
Bibi Elly jelas menunjuk kearah Lucy dan tuan Dev yang sedang menikmati hidangan pembuka di meja milik mereka.
Seketika kelima teman sosialita bibi Elly melotot hampir saja bola mata mereka lepas, saking terkejutnya dengan apa yang mereka lihat.
Glek..
Para sosialita itu saling menoleh melempar senyum pucat,
"Bukankah itu wanita yang tadi kita bicarakan ? bagaimana bisa itu adalah si cupu Lucy ?" salah satu wanita sosialita mengipas tangan saking terasa panas di wajahnya,
"Untuk sekilas itu sangat tidak mirip Lucy, lihatkan wanita yang duduk bersama tuan Dev sangat manis, meskipun yaa.. setelah aku lihat lihat lagi dia memang Lucy, Astaga !!" Lutut wanita itu gemetar lemas hampir saja tidak kuat menopang bobot tubuhnya.
"Elly katakan, apa itu sungguh Lucy yang sering kita jadikan babu saat arisan ??"
Wanita itu sampai mencengkeram bahu bibi Elly mencoba memastikan sekali lagi.
"Ya.. dan itu suaminya, tuan Dev. Apa kalian tahu aku sangat bersyukur wanita sialan itu pergi dari rumahku, dan suaminya itu sangat pelit mana ada mengaku seorang bos besar jika menikah saja hanya di catatan sipil, tidak ada perayaan mewah seperti Margareth dan Stuard dan apa kalian tahu ? bahkan aku tidak pernah menerima sepeserpun sejak mereka menikah, cih" Bibi Elly bersedekap tangan menatap angkuh.
__ADS_1
"Masa iya sih, tuan Dev itu sangat terkenal loh didunia bisnis, dia itu konglomerat kelas eksekutif. " ucap salah satu teman bibi Elly.
"Really ?? Tapi percuma juga kaya jika aku tidak ikut menikmati kekayaannya. " bibi Elly masih tinggi gengsi.
"Apa perlu kita menyapa Lucy dan mulai berbaik hati padanya ? siapa tahu Lucy mau menerima kita sebagai teman juga " ajak salah satu sosialita.
"Ide bagus, jika kita dekat dengan Lucy pasti kita bakal ketularan populer ya kan " wanita lain tampak setuju dan mereka benar benar ingin beranjak ke meja tuan Dev dan Lucy saat tiba tiba bibi Elly menghadang langkah.
"Aduuh kalian ini memalukan sekali sih ! dari pada menjilat Lucy lebih baik kalian menjilat Margareth dan suaminya, mereka sudah pasti kaya raya tidak seperti Lucy dan tuan Dev itu" bibir bibi Elly sampai menjab menjeb .
Akhirnya mereka tidak jadi mendekati Lucy ataupun Margareth, karena saat melihat beberapa tamu undangan yang tampan dan masih muda para sosialita itu mengubah target acara mereka.
Sementara itu..
Dimeja tempat tuan Dev dan Lucy duduk, mereka menikmati hidangan dengan tenang.
"Kenapa tiba tiba pusing.. " batin Lucy.
__ADS_1
Saat ini sendok di tangannya hanya berputar putar diatas piring tanpa memasukkan satu suap pun kedalam mulut.
Tuan Dev yang melihat hal itu lalu menghentikan sesi makannya, dan meminta Lucy untuk melakukan apa kebiasaan mereka.
"Suapi aku.. " kata tuan Dev.
"Eh.. apa ? " Lucy tercengang kaget, bagaimana bisa tuan Dev menyuruhnya untuk menyuapi di tempat ramai begini.
Untuk sesaat Lucy hanya terdiam, kemudian tuan Dev menggeser piringnya yang berisi makanan ke hadapan Lucy hingga mau tak mau Lucy harus mau.
Saat ini alih alih mengatakan jika kepalanya pusing dan ingin ke toilet, Lucy justru menyuapi tuan Dev sedikit demi sedikit.
Tidak sedikit para tamu yang hadir ikut merasakan kebaperan mereka, melihat pemandangan so sweet tuan Dev dan istrinya.
Makanan habis, Lucy meletakkan piring dan peralatan makan begitu saja lalu gegas berdiri hendak ke toilet.
"A.. aku mau ke toilet sebentar" pamit Lucy terburu buru.
__ADS_1
Tuan Dev hanya menatap punggung Lucy yang semakin menjauh menuju ke arah toilet.