
Di dalam toilet, Lucy segera mencuci wajahnya, dirinya benar benar merasa pusing dan mual.
Beberapa kali merasa ingin muntah tapi tidak keluar apapun. Lucy sampai terduduk didekat toilet saking merasa lemas tubuhnya.
Untungnya toilet di hotel tersebut sangat bersih, Lucy merasakan perut kembali mual seperti di remas remas.
Hoek.. hoek..
Apa yang terjadi denganku.. Tuhan !!!
Lucy membatin sendiri sambil memuntahkan hanya berupa cairan bening, namun bulir keringat di wajahnya semakin deras dan terasa dingin.
Aku merasa mau pingsan..
Lucy menggeleng kepala nya cepat, mengatur nafas agar tidak sampai pingsan.
Menghirup oksigen lewat hidung dan mengeluarkan perlahan lewat mulut, melakukan dengan cepat dan berulang kali sampai harus memejamkan mata saat merasakan detak jatungnya berirama lebih cepat.
Beberapa waktu kemudian..
Lucy melangkahkan kakinya keluar dari toilet dengan lemah, saat menuju pintu keluar tanpa sengaja menubruk seseorang yang juga ingin menggunakan toilet.
Hampir saja Lucy terjatuh saat terhuyung mundur, beruntung seorang tersebut sigap menangkap bobot tubuhnya.
"Ma.. maaf aku tidak sengaja" ucap Lucy lirih.
Wajahnya kentara sangat pucat dan sorot matanya sayu tidak fokus.
__ADS_1
Sedangkan seorang yang ditubruk itu adalah salah satu tamu undangan,
"Nona apa kamu baik baik saja, kenapa sangat pucat.. kemari biar aku bantu.. "
Wanita seumuran Lucy itu hendak membantu sampai Lucy kembali ketempat duduknya, mereka berdua berjalan pelan memasuki ballroom acara.
Sedangkan tuan Dev seketika berdiri dan berlari kecil saat melihat istrinya berjalan dipapah oleh seorang wanita.
Tuan Dev menghampiri Lucy yang tampak lemas, dan mengambil alih tubuhnya dari wanita tersebut.
"Apa yang terjadi pada istriku ?" tanya tuan Dev panik.
"Kami bertemu di toilet dan istri anda tampak sangat pucat mungkin sedang tidak enak badan, sebaiknya ajak nona ini untuk istirahat disalah satu kamar, kasihan.. " ucap wanita itu penuh empati.
"Hemm.. itu ide yang bagus, baiklah terima kasih sekali lagi, permisi.. "
Tuan Dev memapah Lucy meninggalkan ballroom acara ,belum juga sampai ke tempat resepsionis Lucy tidak kuat dan akhirnya pingsan.
Tuan Dev dengan cepat memutuskan untuk meminta satu kunci kamar lalu dengan tergesa membawa sang istri masuk kedalam lift usai menekan sebuah tombol naik ke lantai 5.
Didalam lift, tuan Dev menatap wajah Lucy yang pingsan.
Pucat sekali..
Tuan Dev mengeratkan gendongan saat keluar dari lift dan gegas masuk ke dalam kamar yang di pesan.
Usai menutup pintu, tuan Dev membaringkan tubuh Lucy dengan sangat hati hati diatas ranjang. Beberapa saat kemudian tuan Dev tampak menelpon seseorang untuk segera memeriksa Lucy.
__ADS_1
Sepuluh menit kemudian..
Tuan Dev mondar mandir menunggu dokter Irene yang tak kunjung tiba, saat ingin membenarkan posisi berbaring Lucy terdengar suara pintu diketuk dari luar.
Segera membuka pintu dan benar saja, dokter Irene masuk dan segera menyiapkan peralatan untuk memeriksa kondisi Lucy.
"Dev, tolong matikan ac nya tubuh istrimu dingin" perintah dokter Irene tanpa menoleh kearah tuan Dev.
Tuan Dev mematikan ac lalu kembali mendekat ke arah ranjang, berdiri didekat ranjang sambil mengamati apa yang dokter Irene lakukan.
"Lakukan apapun agar istriku sadar" titah tuan Dev bernada khawatir.
"Apa istrimu belum tahu jika dia sedang mengandung ? sepertinya dia ada salah makan. "
"Apa hubungannya salah makan dengan kandungannya ?" tuan Dev memicingkan matanya penasaran.
"Wanita hamil itu memiliki hormon yang unik, terkadang ada saja jenis makanan yang menurut orang normal biasa saja tapi bagi ibu hamil itu sangat menyiksa, dan sepertinya istrimu memakan sesuatu tadi yang tidak cocok dengan hormon kehamilannya. " Dokter Irene melepaskan pakaian Lucy lalu menyelimuti tubuh Lucy agar tidak dingin.
Kemudian dokter Irene memasang satu kantong infus untuk mengganti cairan yang hilang di dalam tubuh.
Sedangkan tuan Dev tampak berpikir, makanan apa yang sampai membuat Lucy seperti keracunan padahal mereka menikmati hidangan yang sama.
Hanya ada satu cara untuk memastikan. Tuan Dev meninggalkan dokter Irene setelah meminta untuk menjaga Lucy sampai dia kembali.
"Pergilah aku akan menjaga Lucy.. "
Mengangguk setuju, lalu tuan Dev gegas berlari kembali menuju ballroom acara resepsi.
__ADS_1
Masih ramai tamu yang berdatangan namun tuan Dev tidak peduli, dia mengarah ke meja tempat dia dan Lucy tadi duduk Lalu memanggil salah satu pelayan.
Tuan Dev ingin memastikan sesuatu.