
Di sebuah pusat perbelanjaan kota San Fransisco.
Entah ini suatu kebetulan atau takdir sedang berbaik hati pada Rian Gosling, dia melihat wanita pujaan hatinya yang selama ini dia cari, baru saja Rian ada janji dengan seseorang tapi justru disaat yang sama melihat wanitanya sedang jalan di Mall tanpa pengawalan.
Lucy...
Melihat Lucy sedang jalan bersama kedua temannya, Rian tidak ingin gegabah, dia menelpon anak buahnya agar membantu rencana yang sudah dia siapkan sejak lama.
Now or never Lucy.. kamu milikku.. batin Rian gosling dengan masih tetap mengikuti ketiga wanita tadi.
Tampak ketiga wanita itu sedang antri membeli tiket untuk menonton film.
Jeni sedang mengantri tiket dan Laura mengantri membeli camilan. Sedangkan Lucy sedang duduk menunggu disalah satu sudut ruangan.
Melihat antrian tiket dan camilan yang cukup panjang, ini kesempatanku, Rian gosling menghampiri Lucy.
"Hai Lucy.. " sapa Rian
"Ah iya.. siapa ya ?" Lucy tidak ingat pria yang menyapa,
"Rian.. aku rekan bisnis Devan Sanders, kita beberapa kali bertemu ingat kan ?"
Lucy mengamati dari atas sampai bawah lalu memperhatikan lebih seksama wajah Rian,
__ADS_1
"Oh iya anda tuan Rian, maaf tidak mengenalimu" Lucy tersenyum ramah.
"Syukurlah, Hhmm maaf tapi.. apakah aku bisa meminta bantuan mu sebentar saja ?" tiba tiba Rian mengatakan butuh bantuan.
"Bantuan apa, aku sedang bersama teman temanku tidak enak jika meninggalkan mereka begitu saja, "
Lucy menolak secara halus tapi Rian tidak hilang akal, tiba tiba saja Rian seolah sedang menerima panggilan telepon.
"Hallo.. " kata Rian sambil menempekan ponsel ditelinganya.
"Ahh iya Dev.. aku akan segera menuju tempat meeting, dan heii coba tebak siapa yang aku temui, istrimu.. "
Lucy tidak tahu jika Rian hanya bermonolog sendiri,
"Apa ? kamu ingin aku mengajak istrimu ? tapi dia sedang bersama teman temannya bro.. " Rian melirik Lucy yang mengalihkan pandangan tapi ikut mendengarkan diam diam.
Rian mengakhiri panggilan dan menoleh pada Lucy ,
"Sepertinya suamimu tidak ingin jauh darimu, dia ingin kamu menemuinya sekarang, kebetulan kami akan meeting siang ini.. " ucap Rian dengan ramah
"Tadi pagi juga suamiku bilang akan ada meeting dengan klien siang ini, ternyata itu kamu " Lucy tersenyum simpul sambil menatap kedua temannya yang masih antri.
"Iya benar, ini sudah hampir terlambat jadi mari.. " ajak Rian sopan.
__ADS_1
Tapi sebelum mengikuti Rian, Lucy terlebih dahulu menghampiri kedua temannya, mengatakan pada Laura dan Jeni jika suami tiba tiba ingin bertemu,
Sama sekali tidak ada yang curiga mengingat karakter tuan Dev yang memang suka seenaknya sendiri memerintah orang.
Lucy masuk ke dalam mobil Rian, keduanya melaju dengan kecepatan sedang menjauh dari kota San Fransisco.
Sementara Laura dan Jeni yang sudah mendapatkan tiket dan camilan saling menatap heran lalu sedetik kemudian mereka tertawa,
"Suami bucin yang tidak mengijinkan istrinya bersenang senang hahaa.. "
"Aku tidak mau punya suami seperti tuan Dev, tidak asik hahaa.. " sahut Jeni
Kedua wanita itu tertawa nyaring sambil bergeleng kepala lalu masuk kedalam ruang bioskop.
Tidak ada yang aneh sampai..
"Kita menuju kemana ?" tanya Lucy heran lantaran mobil Rian mengarah keluar dari kota San Fransisco.
"Ketempat dimana kita harus segera sampai Lucy, tenanglah" Rian menekan tombol auto drive lalu dengan cepat membungkam mulut Lucy dengan saputangan yang sudah diberi cairan bius.
Adegan itu terlalu cepat, bahkan belum ada satu detik Lucy menoleh keluar memperhatikan jalan lewat spion dan tiba tiba saja..
"Maaf sayang.. akan lebih baik jika kamu tidur sebentar"
__ADS_1
Cup.. Rian mengecup sekilas bibir Lucy yang sudah pingsan.
Setelah membenarkan posisi duduk Lucy dengan agak menurunkan sandaran kursi, Rian melanjutkan mengendarai mobil menuju ke suatu tempat.