Menikahi Pengasuhku

Menikahi Pengasuhku
Bab 41.


__ADS_3

*Aku ingin memiliki waktu sedikit lebih lama untuk berada di sampingmu, hanya sekedar di sisimu, menemani setiap langkah dan keputusan yang kau ambil. Hanya agar aku bisa merasakan getaran yang memikat hati ini.*


...****************...


"..., hari ini aktris sekaligus model ternama juga malaikat kesayangan negeri ini, Vanesha terlihat anggun dengan balutan gaun pengantin. Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu oleh seluruh negeri terutama fans dari Vanesha telah tiba. Bersama Tuan Hansel Nathanael Anderson, satu-satunya pewaris Anderson company aktris kesayangan kita akan segera melangsungkan pernikahan megah di gedung A. Teruslah bersama dengan channel kami untuk memantau lebih jauh prosesi pernikahan antara Vanesha dan tuan Hansel, ..."


Begitu kira-kira berita yang saat ini disiarkan langsung di sebuah acara tv yang kini berada di hadapan Ara.


Ara hanya bisa termangu dingin, linglung, ia tidak mengerti jika pria yang pernah berkata hanya ada Ara di seluruh hidupnya kini justru terlihat berjalan menuju pelaminan bersama wanita lain. Sakit, hanya itu yang dirasakan oleh Ara saat ini.


Ia bahkan tidak sanggup untuk sekedar menangis, air matanya telah mengering selama beberapa hari terakhir ia harus mendengar berita yang disiarkan melalui saluran tv berulang kali. Dan hari ini tiba, Ara hanya merasa sesak tanpa bisa lagi mengeluarkan air mata.


Kau menyakitiku Hansel,


Hati kecil Ara berkata lirih.


Suara gaduh dari balik pintu kamarnya membuat Ara tersadar, terdengar beberapa kali suara letusan pistol dan bunyi barang yang pecah. Tubuh Ara bergetar dengan rasa takut, ia memeluk erat perutnya yang masih rata, ia khawatir dengan keselamatan anak dalam kandungannya, mungkin saja itu keluarga Anderson yang ingin membunuhnya.


Pintu kamar pun terbuka menampilkan sosok yang sudah tak asing lagi bagi Ara.


"Tuan Jay?" ucap Ara dengan bingung.


"Akhirnya aku bisa menemukanmu sweetie. Aku sudah hampir gila karena mencari mu," ujar Jay dengan senyuman.


Dengan langkah tegap Jay memasuki ruang kamar, mendekati tubuh Ara yang masih mematung, "Bagaimana keadaanmu Ara?" tanya Jay dengan tulus.


Tidak seperti Jay yang menyapanya dengan senyuman, kini Ara melangkah mundur menjauhi Jay yang berjalan menghampirinya. Ia tidak tahu apakah pria dihadapannya ini berpihak padanya atau tidak. Untuk saat ini Ara tidak bisa mempercayai siapapun.


"Jangan mendekat!" perintah Ara tegas, menghentikan langkah kaki Jay.


"Hei, aku tidak akan menyakitimu," jelas Jay mengangkat kedua tangannya memberi isyarat damai, tapi ia cukup mengerti untuk tidak mengambil langkah lebih jauh.


"Bagaimana kau bisa tahu aku berada disini?" tanya Ara penuh selidik.

__ADS_1


"Kita tidak memiliki banyak waktu Ara, aku akan menjelaskannya begitu kita berada di tempat yang aman. Bisakah kau percaya dan ikut bersamaku?" tanya Jay lembut.


"Apakah aku bisa mempercayaimu?"


"Hansel yang memintaku menjemput dan menjagamu, sampai ia selesai dengan semua urusannya," jelas Jay samar. Ia harus segera membawa istri sahabatnya itu pergi sebelum keluarga Anderson mengetahui jika kediamannya telah diserang olehnya.


"Maksudmu, selesai dengan pernikahannya?" cemooh Ara kesal.


"Aku akan menjelaskannya lagi nanti, sekarang kau harus ikut denganku, tidak ada waktu lagi." Tanpa menunggu persetujuan Jay mulai menarik tangan mungil Ara keluar dari kamar yang telah mengurung Ara beberapa bulan ini.


"Tuan Jay, aku bersumpah jika kau berkomplot dengan keluarga Anderson untuk melenyapkan ku, maka aku akan menghantui mu selamanya," ancam Ara dengan konyolnya, mulai berjalan mengikuti Jay yang masih menggandeng dirinya.


Sementara Jay hanya tersenyum mendengar ancaman Ara.


Setelah berkendara beberapa saat, keduanya beserta anak buah Jay tiba di bandara. Terlihat Jay berbicara kepada beberapa orang yang sepertinya sudah dipersiapkan dengan baik di sana, Ara hanya bisa berdiri menatap Jay dari jarak yang tak terlalu jauh, sementara beberapa orang Jay juga mengelilinginya hingga mungkin tubuh Ara kini tidak terlihat oleh orang lain.


"Semua sudah siap, Ayo!" ucap Jay kembali menggandeng tangan Ara dan sedikit menarik Ara agar mengikuti langkahnya.


...****************...


PLAK..., Satu tamparan keras mendarat di wajah tampan Hansel, membuat sudut bibir pria tampan itu kini berdarah, namun senyuman terus saja mengembang dibibir Hansel, seolah rasa sakit yang ia rasakan sama sekali tidak berarti.


"Dasar berandal tidak tahu diuntung, berani sekali kau mencoreng nama besar keluarga Anderson!" Teriak tuan Robert tepat di wajah putranya.


"Aku sudah bilang padamu Dad, jika aku akan melakukan apapun untuk mendapatkan Ara ku kembali, bahkan jika harus merubuhkan seluruh Anderson company," ujar Hansel seraya menyeka darah yang keluar dari bibirnya.


"Kau,..." tangan tuan Robert yang hampir kembali menampar wajah putranya menggantung di udara karena istrinya menahan tangan tersebut.


"Sudah cukup, dia anakmu kenapa kau memukulnya?" teriak nyonya Margaret khawatir dengan kondisi putranya.


Terlihat beberapa kali tuan Robert menarik nafas berusaha mengendalikan emosi yang sudah memuncak karena ulah putranya yang secara tiba-tiba menghilang dari aula pernikahan tepat sebelum acara pengucapan janji suci. Dimana hal tersebut membuat kekacauan besar. Keluarga Vanesha Sangat marah dan mengancam akan membalas perbuatan keluarga Anderson yang telah mempermalukan Vanesha di hadapan khalayak ramai.


Seluruh staf Anderson company terutama yang bergerak di bidang industri hiburan sedang berusaha menutup seluruh akses pemberitaan mengenai pembatalan pernikahan antara Hansel dan Vanesha yang dilakukan oleh Hansel secara sepihak.

__ADS_1


"Selesaikan kekacauan yang kau perbuat Hansel ! Jika kau sudah cukup dewasa untuk menentang orang tua mu maka kau harusnya sudah mampu untuk menyelesaikan masalah yang kau sebabkan! Jika sampai Anderson company jatuh ke tangan pamanmu maka Daddy akan pastikan kau tidak akan pernah bertemu dengan wanitamu lagi selamanya!" Ancam Tuan Robert penuh penekanan sebelum berlalu pergi.


Selepas kepergian sang Daddy, Hansel dengan cepat memeriksa ponselnya, tapi sepertinya belum ada tanda-tanda pesan atau panggilan masuk dari Jay, yang telah ia beri kepercayaan untuk menjemput dan menjaga Ara sampai semua keadaan membaik.


Yah, semuanya adalah scenario yang telah Hansel rencanakan. Ia berpura-pura setuju menikahi Vanesha untuk melemahkan penjagaan keluarganya, agar ia bisa menemukan keberadaan Ara, dan dengan bantuan Jay kini ia berhasil menemukan Ara. Kini ia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan wanita yang begitu ia cintai.


Tunggu aku sebentar lagi.


*


*


*


Pemandangan indah daratan dan pegunungan bersalju menyambut Ara, setelah melakukan penerbangan yang cukup lama kini ia dan Jay telah tiba di negara N yang terlihat seperti negeri dongeng. Rumah sederhana yang tampak indah menjadi hunian Ara untuk saat ini, Ara bisa melihat pegunungan bersalju berhiaskan air terjun dari balkon rumah berlantai dua tersebut. Jay mengatakan padanya jika untuk sementara Ara harus menetap di sana. Biar bagaimanapun keselamatan Ara lebih penting karena baik keluarga Anderson ataupun keluarga Vanesha tidak akan melepaskan Ara begitu saja, sehingga pastinya sangat berbahaya bagi Ara untuk tetap tinggal di negara I atau tetap bersama Hansel.


"..., begitulah Ara, semua ini sudah direncanakan oleh Hansel, suamimu itu sangat mencintaimu, aku yakin dia akan segera menghubungimu," ucap Jay menjelaskan secara keseluruhan yang ia ketahui tentang bagaimanna Hansel berusaha mencari Ara dan semua rencana Hansel mengelabuhi keluarganya.


"Jadi dimana Hansel sekarang?" tanya Ara cemas, ia yakin Tuan Robert akan menghukum Hansel atas ulahnya yang menjadikan pernikahan sebagai sebuah permainan.


"Dia masih harus mengurus kekacauan dari ulahnya sendiri, mungkin untuk waktu dekat kalian tidak akan bisa bertemu. Bersabarlah!" ujar Jay.


"Apa dia akan baik-baik saja?" cemas Ara.


"Tentu saja, dia selalu memiliki seribu cara untuk mendapatkan yang ia inginkan, sejak dulu bocah itu tidak takut apapun," canda Jay berusaha menghibur kecemasan Ara.


"Kuharap kami bisa segera bertemu," gumam Ara.


Tepat saat itu ponsel Jay berdering.


To be continued 🤗


*Hai,,, Maaf untuk update yang sangaaaat lambat. author sedang sibuk dengan baby yang sedang aktif-aktifnya. Terkadang author juga harus baca ulang karena lupa alurnya, hehe. Sekali lagi author minta maaf dan terimakasih. Semoga selalu diberi kesehatan dan rezeki yang berlimpah. Sekali lagi mohon maaf dan terimakasih.🙇‍♀️🙇‍♀️🙇‍♀️🙇‍♀️🥰

__ADS_1


__ADS_2