Menjadi Istri Boneka Tuan Dev

Menjadi Istri Boneka Tuan Dev
Bab 64 Sarapan pagiku..


__ADS_3

Lalu tuan Dev menoleh kearah Lucy, Lucy yang mendapatkan tatapan dari sang suami merasa canggung, netra itu tidak berhenti menatap sampai langkah kaki tuan Dev tiba di samping ranjang.


Dan dengan satu gerakan hati hati tuan Dev membawa Lucy ke dalam gendongan ala bridal dan berkata,


"Sarapan dulu ya istriku.. "


Adegan menggendong istri dari ranjang ke sofa tak luput dari pandangan dokter Irene dan Laura, anehnya mereka seolah enggan berkedip.


"Dokter Irene apa urusanmu disini sudah selesai ?" kata tuan Dev usai mendudukkan Lucy di sampingnya.


"Ahh iya itu... sudah kok semua sudah selesai nona Lucy bisa pulang besok, Hhmm baiklah permisi.. " dokter Irene memberi hormat lalu keluar dari kamar pasien diikuti perawat yang tadi.


Apa Devan sedang sakit ? aneh sekali batin dokter Irene setelah menutup pintu dari luar.


Sedangkan Laura hanya bisa menggelengkan kepala, sambil tersenyum mendekat.


"Apa pria kutub ini sedang perhatian pada istri bonekanya ?" ucap Laura tanpa rasa berdosa, bagaimana jelas jelas menyebut Lucy adalah istri boneka.


Raut wajah Lucy seketika kembali sayu tapi ditutupi dengan senyumannya yang kaku.


"Laura Ayo makan bersamaku.. " ramah Lucy menawarkan.


"Apa katamu istriku, makanan ini khusus aku pesan untuk sarapan kita berdua, hanya kita berdua , mengerti ?" lirik tuan Dev tidak suka.


"Tapi ini terlalu banyak suamiku.. " jawab Lucy bingung.


Sementara Laura kembali tertawa nyaring, membuat tuan Dev menggeram tidak suka.


"Laura bisa makan di kafe atau kantin rumah sakit, tugasmu ekarang adalah melakukan apa yang biasa kita lakukan, mengerti ?" tuan Dev kembali menatap Lucy usai menatap sinis pada Laura.


Kehadiran Laura yang tiba tiba di pagi hari membuat mood tuan Dev tidak baik, tapi Laura yang sebenarnya memahami hal itu memilih untuk berlagak cuek dan ikut duduk bergabung dengan pasangan suami istri itu.


"Salad ini kelihatannya enak, aku mau makan ini saja, thanks Lucy " Laura tersenyum manis dengan ekspresi wajah polos tanpa dosa.


Dalam hati Laura senang sekali bisa merusak mood tuan Dev.


Sementara itu Lucy mulai meletakkan seporsi makanan dipiring lalu hendak menyuapi suaminya saat tiba tiba..


Ponsel Laura terus berdering, membuat Laura kembali meletakkan semangkuk salad sayur yang sama sekali belum dimakan.


"My husband calling, Lucy aku akan menerima telpon diluar dulu, nanti aku kembali lagi oke " kerling mata Laura dengan senyum binarnya.


Setelah Laura keluar dari kamar, tuan Dev menarik bobot tubuh Lucy naik ke pangkuan nya, melingkarkan satu tangan di pinggang sang istri dan,

__ADS_1


Mengambil alih piring berisi makanan dari tangan Lucy lalu,


"Apa yang kamu lakukan suamiku, bukankah biasanya aku menyuapimu ?" heran Lucy sekaligus merasa risih karena dirinya belum mandi tapi berani duduk dipangkuan tuan Dev yang sudah wangi.


"Kali ini pengecualian, aku yang akan menyuapimu, ayo makan yang banyak agar tubuhmu semakin sehat. "


Lucy melongo mendengar ucapan tuan Dev, Ramah sama sekali bukan karakter tuan Dev, jika tuan Dev sedang ramah begini kenapa aku yang takut ya hhmm.. batin Lucy.


Tanpa sadar Lucy membuka mulut begitu saja saat satu suapan disendok tuan Dev. Lucy mengunyah menikmati sambil menatap wajah tuan Dev tanpa berpaling.


Otaknya Lucy masih nge lag mungkin, sampai tidak sadar jika makanan dipiring sudah habis tak bersisa, kemudian tuan Dev mengambil hidangan pencuci mulut yaitu salad buah.


Setiap suapan terasa lebih enak, bahkan Lucy merasa makanan yang dia makan barusan adalah yang paling enak dari yang pernah dia makan sebelum nya.


Saking asiknya mengunyah sampai Lucy tidak sadar jika saus salad menempel di sudut bibirnya. Tuan Dev yang melihat hal itu entah kenapa jadi gemas sendiri.


Lalu tuan Dev meletakkan wadah salad yang sudah kosong kembali diatas meja kemudian menyentuh dagu Lucy yang masih asik mengunyak suapan terakhir.


"Apa sangat enak ? sampai kamu mengunyah seperti anak kecil ." tanya tuan Dev


"Sangat enak. " Lucy mengangguk lalu beberapa saat kemudian saat makanan sudah tertelan seokah kesadarannya kembali normal dan seketika kembali canggung menatap suaminya.


"Maaf.. "lirih Lucy meminta maaf karena sudah kurang ajar menghabiskan makanan yang bahkan disuapi langsung oleh tuan Dev.


Lucy menyadari tatapan tuan Dev, lalu saat tangannya ingin mengusap sudut bibirnya , tangan tuan Dev lebih cepat menahan gerakan tangan Lucy lalu.


Slupp .. ujung lidah tuan Dev menjilat sisa saus tersebut. Membuat tubuh Lucy tiba tiba meremang saat jilat lidah tuan Dev tak kunjung selesai justru semakin menggeser men ji lat ke arah lain.


"Suamiku... " ucap Lucy tertegun.


"Ssttt... sekarang sarapanku. " tuan Dev menikmati ujung lidah nya di permukaan bibir Lucy.


Menimbulkan sensasi geli geli risih, seakan ujung lidah itu sedang mengukir bentuk bibir Lucy yang manis.


Puas lidah tuan Dev men ji lat kemudian tanpa ijin wajah tuan Dev mendekat dan menempelkan bibirnya begitu saja.


Menempel sempurna dengan sedikit menekan membuat Lucy ingin menarik diri tapi gerakan tangan tuan Dev lebih cepat menahan tengkuk leher sang istri hingga..


Ciuman panas pun kembali terjadi, mereka saling mengecap dan me ngu lum bibir satu sama lain, memainkan ujung lidah lalu menyesap kuat, begitu lagi dan terus berulang sampai satu tangan tuan Dev berhasil menyusup kedalam baju pasien Lucy.


Lalu memainkan benda kenyal didalam sana, pasien memang tidak mengenakan bra, hanya setelan baju pasien.


Setiap re ma san terasa lembut dan geli bersamaan membuat pertukaran saliva pun semakin erat, hingga satu de sa han lolos begitu saja dari mulut Lucy membuat tuan Dev semakin menekan gerakan bibirnya.

__ADS_1


Tidak ada penolakan saat wajah tuan Dev bergerak turun menjelajahi leher jenjang Lucy dan sedikit bermain main disana, menyesap dan menjilat menciptakan tanda kepemilikan.


Tidak hanya satu tapi ada beberapa tanda yang berhasil diciptakan tuan Dev, bahkan saat ini Lucy sampai membusungkan dada menikmati aktifitas mesum sang suami.


Tuan Dev membuka satu persatu kancing baju Lucy, saat tiga kancing terlepass tuan Dev menyibak kain itu dan terpampanglah dua gundukan kenyal yang entah kenapa semakin bertambah besar, hingga tidak cukup dalam tangkupan tangan tuan Dev.


Kembali mencumbu bibir sang istri sedangkan tangan tuan Dev pun semakin aktif memainkan payu dara dengan ujung pu ting yang mulai mengeras.


"Aahh.. " kembali Lucy men de sah membuat tuan Dev semakin kencang meremas gundukan itu.


Kembali menjilati leher sampai diantara kedua payu dara, tuan Dev usel usel wajahnya diantara gundukan kenyal itu lalu..


Satu tangan meremas bagian lain saat tuan Dev menyusu seperti bayi rakus. menyesap pu ting Lucy kemudian memainkan ujung lidahnya. gerakan memutar yang sungguh nikmat.


Lucu yang dalam posisi terpangku seperti bayi tak kuasa menolak, pikirannya menolak tapi tubuhnya tidak.


Keduanya justru diselimuti gairah yang tiba tiba meninggi saat ini.


"Ahh suamiku.. ja ngan.. hen.. ti.. kan.. ahhh.. "


Lucy mendongakkan kepala sambil meremas kepala tuan Dev yang kembali aktif menyusu, sensasi nikmat yang tuan Dev berikan membuat sesuatu didalam sana terasa gatal dan.. basah..


Mereka terus bermesum ria diatas sofa, meski tidak sampai melakukan permainan inti tapi tuan Dev berhasil membuat istrinya merasakan pelepasan yang nikmat.


"Uhhh.. aku tidak tahan lagi suamiku ahh !" racau Lucy lirih saat suaminya hanya memainkan jemari tangan di atas permukaan kli to ris nya di balik celana.


Tangan tuan Dev bergerak searah jarum jam, yang awalnya lembut dan pekan lalu semakin cepat dan cepat..


Meski hanya menyentuh bagian kli to ris tapi jika dilakukan dengan cepat dan tepat juga bisa mengantarkan pada puncak pelepasan.


"Jangan ditahan.. keluarkan semuanya sayang... " tuan Dev terus menatap wajah sa nge Lucy yang sampai merem melek menikmati tarian tangan tuan Dev di bawah sana.


ahhh... 💦


Lenguhan panjang disertai tubuh Lucy yang menegang membuat tuan Dev menekan dan menahan tangan pada biji kli to ris,


Saat ini didalam sana pasti terasa berkedut dan tuan Dev sama sekali tidak melepaskan tangannya sampai rasa tegang itu hilang dari tubuh Lucy.


Huhh.. huhh.. huhh..


Nafas Lucy terengah engah dengan wajah memerah panas, netranya beradu dengan tuan Dev,


"Huhh.. huhh.. huhh.. suamiku.. " kemudian Lucy tiba tiba tersenyum smirk membuat tuan Dev menyunggingkan sudut bibirnya membentuk lengkung senyum tipis nan manis.

__ADS_1


__ADS_2