
Malam hari yang dingin disertai hujan rintik rintik di kota San Fransisco,
Urusan di perusahaaan hari ini benar benar melelahkan, tuan Dev dan asisten Clark meninggalkan perusahaan hampir menjelang tengah malam.
Sedangkan Jeni yang sejak tadi sore sudah kembali ke rumah belakang dan berada di kamarnya juga sama sekali tidak khawatir apapun karena berpikir jika saat ini Lucy pasti sedang bersama tuan Dev.
Situasi berjalan normal sampai mobil tuan Dev tiba di pelataran rumah besar.
Luis menyambut sendiri karena sudah terlalu larut malam bahkan hampir tengah malam, tuan Dev turun dari mobil diikuti oleh asisten Clark.
Luis memberi hormat dan sedikit mengkerutkan dahi mencari keberadaan sosok nona muda,
Bukankah kata pengawal itu tadi siang nona Lucy bersama tuan Dev.. batin Luis
Tap.. tap.. tap.. Langkah kaki jenjang tuan Dev dan asisten Clark yang membawakan payung agar sang tuan tidak terkena air hujan semakin mendekati teras, dan setelah asisten Clark menurunkan payung tanpa banyak bicara tuan Dev masuk ke dalam rumah menuju Lift di samping tangga lalu menoleh pada Luis dan asisten Clark.
"Kalian istirahatlah.. " titah singkat tuan Dev saat sudah masuk kedalam lift, asisten Clark dan Luis memberi hormat bersamaan dengan pintu lift yang menutup,
Saat ini entah kenapa perasaan tuan Dev sedikit melow dan selalu memikirkan sang istri.
"Kami tidak sempat berkomunikasi seharian ini, dia pasti kelelahan karena bebas hang out bersama teman temannya bahkan sampai lupa memberi kabar" tuan Dev bermonolog dalam hati selama berada di dalam lift yang menuju ke lantai atas.
Tiinggg..
Suara pintu lift terbuka, tuan Dev yang sudah tak sabar ingin melihat sang istri boneka yang mulai mengisi ruang di hatinya itu masuk kedalam kamar utama..
"Baby !!" ucap tuan Dev setelah menyalakan sakelar lampu kamar yang gelap,
dimana dia..
Tuan Dev mengira Lucy sedang sengaja menggodanya dengan bersembunyi, tuan Dev mencari ke semua sudut tempat yang mungkin digunakan untuk bersembunyi tapi nihil.
Sang istri tidak ditemukan, "Baby.. come on ini tidak lucu, suami pulang harus di sambut bukan di ajak petak umpet begini, keluarlah !! atau aku akan menghukummu baby !!" suara tuan Dev sampai bernada sedikit teriak tapi tetap saja tidak ada pergerakan sedikitpun.
Pikiran dan tubuh yang sudah lelah membuat tuan Dev malas mencari dan memilih duduk bersandar pada sofa.
"Kalau kamu tidak dalam waktu tiga puluh detik, maka bersiaplah baby, aku akan menghukum mu.. "
__ADS_1
Sementara itu..
Asisten Clark yang menemui Jeni di rumah belakang, dengan alasan yang sama yaitu kesibukan di perusahaan yang selain menemui beberapa klien juga ada tamu dari dinas wilayah yang melakukan sidak selama berjam jam, sidak dalam hal laporan neraca keuangan yang memang biasa setahun sekali dan bertepatan dengan hari ini.
"Aku sama sekali tidak sempat pegang ponsel untuk menghubungimu, sekarang katakan semua yang kalian lakukan seharian ini" ucap asisten Clark yang kini duduk di sebuah kursi didalam kamar Jeni.
"Semua baik baik saja, kami pergi ke pusat kota untuk menonton bioskop dan lainnya, hanya saja nona Lucy tiba tiba meninggalkan aku dan Laura, saat itu nona Lucy menghampiri aku dan dia hanya berkata, Habiskan waktumu bersama Laura, aku akan menemui suamiku, jadi aku meghabiskan waktu dengan Laura. " perkataan Jeni membuat asisten Clark pusing tiba tiba kepalanya berdenyut nyeri,
Kita dalam masalah besar, astaga !!! teriak asisten Clark dalam hati.
"Aku dan tuan Dev sangat sibuk mengurus banyak pekerjaan ini dan itu, dan nona Lucy sama sekali tidak mengunjungi perusahaan, apa kamu yakin dengan ucapanmu Jeni ?" asisten Clark mulai panik dan tiba tiba berdiri lalu menarik Jeni menuju rumah besar.
Mereka berlari..
"Aku mengatakan yang sebenarnya, nona Lucy sendiri yang bilang tidak apa apa, memangnya ada apa Clark ??" Jeni bicara sambil berusaha mengimbangi langkah kaki asisten Clark yang berlari sedikit lebih cepat didepannya.
Keduanya segera menuju lantai tempat kamar utama berada setelah masuk kedalam rumah besar,
Tepat tengah malam, seiring waktu berdetak asisten Clark dan Jeni semakin terkejut saat terdengar suara dari dalam kamar utama,
"LUCY !!!!" teriak tuan Dev berkali kali memanggil sang istri , dirinya benar benar kehabisan rasa sabar lantaran sang istri tak kunjung keluar dari persembunyiannya.
Suara detik jam didinding mengiringi nafas tuan Dev yang emosi, dengan mengepalkan kedua tangannya tuan Dev bertekad menemukan persembunyian sang istri lalu menghukumnya.
Bersamaan dengan itu suara pibtu di ketuk dari luar,
Tokk.. tokk.. tok..
"Tuan Dev anda didalam ??" ucap asisten Clark agak keras.
Sedetik tidak ada jawaban asisten Clark mengetuk lagi lebih keras, Jeni yang berdiri dibelakang asisten Clark sampai kesulitan menelan ludah.
Apa yang sudah terjadi ??? apa nona Lucy tidak bersama tuan Dev ??? lalu.. aarrgghh !!! bodohnya aku seharusnya tidak membiarkan nona Lucy pergi tadi, astaga mati aku... Jeni merasa bersalah dalam diam tubuhnya gemetar ketakutan, kali ini majikannya pasti akan menghukum berat.
Pintu terbuka dengan sosok tuan Dev yang dingin menyeramkan,
"Tuan Dev.. " ucap asisten Clark.
__ADS_1
Sedikit menarik nafas lalu mengatakan situasi yang sedang terjadi,
'Nona Lucy menghilang tuan.. " bibir asisten Clark sedikit bergetar mengatakan hal itu.
"APA ??" seketika netra tuan Dev mendelik terkejut sepersekian detik kemudian tuan Dev menatap nyalang kearah pengawal wanita istrinya yang berdiri dibelakang asisten Clark.
"Dimana istriku !!! apa kamu tidak becus bekerja hah ??? omong kosong apa ini !!!" tuan Dev menarik kasar kerah baju Jeni lalu membenturkan ke dinding.
Bruugh !!
"Aku membayarmu mahal untuk menjaga istriku dengan segenap jiwamu, dan bisa bisanya kamu lengah sampai kehilangan istriku, BODOH !!!"
PLAKK !!!
Suara tamparan tuan Dev keras mendarat di wajah Jeni berkali kali, sampai kulit Jeni membekas merah dan sudut bibirnya berdarah.
Netra Jeni bergetar, dia juga tidak menyangka jika akan seperti ini, dalam hatinya Jeni juga merutuki kebodohannya kenapa menuruti permintaan nona Lucy bukannya nekad mengikuti kemana nona Lucy pergi.
Asisten Clark maju selangkah hendak melindungi Jeni tapi, tuan Dev menahan dengan satu tangan terangkat membuat asisten Clark kembali terdiam.
"Jangan mendekat Clark !! pengawal bodoh ini hatus dihukum !!" sambil melanjutkan pukulan ditubuh Jeni sebagai pelampiasan amarah tuan Dev.
Jeni tidak melawan, pun tidak menghindar. Dia menerima setiap pukulan dan tamparan sebagai ganjaran atas keteledoran nya saat bekerja.
Puas memukuli Jeni, tuan Dev berbalik dan pergi begitu saja, pikirannya kalut.
"Dimana kamu baby.. diluat sana hujan semakin deras, apa kamu berada di tempat yang aman ? " batin tuan Dev sambil berkali kali. mencoba menelpon sang istri tapi tak tersambung.
Asisten Clark tidak meninggalkan tuan Dev sedetikpun, saat ini keduanya berada di dalam ruang kerja,
Sebelumnya asisten Clark meminta tolong pada Luis untuk membantu mengobati Jeni.
"Tenangkan dirimu tuan Dev, kita pasti akan menemukan keberadaan nona Lucy.. " asisten Clark mulai membuka tablet canggihnya dan melacak lokasi nona Lucy lewat ponselnya.
"Sebaiknya begitu atau nyawamu taruhannya !! " tuan Dev duduk dikursi kebesarannya tidak tenang.
Otak tuan Dev terus berpikir apa yang harus dia lakukan, jika Lucy menghilang sejak siang hari artinya ini sudah berjam jam dan siapa yang berani mengusik kehidupan pribadinya ??
__ADS_1