
Tuan Dev pergi dari gedung kosong tempat bibi Elly di sekap, dengan penjagaan ketat didalam dan diluar gedung, sebelum masuk ke dalam mobil tempat tuan Dev menunggu, asisten Clark terlebih dahulu memberi arahan perintah pada salah seorang yang merupakan ketua dari anak buah yang bertugas menjaga gedung.
Setelah memastikan semua aman selama tuan Dev dan dirinya mengurus hal lain, asisten Clark masuk ke dalam mobil lalu menyalakan mesin dan melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan wilayah tersebut.
tuan Dev akan melakukan apa yang sudah dia rencanakan, kunjungan dadakan ke perusahaan paman Robert adalah langkah awalnya.
Sekitar lima belas menit perjalanan, mobil tuan Dev terparkir di sebuah basment, asisten Clark turun dan segera membukakan pintu untuk tuan Dev,
Dengan penampilan paripurna khas CEO tampan nan gagah, tuan Dev melangkahkan kaki jejangnya masuk kesebuah lift diikuti asisten Clark yang bergerak seperti bayangan tuan Dev.
Asisten Clark menekan sebuah tombol di dalam lift, lift bergerak ke lantai atas, menuju lantai tempat dimana ruangan paman Robert berada.
Tinggg.. pintu lift terbuka,
Tuan Dev beserta asisten Clark melangkah begitu saja melewati beberapa karyawan yang juga barusan dari ruangan paman Robert.
Tanpa mengetuk, ceklek..
__ADS_1
Asisten Clark membuka pintu dan mempersilakan tuan Dev masuk.
Paman Robert yang baru saja menyandarkan diri dikursi kebesaran usai menyelesaikan beberapa tanda tangan laporan seketika terjingkat berdiri.
"Astaga tuan Dev.. asisten Clark... kenapa tiba tiba sekali, harusnya kalian memberitahu jika akan kemari, ayo ayo silakan duduk. "
Paman Robert berjalan mendekat dan mempersilakan tuan Dev untuk duduk disebuah sofa.
Bukan duduk disofa yang di tunjukkan paman robert, tuan Dev justru duduk dikursi kebesaran paman Robert.
Paman Robert menatap heran, perasaannya tidak enak, apalagi saat tuan Dev memerintahkan dirinya,
Agak heran tapi sejurus kemudian asisten Clark menepuk pundak paman Robert dan memintanya untuk duduk di sofa.
Eghem..
Suara deheman tuan Dev terdengar serius, paman Robert bingung apa yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1
Kemudian asisten Clark mulai mengeluarkan beberapa map dari dalam tasnya yang mana setiap map berisi surat resmi akuisisi saham di semua perusahan milik keluarga Robert.
"Apa ini asisten Clark ? tolong jelaskan, apakah ini candaan atau apa ? bukankah urusan kita sudah selesai ?" paman Robert mulai mengeluarkan keringat dingin.
Saat ini asisten Clark menjejerkan beberapa berkas berisi akuisisi saham, masing masing berkas adalah bukti jika saham terbesar disetiap cabang anak perusahaan telah berpindah tangan,
Lalu sebuah berkas terakhir yang juga menunjukkan jika saham utama induk perusahaan yang di kelola paman Robert juga sudah berpindah tangan.
"Apa maksud semua ini tuan Dev ??" paman Robert merasa tidak melakukan kesalahan apapun.
Menurut paman Robert, urusan dengan tuan Dev hanyalah saat dirinya menumbalkan Lucy sebagai wanita pelunas hutang.
Pernikahan tuan Dev dan Lucy menjadi kunci keberhasilan paman Robert mencegah perusahaan, dan segala aset kekayaan dari ancaman kebangkrutan,
Lucy benar benar tak ternilai harganya, paman Robert merasa jika Lucy adalah dewi keberuntungan dikehidupan keluarganya.
Sejak menikahi Lucy tuan Dev lewat asisten Clark rutin meyuntikkan dana setiap bulan ke setiap aset perusahaan, bahkan tuan Dev juga membantu perusahaan paman Robert memenangkan berbagai tender proyek besar.
__ADS_1
Perusahaan yang dikelola paman Robert mengalami masa kejayaan setelah tuan Dev menikahi keponakannya.
Namun tidak disangka jika..