
MALAM HARI DI RUMAH BESAR
Tuan Dev sedang berada di ruang kerja saat Lucy membawakan sepiring berisi potongan buah buahan segar. Meletakkan di sebuah meja lalu Lucy ijin kembali ke kamar,
"Tidak boleh, duduk diistu saja sampai aku selesai "
Titah tuan Dev tanpa ekspresi, membuat Lucy akhirnya duduk disofa meski agak menggerutu.
Beberapa waktu kemudian, Lucy gelisah ingin menyampaikan undangan pernikahan Margareth,
"Kasih nggak ya.. " batin Lucy.
Lucy hanya gelisah sepanjang waktu sampai tak terasa tuan Dev sudah menyelesaikan pekerjaannya.
Tuan Dev berjalan menghampiri Lucy lalu ikut duduk di sofa, "Suapi aku.. " kata tuan Dev sambil meregangkan otot otot tubuhnya.
"Baik suamiku.. " Lucy meraih piring yang tadi dia bawa lalu menyuapi dengan garpu sepotong demi sepotong buah segar untuk tuan Dev.
Buah dipiring sudah habis, Keduanya keluar dari ruang kerja tuan Dev.
Lucy berjalan mengikuti tuan Dev masuk ke kamar mereka di lantai atas, bergantian masuk kekamar mandi untuk mencuci muka dan berganti piyama tidur.
Tuan Dev sudah berbaring seperti biasa saat Lucy mematikan saklar lampu menyisakan lampu tidur temaram disisi ranjang.
"Suamiku. . apakah aku bisa bicara sebentar saja ?" Lucy duduk disisi tempatnya tidur.
"Katakan jika itu hal penting, aku tidak suka bercakap omong kosong" kata tuan Dev sambil berbaring ditempatnya.
"Begini.. tadi aku bertemu bibi Elly diperusahaan saat aku membawakan bekal, bibi Elly memberikan kartu undangan resepsi pernikahan Margareth, dan dia ingin kita berdua bisa hadir, hemm.. apakah kamu bisa pergi denganku suamiku ?"
Lucy menelan ludahnya kesusahan usai mengucapkan kalimat itu.
"Kapan ?"
"Besok lusa.. "
__ADS_1
"Aku tidak akan datang"
"Kenapa ?"
"Karena aku tidak ingin datang"
"Kenapa ? Margareth adalah sepupuku artinya dia juga adalah iparmu kan ?"
"Listen Lucy.. aku hanya menikahimu tidak menikahi keluarga tua bangka itu, "
"Kamu menghina keluargaku tuan Dev.. "
Tesss.. bulir air mata menetes begitu saja.
Susah payah mengumpulkan keberanian untuk menyampaikan kabar justru kembali terhina.
"Kamu panggil aku apa ?"
Tatapan tuan Dev menjadi lebih tajam.
Lucy mengusap kasar air mata yang semakin banyak keluar membasahi pipinya.
Sett... Tuan Dev menahan tangan Lucy yang ingin kembali mengusap air mata itu.
"Kurang ajar sekali kamu memanggilku tuan Dev, sudah kubilang panggil aku suami !"
"Kamu majikanku , kamu tuan Dev bukan suamiku !! suami mana yang tega menolak keinginan istri untuk menemui keluarga nya, mana ada suami yang terang terangan merendahkan keluarga istrinya !!"
Nada suara Lucy meninggi dan..
Brugh..
Dengan satu gerakan kuat tuan Dev menindih tubuh Lucy,
"Kamu harus dihukum !! kamu sebut dirimu istri boneka tuan Dev, maka malam ini tuan Dev akan bermain dengan bonekanya sepanjang malam.. "
__ADS_1
Smirk tajam tuan Dev benar benar menakutkan membuat Lucy serasa ingin kabur sejauh mungkin.
Tuan Dev bangkit dari tubuh Lucy dan mengambil beberapa helai dasi dilemari.
"Apa yang ingin kamu lakukan tuan Dev, jangan !!!"
Lucy memberontak meskipun akhirnya tetap kalah tenaga dan tuan Dev berhasil mengikat kedua tangan dan kaki Lucy.
"Kumohon lepaskan aku, jangan sakiti aku !!!"
Lucy menangis meronta semakin menjadi jadi.
Tuan Dev tidak peduli, saat ini otaknya sedang menyusun rencana untuk menghukum istri nakalnya.
Kurang ajar sekali memanggil aku tuan Dev lagi, kamu benar benar harus dihukum..
"Diamlah istri bonekaku, tuanmu akan memulai bermain dengan tubuhmu hahahaa"
Lucy tidak bisa berteriak karena tuan Dev sudah menyumpal mulutnya dengan dasi, bahkan kedua mata juga ditutup.
Kemudian..
Tuan Dev mulai melepaskan setiap kain yang menempel pada tubuh Lucy, sengaja juga menyetel pendingin ruangan dengan temperatur yang lebih rendah, membuat tubuh polos Lucy mulai menggigil kedinginan..
Tuan Dev mulai melakukan sentuhan sentuhan yang membuat Lucy seperti cacing kepanasan,
Bagaimana tidak menggeliat seperti cacing ? Jika saat ini saja tuan Dev mulai asik menjilati seluruh permukaan wajah Lucy.
Tuan Dev sengaja membiarkan tubuh Lucy semakin dingin dan menggigil.
Dingin sekali.. aku butuh selimut.. ayah.. ibu... hiks... batin Lucy saat ini merasa pilu.
Dasar suami iblis !! jahat sekali !! kejam !! Lucy terus mengumpat dalam hati.
Kemudian..
__ADS_1