Menjadi Istri Boneka Tuan Dev

Menjadi Istri Boneka Tuan Dev
Bab 41 Undangan pernikahan


__ADS_3

Robert saat ini masih berada di ruangan tempat calon menantunya,


Sebuah gedung perusahaan megah ditengah kota San Fransisco.


"Margareth sedang dalam pekerjaan mendadak, mungkin itu sebabnya.." ucap paman Robert usai menyelesaikan panggilan telpon dengan sang putri Margareth.


"Pernikahan hanya kurang beberapa hari, sebaiknya Margareth hadir atau aku tidak akan segan menghancurkan bisnismu, ayah mertua !! ha ha ha !" suara tawa calon menantu sangat seram.


Glek.. ancaman yang menakutkan dari bos gendut bernama Stuard membuat Robert ketar ketir.


Meskipun perusahaan Stuard tidak sebesar milik tuan Dev, tapi pria itu bersedia memberikan mahar pernikahan dalam jumlah yang lebih besar dari mahar tuan Dev untuk Lucy.


Nominal yang bernilai beberapa milyar dollar itu sangat lebih dari cukup untuk membuat perusahaan Robert tetap berdiri kokoh meskipun dirinya juga harus takluk dan menurut i segala perintah serta keinginan Bos Stuard.


Sementara keluarga Robert mulai disibukkan dengan aktifitas mempersiapkan acara pernikahan Margareth yang akan di rayakan secara meriah di sebuah ballroom hotel bintang lima terbaik di kota,


Istri paman Robert tampak mengunjungi perusahaan tuan Dev.


Tentu saja bibi Elly harus memberikan langsung kertas undangan resepsi pernikahan Margareth yang berkali lipat lebih mewah dan megah dari pernikahan tuan Dev dan Lucy dulu yang tertutup dan hanya beberapa yang hadir di catatan sipil.


"Tidak ada yang bisa dibanggakan dari pasangan Devan dan Lucy, bahkan aku tidak diijinkan memamerkan tuan Dev di hadapan teman sosialitaku, cih.. "

__ADS_1


Bibi Elly masih harus menunggu di loby karena tuan Dev sedang ada rapat dengan devisi keuangan.


Pada saat itu juga tampak Lucy dan Jeni mengarah melewati Loby hendak menuju ruangan CEO.


Bibi Elly melihat sekilas penampilan Lucy yang dulunya sangat udik dan cupu kini tampak bersinar dan modis, outfit yang dipakai serba mahal dan bermerk.


cih.. dia hidup dengan baik dan melupakan keluarga yang sudah membesarkannya.


"Heii Lucy !!" bibi Elly berteriak memanggil Lucy.


Lucy menghentikan langkahnya lalu menoleh,


"Bibi ? " netranya tercengang kenapa tiba tiba bibi Elly muncul di perusahaan suaminya.


Jeni hanya diam namun tetap waspada seandainya wanita tua itu ingin menyerang nona Lucy dia akan siap duluan untuk melindungi majikannya.


"Bibi Elly.. ada urusan apa kemari aku pikir bibi terlalu sibuk menghamburkan harta paman Robert sampai tidak mengingat aku" ucap Lucy polos tapi terdengar menyebalkan ditelinga bibi Elly.


"Aku kemari hanya ingin memberikan undangan ini, pesta pernikahan sepupumu Margareth akan diselenggarakan secara mewah dan megah, aku ingin kamu dan suamimu datang, "


Memberikan kartu undangan dengan angkuh, tapi bukan Lucy yang menerima tapi Jeni.

__ADS_1


Bibi Lucy melotot karena bukan Lucy yang menerima langsung, tapi sedetik kemudian bibi Elly menatap Jeni yang berpenampilan mirip bodyguard.


"Cih.. gaya sekali hidupmu Lucy sampai punya pengawal pribadi segala hahaa"


Bibi Elly tertawa mencemooh tapi dibiarkan begitu saja.


Lucy lebih memilih untuk tetap tersenyum.


"Ahh iya bibi Elly, kenalkan ini Jeni dia pengawal khusus yang dihadiahkan suamiku, tugasnya adalah untuk menjaga dan melindungi aku dari serangan tak terduga orang orang asing yang berkeliaran disekitar. seperti... " Lucy menatap bibi Elly dari atas kebawah lalu keatas lagi hingga netra mereka bertumpu.


Smirk manis Lucy semakin menyebalkan bagi bibi Elly.


"Cih.. dasar kamu anak kurang ajar !!" Bibi Elly sudah siap melayangkan tangannya untuk menampar Lucy.


Tapi tangan Jeni lebih cepat dan menahan tangan bibi Elly dan mengunci pergerakannya.


"Jangan macam macam dengan nona Lucy, " Bisik Jeni tepat ditelinga bibi Elly sambil mengeratkan kuncian membuat bibi Elly meronta kesakitan.


"Sudah Jeni.. sudah.. aku sudah terlambat menemui suamiku ayo kita pergi " Lucy menarik tangan Jeni lalu masuk kedalam Lift.


Bibi Elly yang geram ingin melempar tasnya tapi dua orang security terlebih dulu menarik tubuh bibi Elly keluar dari perusahaan tuan Dev.

__ADS_1


Sedangkan Lucy yang berada di dalam lift merasa sedikit gemetar, Pintar sekali aktingku membanggakan suami yang hanya menganggap aku ini istri boneka.


__ADS_2