Menjadi Istri Boneka Tuan Dev

Menjadi Istri Boneka Tuan Dev
Bab 29 Penyakit kulit ??


__ADS_3

Tepat pukul sepuluh malam tuan Dev baru selesai memeriksa pekerjaan lewat laptop, kemudian tuan Dev naik ke lantai atas menuju kamarnya,


Hal pertama yang tuan Dev lihat adalah, layar televisi yang masih menyala sedangkan Lucy tidur bersandar pada sofa.


Ceroboh sekali, ck..


Tuan Dev meraih remote yang ada di pangkuan Lucy kemudian mematikan tv,


Menatap Lucy yang sepertinya benar benar sudah hanyut di alam mimpi, dengan sedikit menggerutu tuan Dev menggendong Lucy ala bridal ke atas ranjang.


Berani sekali dia tidur tanpa menunggu aku dulu, awas saja kamu..


Smirk tipis tuan Dev saat melihat bagaimana Lucy menggeliat seakan tak terusik dengan apa yang dilakukan tuan Dev pada tubuhnya.


Hanya melenguh pelan namun tidak sampai terbangun. Lucy benar benar tidak sadar atas perbuatan mesum tuan Dev yang pasti akan membuatnya terkejut esok pagi.


Puas melakukan apa yang ingin dilakukan, tuan Dev kemudian masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri setelah itu berbaring disisi ranjang dan memejamkan mata ikut tidur.


Sinar matahari menyusup kedalam kamar melalui celah jendela, seseorang menggeliat pelan dari balik selimut.


Hhoamm..


Lucy mengerjapkan mata berkali kali saat menatap langit langit kamar,


Kenapa aku tidur di ranjang ? bukankah aku sedang menonton tv di sofa ..


Lucy menoleh kesamping, menghela nafas lega lantaran tidak ada tuan Dev,

__ADS_1


"syukurlah dia sudah pergi.. " batin Lucy.


Karena melihat tempat yang biasa ditiduri tuan Dev sudah rapi, Lucy gegas bangun dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


aarrgghh !!


Betapa terkejutnya Lucy sampai membekap mulutnya saat melihat kulitnya merah merah .


"Apa ini ? tapi tidak sakit.. apa aku alergi ?


Lucy berkali kali mengusap warna merah itu , tidak hilang meski digosok keras pun kalau alergi kenapa tidak terasa gatal atau perih.


Benar benar dibuat bingung dengan kondisi tubuhnya yang sudah mirip macan tutul, Lucy memutuskan untuk segera mandi.


Masih penasaran dengan apa yang dia rasakan saat ini, sampai sampai terlambat turun ke ruang makan.


"Maafkan aku suamiku.. aku bangun kesiangan" Lucy duduk menekuk wajahnya.


Lucy pikir suaminya pasti akan menghardik marah, dia sudah menyiapkan mentalnya tapi..


Sampai detik ke lima tidak terdengar suara bentakan, Lucy mengangkat sedikit wajahnya ke arah suami dan langsung tegang saat suaminya ternyata terus menatapnya.


Tanpa ekspresi tanpa suara, membuat Lucy salah tingkah.


"Apa kamu hanya akan diam dan membiarkan aku kelaparan hah !!" deep voice tuan Dev disertai tatapan itu.


Lucy bergidik salah tingkah kemudian mulai melakukan apa yang menjadi kebiasaan barunya,

__ADS_1


Lucy menyuapi suaminya, tapi pikirannya masih saja memikirkan tubuhnya. Ada rasa takut bagaimana jika ini adalah penyakit kulit.


"Jika tuan Dev tahu tubuhku mengalami gejala penyakit kulit pasti dia tidak akan menyentuhku, ada bagusnya sih tapi.. bagaimana jika dia semakin menyiksaku dengan cara lain ?? apa sebaiknya aku menceritakan atau aku diam saja ya, huft.. " Lucy larut dalan monolog pribadinya hingga..


uhukk.. uhukk..


Suapan terakhir itu terlalu banyak sampai tuan Dev tersedak. Sontak panik Lucy mengambilkan segelas air mineral sambil menepuk nepuk tengkuk punggung suaminya itu.


Beberapa saat kemudian..


"Apa kamu mau membunuhku hah !! dasar tidak becus !" Tuan Dev memundurkan kursinya kasar lalu pergu begitu saja.


Lucy segera mengikuti tuan Dev yang sudah melangkah keluar rumah, membawakan tas kerja Lucy berdiri disamping tuan Dev saat Asisten Clark turun dari mobil,


Memberi hormat kepada tuan dan nona muda, kemudian membukakan pintu belakang untuk tuan Dev.


Mobil itu berlalu begitu saja, Lucy sampai harus menghela nafas kasar beberapa kali..


Lucy tidak menyelesaikan sesi sarapan, dia memilih untuk berjalan jalan di taman belakang rumah besar di temani oleh Jeni.


"Apa yang sedang anda pikirkan nona Lucy ?"


"Ehemm.. Jeni apa kamu tahu dimana dokter kulit yang bagus ? aku merasa kulitku bermasalah.. "


"Saya tidak pernah ke dokter kulit nona.. Tapi kita bisa cari informasi di internet.


Jeni mengeluarkan ponselnya kemudian mencari dokter kulit terbaik di kota San Fransisco.

__ADS_1


Semakin cepat periksa semakin baik, jangan sampai beruang kutub itu melihat penyakit kulitku ..


__ADS_2