
Sudah sangat larut saat asisten Clark pamit, sedangkan tuan Dev tampak melangkah masuk kedalam kamar dimana Lucy sang istri sedang membaca buku.
"Belum tidur ? tumben.. " kata tuan Dev sambil masuk ke kamar mandi untuk mencuci muka.
"Belum.. aku menunggumu suamiku " jawab Lucy yang masih larut dalam buku bacaannya.
Tentu saja aku harus menunggu, itu aturannya kan ??
Kurang dari 10 menit tuan Dev sudah berganti dengan piyama tidur dan memposisikan dirinya berbaring .
"Kemarilah.. " tuan Dev menepuk sisi kosong di sebelahnya.
Lucy sepertinya tidak mendengar karena terlalu hanyut dalam cerita novel yang dulia baca.
Seettt.. tuan Dev merebut buku dari pangkuan Lucy.
"Heii.. aku belum selesai membaca itu.. "
Kemudian satu gerakan tuan Dev Lucy sudah ikut berbaring di. pelukannya.
Memeluk Lucy seperti guling,
"Jangan banyak bicara, tidur !" titah tuan Dev.
Tuan Dev sudah memejamkan mata tapi sepertinya Lucy belum mengantuk, Nafasnya sesak karena di peluk seperti guling, juga tidak berani banyak bergerak takut diapa apain.
__ADS_1
Nafas tuan Dev berirama teratur, sedangkan Lucy yang kepalanya berada di dekat dada tuan Dev dapat merasakan suara detak jantung yang berirama.
"Jika sedang tidur dia tidak seperti beruang kutub tapi kucing.. " batin Lucy.
"Kenapa tubuhmu yang arogan ini sangat nyaman saat pelukable ? Seandainya sikapmu padaku lelbih lembut.." Lucy menggeleng kepalanya pelan mengusir pikiran saat ini.
Mana ada rasa nyaman jika diperlakukan seperti mainan...
Sementara itu ditempat lain..
SEBUAH RESORT DI MALADEWA
Sepasang kekasih masih bertahan dengan permainan ranjang mereka, ya Margareth dan kekasihnya benar benar menghamburkan uang dengan sangat baik.
"Ahh iya.. harder honey !!" Margareth melenguh gila atas setiap hujaman sang kekasih yang bermain posisi dog style.
"Aghh.. ini tidak akan ada habisnya baby nikmat sekali milikmu !!" Kekasih Margareth seperti tak kenal lelah,
Bahkan payu dara Margareth yang menggelantung ikut bergerak mirip lato lato,
Saat semakin larut dalam gairah tiba tiba ponsel Margareth berbunyi,
"Siapa yang menelpon.. " Margareth meraih ponsel didekat ranjang.
Dengan posisi sang kekasih masih menikmati liang basahnya Margareth mengangkat panggilan yang ternyata adalah ayah Robert.
__ADS_1
"Halo ayah.. " Lirih Margareth mengucap
"Anakku kamu kemana, kamu menghilang tiba tiba membuat kami khawatir " ucap ayah Robert.
"A.. aku.. aku sedang ada kerjaan mendadak yah " Margareth mengigit bibirnya menahan desah kenikmatan.
"Suaramu agak aneh anakku, apa kamu baik baik saja ?? apa yang sedang kamu lakukan saat ini.. " Terdengar suara lenguhan yang membuat ayah Robert curiga.
"Aku sedang melakukan pijat di sauna ayah, setelah ini aku akan ada pemotretan, nanti telpon lagi ya yah, bye.. "
Margareth lekas melempar ponsel kesembarang arah usai menutup panggilan telpon sang ayah.
"Kamu ini dasar !! bagaimana jika ayahku curiga "
Margareth menarik dirinya, bahkan permainan belum selesai.
"Astaga Baby.. ayahmu hanya mengganggu kita saja, ayo lanjutkan"
Sang kekasih kembali mencumbui tubuh polos Margareth, mencoba memancing hasrat yang lebih besar dengan permainan lidah yang membuai.
Pria itu menyusu seperti bayi memainkan ujung lidahnya pada pucuk pu ting yang pasti keras, menyesap menjilati membuat liang basah dibawah sana kembali gatal ingin dimasuki.
Melanjutkan posisi gaya bercinta klasik enam sembilan, pria itu kembali menyulut gairah Margareth yang kini kembali menikmati loli berurat dibawah sana.
Penyatuan kembali terjadi dan saat ini Margareth yang pegang kendali.
__ADS_1