
KEESOKAN HARI..
Tuan Dev dan asisten Clark kembali tiba dikota San Fransisco, langsung menuju penthouse. Keduanya kaget saat masuk kedalam penthouse, sangat kotor berdebu seperti berminggu minggu tidam dibersihkan.
Dimana wanita itu, bisa bisanya lalai membersihkan tempat ini
Geram tuan Dev melangkah emosi mencari keberadaan Lucy.Asisten Clark juga tampak bingung kemudian memilih memeriksa rekaman cctv diruang kerja tuan Dev.
Sementara asisten Clark memeriksa rekaman cctv, tuan Dev sudah semakin murka saat ini didalam kamarnya, tidak terdeteksi satu kehidupan pun hal yang sama di Kamar Lucy pada lantai satu.
LUCYYY !!!!
Rasa lelah diperjalanan ditambah wanita yang dia cari tidak ditemukan, tuan Dev membanting keras pintu ruangan kerjanya, dimana ada asisten Clark disana sedang mengamati rekaman kamera cctv.
"Dimana wanita itu Clark !!" tanya tuan Dev dingin sembari mendaratkan pantatnya keras di sofa.
"Dari rekaman cctv ini tampak nona Lucy keluar dari gedung tuan, mengenakan pakaian casual.. namun setelah itu nona Lucy tidak kembali sampai sekarang.. "
Asisten merasa ini adalah karena kelalaiannya telah percaya jika nona Lucy tidak akan kabur dari tuan Dev, kini segala kemungkinan terlintas dalam pikiran asisten Clark.
Nona Lucy tidak punya teman atau siapapun di kota ini, jikalau dia pergi kemungkinan hanya ke makam orang tuanya, tapi.. mengunjungi makam tidak akan sampai berhari hari bukan ? Lalu.. kemana kira kira nona Lucy saat ini..
Tatapan dingin tuan Dev seakan ingin membunuh siapa saja di depannya, mode beruang kutub yang sedang tidak mood sangat menyeramkan.
"Tuan.. apa mungkin nona Lucy pulang ke rumah keluarga Robert ?" ucapan asisten Clark cukup membuat tuan Dev tercengang menaikkan satu alisnya.
"Kita kerumah pria tua sialan itu sekarang, ayo" tuan Dev melangkahkan kaki panjangnya keluar dari penthouse diikuti asisten Clark.
Mereka menggunakan mobil yang sama menuju kediaman keluarga Robert dengan kecepatan penuh.
TIBA DI KEDIAMAN KELUARGA ROBERT.
Margareth sedang berias diri di depan cermin saat mendengar suara mesin mobil berhenti di pelataran rumah.
__ADS_1
Margareth mengintip dari balik jendela dan merasa kagum akan sosok yang keluar dari mobil mewah tersebut.
siapa gerangan, tampan sekali oh God..
Segera merapikan penampilan kemudian Margareth turun dari lantai dua kamarnya bermaksud membukakan pintu,
bersamaan dengan pelayan yang juga ingin membuka pintu,
"Biar aku saja, bibi kembalilah ke dapur, syuhh syuhh !" suara Margareth bernada angkuh seperti biasanya.
ceklek..
bahkan pintu terbuka sebelum asisten Clark menekan bell
"Selamat siang, kami mencari.. " belum selesai asisten Clark berkata, Margareth sudah menimpali.
"Silakan masuk tuan, sebaiknya kita bicara di dalam.. Bukankah tidak sopan jika bertamu tapi berdiri Diluar ? silakan.. " Margareth berdiri didekat pintu dengan tatapan kagum saat tuan Dev melewatinya begitu saja.
Apakah pria ini akan dijodohkan denganku, aaaaa ayah ibu memang terbaik !!!
Seorang pelayan membawakan nampan berisi dua gelas minuman untuk tamu.
Margareth masih memasang senyum manis saa melontarkan pertanyaan,
"Ada keperluan apakah kalian berdua kemari, apakah sengaja ingin menemuiku langsung.. " tersipu Margareth menyelipkan rambut ke belakang telinga.
Tuan Dev duduk tanpa ekspresi, hanya asisten Clark yang bicara mewakili.
"Maaf nona.. kedatangan kami kemari untuk menemui Tuan Robert, oh iya apakah nona Lucy dirumah ?" suara asisten Clark terdengar sopan tapi tegas.
Aapa ??? jadi Lucy menikah dengan pria tampan ini ???? aaaa kenapa waktu itu bukan aku saja huhuhuuu...
Tiba tiba tubuh Margareth bergemuruh memikirkan saat dimana dia menolak mentah mentah perjodohan sang ayah, kala itu Margareth berpikir hanya bos tua gendut dan bau yang mau menerima wanita sebagai tumbal pelunas hutang.
__ADS_1
Jika tahu pria itu adalah tuan Dev, maka dengan suka hati Margareth mau dijadikan tumbal.
cih.. si cupu itu beruntung sekali.. hhmmm bagaimana rasanya tubuh kekar itu, ahh aku ingin satu yang seperti itu !!!
"Maksudmu, Lucy si cupu itu ? dia sudah tidak pernah kemari, memangnya kenapa ? apa dia kabur ? kenapa kalian sampai mencari kemari ?"
pertanyaan Margareth dijawab dengan sopan oleh asisten Clark,
"Baiklah.. bisa tolong hubungi tuan Robert ? katakan jika tuan Dev mengunjunginya.. "
Tersenyum sedikit tapi tetap dengan tampang tegas.
"Oh.. jadi kalian ingin menemui ayah Robert baiklah tunggu sebentar aku akan menelponnya . "
Margareth menelpon sang ayah yang sedang keluar rumah bersama sang istri.
Beberapa menit panggilan selesai, kemudian Margareth kembali duduk bersama tamunya yang tampan dan sangat berwibawa.
"Ayah dan ibuku akan segera pulang tuan, hemm.. Apakah Lucy membuat masalah ? aa dia itu memang sangat merepotkan"
Margareth mulai bicara kemana mana menjelek jelekkan Lucy, hanya asisten Clark yang sesekali tersenyum sedangkan tuan Dev tidak sedikitpun merubah ekspresi beruang kutubnya.
Selama setengah jam lebih Margareth masih saja membicarakan Lucy, kemudian Margareth berani mengucap,
"Jika Lucy yang bodoh itu tidak sanggup melayani suami setampan tuan Dev maka aku bersedia menggantikan posisinya.."
tersenyum manis seakan tuan Dev akan tertarik padanya,
ciih.. tipikal wanita murahan mana pantas bersanding dengan tuan Dev batin asisten Clark.
Beberapa saat kemudian terdengar suara mobil didepan rumah, dan itu adalah paman Robert bersama sang istri dengan wajah sumringah keduanya melangkah masuk ke dalam rumah.
"Tuan Dev pasti sedang sangat bermurah hati sampai sampai mengunjungi rumah kita.. " ucap istri paman Robert
__ADS_1
"Entah keberuntungan apa yang akan kita terima, Lucy memang bisa diandalkan" ucap paman Robert bangga.
Lalu..