Menjadi Istri Boneka Tuan Dev

Menjadi Istri Boneka Tuan Dev
Bab 83 Kembali ke rumah besar


__ADS_3

Luis terkejut saat masuk kedalam kamar utama, dirinya yang ingin membawakan makan siang untuk sang tuan justru dikejutkan dengan kondisi kamar yang terlalu berantakan, ada banyak botol bergelimpangan, serpihan kaca dari botol yang pecah dimana mana.


Luis sampai harus berhati hati saat melangkahkan kaki meski mengenakan sepatu tetap saja waspada itu perlu.


Usai meletakkan nampan berisi makan siang di meja, Luis memanggil pelayan lewat tombol tele konference yang berada di dekat pintu untuk membersihkan serpihan kaca yang berserakan,


Lalu Luis dengan langkah hati hati mencari dimana keberadaan tuan Dev, netra Luis memindai setiap sudut ruangan, dan suara gemericik air dari arah kamar mandi saat dirinya melangkah mendekat membuat Luis sangat yakin jika tuan Dev ada didalamnya.


Mengetuk pintu kamar mandi beberapa kali namun tidak ada jawaban, mengetuk lagi dan masih tetap sama tidak ada jawaban,


Ceklek..


Luis membuka kenop pintu sangat pelan, sambil mengucap "Tuan Dev, anda di dalam ?"


Kepala Luis mengintip sedikit dari balik pintu melihat apakah tuan Dev benar ada didalam.

__ADS_1


Lalu saat netra Luis menangkap sosok yang dia cari sedang meringkuk dibawah guyuran air shower, dengan cepat Luis menghampiri dan memeriksa kondisi tubuh tuan Dev yang hanya diam.


Tubuh tuan Dev terasa dingin menggigil, Luis melepaskan semua kain yang menempel pada tubuh tuan Dev lalu memakaikan bathrobe tebal dan membawa tuan Dev kembali ke kamar.


Kamar sudah kembali bersih dan rapih, tidak ada satu serpihan kaca pun tertinggal, sprei juga sudah diganti, tirai jendela disibakkan setelah sebelumnya tertutup dan gelap.


Dengan dibantu seorang pelayan pria Luis membaringkan tuan Dev diatas ranjang, mengoles minyak agar suhu tubuh kembali hangat lalu menyelimuti tuan Dev.


"Matikan AC dan nyalakan penghangat ruangan, cepat !" titah Luis pada pelayan pria yang membantunya dari tadi.


Beberapa waktu kemudian..


Bersamaan saat didekat tangga mereka bertemu Luis yang baru saja turun dari lantai atas.


"Luis, dimana tuan Dev ?" tanya asisten Clark sedikit terbutu buru.

__ADS_1


"Tuan Dev ada di kamar beliau sedang istirahat, jika bukan hal yang penting sebaiknya jangan ganggu beliau.. " sopan Luis mengatakan jika tuan Dev butuh istirahat.


"Justru ini sangat penting Luis, lebih penting dari masalah apapun. " asisten Clark segera naik kelantai atas dengan langkah kaki jenjang menapak beberapa anak tangga sekaligus.


Tidak sabar untuk mengabarkan hal penting yang dia temukan hari ini, asisten Clark mengetuk pintu kamar beberapa kali lalu masuk begitu saja.


Jeni tidak ikut naik ke lantai atas, asisten Clark meminta Jeni menunggu diluar mengingat emosi tuan Dev yang bisa sewaktu waktu terpancing jika melihat sosok pengawal sang istri.


Tuan Dev berbaring meski tidak tidur namun sorot matanya tampak hampa dengan garis hitam dibawah mata yang menandakan jika siempunya kurang tidur kurang istirahat.


"Tuan Dev.. saya memiliki informasi terbaru tentang keberadaan nona Lucy.. " belum selesai asisten Clark mengucap tuan Dev memotong ucapan dan berkata,


"Aku tidak peduli !! biarkan wanita sialan itu pergi dengan kekasih nya, jika sampai aku melihat mereka aku bersumpah akan menghabisi nyawa keduanya tanpa ampun Clark.. " meski terdengar lirih namun suara tuan Dev terdengar masih emosi.


"Tuan Dev.. anda salah paham, kita sudah salah paham, nona Lucy tidak berselingkuh tuan saya sudah mendapatkan bukti konkret nya.. "

__ADS_1


Ucapan asisten Clark yang berdiri didekat ranjang dengan posisi hormat seperti biasanya membuat sudut mata tuan Dev yang tadinya hampa menatap langit langit kamar seketika menoleh menatap tajam ke arah netra asisten Clark.


"Apa katamu ??"


__ADS_2