Menjadi Istri Boneka Tuan Dev

Menjadi Istri Boneka Tuan Dev
Bab 48 Ada yang aneh


__ADS_3

Margareth sudah kembali tiba di kota San Fransisco pagi pagi sekali, tapi Margareth memilih untuk istirahat di hotel ketimbang pulang ke rumahnya dengan alasan jarak hotel lebih dekat dengan gedung tempat dilaksanakannya acara resepsi.


Margareth mematikan ponselnya, dia masih punya waktu beberapa jam sebelum make up artis tiba. Waktu yang tidak disia siakan dua insan yang sedang dimabuk asmara.


Dion nama kekasih Margareth yang saat ini kembali merengkuh tubuh wanitanya kedalam cengkeraman penuh kenikmatan di dalam kamar mandi.


"Aku butuh istirahat tapi justru kamu ajak bercinta terus honey.. "


"Sekali saja sebelum kamu menjadi milik orang lain baby.. "


Mereka bercinta dengan berbagai gaya di dalam kamar mandi selama berjam jam, tubuh Margareth bergerak terlalu binal hingga benar benar menggoda pria manapun untuk mencicipinya.


"Akhh iya honey faster please !!" Margareth melenguh panjang saat merasakan milik sang kekasih menusuk terlalu dalam.


Sementara itu..


Tuan Stuard yang sudah berada di salah satu ruangan make up di gedung tempat acara aka berlangsung mendapatkan laporan dari sang asisten jika calon istri bosnya tengah berada di sebuah kamar hotel bersama pria lain.


Ekspresi tuan Stuard biasa saja , bahkan tidak berniat juga untuk menggerebek Margareth dan kekasihnya itu.

__ADS_1


"Biarkan saja.. " begitu kata tuan Stuard pada asistennya.


Selanjutnya, semua persiapan sudah 99 persen, hanya tinggal menunggu waktu saja bagi para tamu dan kedua mempelai untuk mengikrarkan janji suci dihadapan pendeta.


Sedangkan ditempat lain,


RUMAH BESAR..


Secara fisik tubuh Lucy sudah pulih, sudah bisa beraktivitas seperti biasa namun entah kenapa tuan Dev tiba tiba menjadi sangat sensitif apapun yang dilakukan Lucy selalu tidak boleh lepas dari pengawasan.


Bahkan tuan Dev juga memerintahkan Jeni untuk tidak meninggalkan Lucy sedetikpun jika tuan Dev tidak ada.


Gaun berwarna soft pink berbahan satin dengan aplikasi manik manik permata mewah, dipadukan dengan sepatu heels 5 cm dan rambut yang di model tatanan sanggul dengan jepit mutiara yang menambah kesan manis dan cocok dengan make up tipis tidak mencolok.


"Bukankah katamu undangan itu ditujukan untuk kita berdua, jadi aku harus ikut hadir kan" tuan Dev hanya megenakan setelan jas yang biasa dia pakai dan itu sama sekali tidak mengurangi poin ketampanan nya.


Lucy sendiri sebenarnya masih merasakan sedikit trauma apalagi saat hanya berdua dengan tuan Dev, rasa takut jika tuan Dev kembali melakukan kekerasan diatas ranjang meski pada kenyataan nya sejak kejadian waktu itu sampai hari ini tuan Dev sama sekali tidak menyentuhnya. Seakan tuan Dev sengaja menjaga jarak atau ada alasan lain yang tidak Lucy ketahui.


"Kita berangkat sekarang, ayo" bahkan tuan Dev tanpa segan seperti tidak pernah melakukan dosa mengulurkan tangannya untuk Lucy.

__ADS_1


Untuk sepersekian detik Lucy hanya memandangi tangan tuan Dev, lalu dengan sedikit ragu meraih tangan tersebut. Mereka turun dari lantai atas dengan sakinf menautkan tangan.


Mobil milik tuan Dev sudah menunggu didepan teras, kali ini tuan Dev yang akan menyetir sendiri mobilnya.


Kenapa pria ini bersikap sangat aneh, apa dia psikopat yang memiliki kepribadian ganda ??


Lucy terheran saat tuan Dev membukakan pintu mobil untuknya, sama sama duduk di jok depan, saat Lucy hendak memasang sabuk pengaman pun tuan Dev yang melakukannya.


Jarak mereka sangat dekat hanya beberapa centi, aroma nafas mint tuan Dev terasa menerpa wajah Lucy yang seketika memerah lalu memalingkan wajah.


"Siap ?"


"Ya"


"Kalau begitu kita berangkat sekarang"


Tuan Dev melajukan mobil dengan kecepatan sedang, tidak terburu buru.


Sesekali Lucy melirik tuan Dev dan membatin,

__ADS_1


Ada yang aneh..


__ADS_2