
MASIH DIRESTORAN
Ponsel Jeni berdering saat Lucy dan Anne masih mengobrol.
"Halo.. iya tuan sebentar"
Jeni menyela percakapan Lucy dengan temannya dan mengatakan jika asisten Clark ingin bicara.
"Asisten Clark ingin bicara dengan anda nona Lucy.. "
Lucy mengangguk paham saat Jeni mengulurkan ponselnya.
"Halo.. " suara Lucy terdengar manis diujung sambungan.
Tidak ada respon.
Biasanya asisten Clark akan langsung mengatakan apa saja yang perku disampaikan saat dalam panggilan telepon.
Lucy sampai beberapa kali memerika ponsel Jeni, sinyal full, volume suara juga full tapi..
"Halo.. asisten Clark apa ada hal penting ?? halo ??"
"Ini aku.. "
Tiba tiba Lucy melempar ponsel Jeni ke meja saking kagetnya mendengar suara beruang kutub diujung sambungan.
Astaga apa yang aku lakukan kenapa aku melempar ponsel Jeni !!
Jeni dan Anee pun ikut terbelalak melihat refleks gerakan Lucy.
ponsel baruku !!!
"Eh.. hhmmm maaf. " Lucy tersenyum kikuk dan kembali mengambil ponsel Jeni.
Masih tersambung.
Lucy menempelkan lagi ponsel ditelinganya..
"Su.. suamiku.. ada apa tumben menelpon ?"
__ADS_1
Seumur pernikahan baru pertama kali ini suaminya menelpon.
"Datang ke kantor dan bawakan cemilan untuk acara meeting sore ini, ada sekitar 30 orang. "
"Ce.. cemilan apa suamiku, apa yang biasanya di sajikan saat meeting ?"
"Bawa saja cemilan wafle, kue crepes dan kopi, oke bye.. "
tutt.. tutt. tutt.. panggilan berakhir sepihak.
Lucy sampai masih mematung beberapa saat sebelum kembali kesadarannya dan meyerahkan ponsel. kembali ke Jeni.
"Sesuatu terjadi nona Lucy ?"
Lucy mengerjap beberapa kali kemudian,
"Ahh tidak kok tidak, hhmm Anne bisa aku pesan cemilan untuk sore ini? "
Lucy menoleh kearah Anne yang masih duduk di kursinya.
"Tentu saja, katakan apa yang kamu butuhkan Lucy"
"Itu sangat banyak, baiklah apa saja yang harus kami siapkan Lucy"
"Kue crepes, waffle dan kopi.."
"Semua itu apa yang kamu makan saat ini kan Lucy, sweet sekali suamimu memesankan menu favoritmu untuk rekan kantor nya, baiklah akan kami siapkan semuanya. "
"Hanya kebetulan saja mungkin " Lucy tersenyum kikuk menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Mana mungkin dia tahu apa yang aku makan saat ini, pasti cuma kebetulan tidak lebih.
Lucy dan Jeni menunggu pesanan siap, selama hampir satu setengah jam akhirnya pesanan siap. Lucy melebihkan jumlah pembayaran, tentu saja pakai kartu hitam ajaib milik tuan Dev.
"Kamu membayar terlalu banyak Lucy, Astaga.. " ucap Anne tak enak hati.
"Tidak apa Anne, anggap saja sisanya adalah tips untuk kalian semua karena sudah menyiapkan pesananku dengan cepat" Lucy melempar senyum manis sambil menerima kartunya.
"Kamu sangat beruntung Lucy, suamimu pasti sangat kaya dan Aku berdoa untuk kebahagiaanmu"
__ADS_1
"Thank you Anne.. Kita akan bertemu lagi di lain waktu"
Kembali dua sahabat itu berpelukan sebelum akhirnya Lucy dan Jeni kembali ke mobil.
Perjalanan menuju perusahaan tuan Dev cukup singkat, mereka tiba disana masih awal.
"Meetingnya masih setengah jam lagi Jeni ayo "
"Saya akan memanggil office boy untuk membantu membawakan semua ini "
Setelah semua pesanan dibawa oleh office boy, mereka melangkah menuju lift.
Saat melewati loby dan berpas pasan dengan beberapa karyawan tampak mereka terkejut,
bukankah itu pegawai wanita yang cupu dan selalu berjalan dibelakang tuan Dev dan asisten Clark?
Bagaimana dia bisa berkeliaran bebas di perusahaan ini dan apakah itu pengawalnya ? sejak kapan Lucy punya pengawal kayak orang penting aja cih !
Salah satu karyawan mendekati mencegat langkah Lucy , sambil bertenteng tangan.
"Apa yang kamu lakukan disini ? bukankah kamu sudah di pecat ?"
Karyawan itu menatap sinis pada Lucy, dan saat Jeni hendak maju melawan tangannya di tahan oleh Lucy. Lucy menggeleng pelan seolah berkata, biarkan saja.
"Aku kesini hanya untuk mengantarkan pesanan kok, lihatlah " Lucy menunjuk ke arah dua office boy yang membawakan pesanan tuan Dev tadi
"Maaf ya duluan.. " Senyum singkat Lucy kemudian masuk ke dalam lift khusus menuju ruangan tuan Dev.
Di dalam lift Jeni merasa tidak enak karena kurang mampu menjaga nona muda dari para karyawan yang julid.
Tingg... pintu lift terbuka
Jeni mengantarkan Lucy sampai di depan pintu ruangan tuan Dev. Kemudian Jeni mengarahkan dua office boy tadi untuk menata pesanan didalam ruangan yang akan digunakan untuk meeting.
Didalam ruangan itu juga ada asisten Clark yang sedang menyiapkan berkas laporan setiap divisi untuk meeting.
Selanjutnya Lucy hanya menunggu di sebuah sofa sendirian, karena saat ini tuan Dev dan asisten Clark sudah pergi ke ruaangan lain untuk meeting.
"Apa yang harus aku lakukan sendirian di sini huft.. "
__ADS_1