak jauh darinya.


Pandangan mata Hansel seakan mengekspos seluruh bagian tubuh Ara, netra pria itu mengamati Ara seakan hendak menelannya saat itu juga, dan ketika tatapan keduanya bertemu Hansel dengan perlahan membasahi bibirnya dengan lidah seakan menikmati setiap inchi tubuh Ara, senyum nakalnya menerbangkan ribuan kupu-kupu di hati Ara, membuat tubuh Ara memanas.


Tahan Ara! Jangan sampai bocah tengil itu berhasil mempermainkan mu, kau bisa menahannya !


Suara berat Tuan Robert Anderson membuyarkan lamunan panas Ara.


"Nak Johan?" sapa ayah Hansel itu kepada Johan yang sedari tadi berdiri di samping Ara.


"Tuan Robert," balasnya dengan sopan,menjabat tangan Tuan Robert yang terulur.


"Terimakasih telah bersedia hadir," ucap Tuan Robert dengan senyuman, sesaat kemudian pandangan matanya beralih menatap Ara, "Ku dengar hubungan kalian sudah berakhir, lantas kenapa kau masih membawanya sebagai pasangan?"


Tatapan Tuan Robert mengisyaratkan bahwa ia tidak menyukai jika istri putra semata wayangnya datang bersama mantan kekasihnya.


"Ara masih sekertaris di perusahaan saya Tuan," jawab Johan dengan sopan.


"Jangan terlalu mempercayai wanita nak Johan, ada beberapa diantara mereka yang berbisa," ucap Tuan Robert sarkas.


"Saya yakin Ara bukan dari bagian mereka yang anda sebutkan tuan," sanggah Johan.


"Kita tidak pernah tahu tentang hal itu, jadi berhati-hatilah!" Pak Robert berlalu meninggalkan keduanya setelah mengatakan hal tersebut.


Yah, apa yang Ara harapkan, tentu saja dia yang akan dianggap sebagai wanita murahan oleh ayah mertuanya itu, tanpa mau tahu jika ia berada di sini karena ulah ibu mertuanya.


Johan merasa kasihan kepada Ara, selain ia harus menyembunyikan statusnya sebagai istri Hansel, Ara juga harus mendapat perlakuan tak menyenangkan dari keluarga Hansel. Semua itu membuat Johan semakin bertekad untuk mendapatkan Ara kembali, ia yakin jika dirinyalah satu-satunya pria yang layak dan bisa membahagiakan Ara.


"Acara utamanya sudah selesai, bagaimana jika kita pergi?" Johan yang menyadari rasa sedih di wajah Ara memutuskan untuk segera berpamitan kepada keluarga Anderson.


Keduanya berpamitan dengan sopan kepada tuan dan nyonya Anderson, begitu juga dengan Hansel dan Vanesha. Hansel menahan tangan Ara cukup lama saat keduanya bersalaman, dan memberikan satu kerlingan pada sang istri. Sebelum dengan berat hati melepaskan tangan Ara. Kini Hansel hanya bisa menatap punggung Ara yang mulai berjalan menjauh meninggalkan Aula pesta, ingin rasanya ia mengakhiri pesta tidak berguna ini agar dapat segera memeluk istrinya.


TBC.💜

__ADS_1


__ADS_2