Menjadi Istri Boneka Tuan Dev

Menjadi Istri Boneka Tuan Dev
Bab 87 Situasi Darurat


__ADS_3

Sementara itu..


Lucy yang menghambur ke tubuh tuan Dev, mereka berdua ambruk bersama. Tuan Dev merengkuh tubuh sang istri yang berada di atas tubuhnya.


"Dasar bodoh.. aku minta kamu menyingkir dari tempat ini, kenapa malah berlari kearahku! " nada suara tuan Dev terdengar membentak lirih.


Tapi tidak melepaskan pelukan,


"Suamiku kesakitan dan ditembaki didepanku mana mungkin aku diam saja.. " jawab Lucy pelan.


"Semua sudah berakhir, kamu selamat baby... " tuan Dev mengusap pucuk kepala sang istri lalu..


"Aku senang sekali kamu menyelamatkan aku.. daddy.. " Lirih Lucy mengucap lalu suasana menjadi hening.


Tuan Dev membiarkan sang istri dalam pelukannya,


Beberapa saat kemudian..


Saat tuan Dev mengusap punggung Lucy dan tiba tiba saja terkejut,


Darah ??? batin tuan Dev.


Darah segar membasahi telapak tangan tuan Dev membuat tuan Dev seketika membangunkan sang istri yang ternyata tidak sadarkan diri.

__ADS_1


"Alex ,help me !!!"teriak tuan Dev memanggil Alex sang asisten mafia king.


Alex segera mendekat usai memerintahkan anak buahnya mengikuti helikopter yang membawa Rian kabur.


Alex membantu tuan Dev memeriksa kondisi Lucy yang tidak sadarkan diri.


"Dia mengalami luka tembak di bagian belakang, jangan bergerak aku akan panggil bantuan kesini. " Alex bangkit lalu menelpon ambulance.


Sementara tuan Dev yang menopang tubuh sang istri tiba tiba saja seperti tersambar petir,


DHUARR !!!


Kepala tuan Dev berdenyut sakit memikirkan kondisi sang istri. Bahkan lukanya sendiri diabaikan.


Bantuan datang dengan cepat, tidak sampai lima belas menit keduanya dibawa ke rumah sakit swasta milik keluarga Sanders.


Sementara tuan Dev mendapatkan pertolongan pertama yaitu saat seorang medis membersihkan luka tembak yang menggores lengan kirinya, lalu diperban sementara.


"Perawatan intensif kita lakukan saat tiba di rumah sakit tuan.. " ucap seorang medis.


"Hhmm.. pastikan kondisi istriku dan kandungannya selamat, lakukan apapun untuk mereka, " ucap tuan Dev datar tanpa ekspresi.


Melihat bagaimana kondisi sang istri yang tidak sadarkan diri membuat tuan Dev mengembun sudut matanya,

__ADS_1


Seharusnya peluru itu bersangkar ditubuhku.. bukan tubuhmu sayangku... hiks..


Beberapa alat medis terpasang pada tubuh Lucy, tenaga medis di dalam ambulance tidak lengah sedikitpun sampai tiba di rumah sakit.


Pintu ambulance terbuka disana sudah ada brankar pasien yang siap membawa pasien ke unit tindakan gawat darurat.


Melewati lorong loby hingga masuk kedalam llift khusus, tidak sekalipun tuan Dev melepaskan tangan sang istri.


"Bertahan lah sayang aku mohon... " ucap lirih tuan Dev tanpa henti sampai tiba di depan ruang operasi.


Tuan Dev tidak diijinkan masuk, berjalan gontai tuan Dev ambruk begitu saja pada kursi yang berada di depan ruang operasi.


Lampu emergency diatas pintu ruang operasi menyala berwarna merah, menandakan ruangan sedang digunakan untuk melakukan tindakan operasi darurat.


Satu jam...


Dua jam...


Lampu emergency tak kunjung berubah warna.


Tuan Dev semakin kacau hatinya tidak bisa tenang dan rasa bersalah terus saja menghantui.


Seharusnya yang ada di dalam sana adalah aku, bukan kamu sayang.. Jika harus mati maka itu seharusnya juga aku bukan kamu.. Kamu harus selamat, anak kita juga harus selamat.. hiks..

__ADS_1


Operasi berlangsung lebih lama dari yang seharusnya, Tuan Dev bahkan menolak saat beberapa perawat ingin mengajak nya ke ruang tindakan lain untuk mengobati lukanya.


"Aku tidak akan kemana mana sampai istriku keluar dengan selamat dari ruang operasi !"


__ADS_2