Menjadi Istri Boneka Tuan Dev

Menjadi Istri Boneka Tuan Dev
Bab 58 Kamar vvip


__ADS_3

Disebuah ruangan vvip rumah sakit swasta, Lucy masih terbaring diatas ranjang pasien, netra Lucy mengerjap menyesuaikan cahaya yang masuk lewat jendela kaca, entah berapa lama dirinya tertidur tapi saat ini Lucy sudah jauh merasa lebih baik.


Lucy menghela nafas pelan, selang oksigen masih terpasang di lubang hidungnya, mencoba untuk duduk agak bersandar Lucy melihat suaminya yaitu tuan Dev tengah tertidur disebuah sofa panjang didekat ranjang.


Lucy diam memandang sosok tuan Dev , ada rasa sakit yang tidak mampu diungkapkan. Apa yang terjadi dengan dirinya hingga harus berada disituasi seperti ini. Ingin sekali bisa memutar waktu kembali ke masa kecilnya dimana Lucy hanya ingin hidup bahagia bersama ayah dan ibu,


Tess... bulir air mata menetes begitu saja, jiwa Lucy terasa hampa dan terkekang ,dimana letak kebahagiaan yang ingin Lucy rasakan ? atau dimana kah letak surga tempat ayah dan ibu kini berada, bolehkah menyusul mereka daripada terus hidup tapi hanya menjadi istri boneka ?


hiks..


Suara sesegukan dari arah ranjang membuat tuan Dev terbangun , duduk dan segera menghampiri Lucy istrinya yang tiba tiba saja menangis tanpa ekspresi, hanya tampak raut kepiluan yang mengiris hati.


"Ada apa denganmu Lucy, tenanglah.. " tuan Dev memeluk Lucy dan mengusap punggung dengan lembut.


Sorot mata Lucy tidak bersinar, tampak sayu dan pucat. Tuan Dev menekan sebuah tombol di samoing ranjang, tombol khusus yang langsung terhubung untuk memanggil dokter atau perawat yang menangani.

__ADS_1


Tidak berapa lama dokter dan dua orang perawat masuk kedalam kamar pasien. Kedua perawat membantu memposisikan Lucy untuk tiduran dan dokter akan memeriksa kondisi keseluruhan.


"Semua baik.. nyonya Sanders sudah pulih dan bersyukurlah kita racun itu tidak mempengaruhi janin yang dikandung. " ucap dokter yang menangani yaitu dokter Irene pada tuan Dev.


"Janin ? apa maksudmu dokter ?" tanya Lucy lirih dengan mengkerutkan dahi.


"Iya, anda sedang hamil dan cobalah untuk menjaga emosi jangan sampai stress ya" jawab dokter Irene ramah.


Kemudian dokter Irene menatap tuan Dev yang berada di dekat Lucy agar tidak melakukan hubungan suami istri selama masa kehamilan trimester awal.


"Hhmm.. "


"Biasanya pada trimester awal ibu hamil akan sering menginginkan hal hal aneh, jangan dimarahi cobalah untuk menuruti apapun yang istrimu inginkan selama dalam batas wajar , jangan membentak atau menyakiti perasaannya, oke Dev ??"


Lagi lagi tuan Dev hanya menjawab singkat,

__ADS_1


"Hhmmm.. "


Kemudian dokter Irene menjelaskan beberapa hal lainnya, apa yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan tuan Dev selama mendampingi kehamilan sang istri.


Lucy yang ikut mendengarkan penjelasan dokter Irene tidak berani berharap banyak mengingat suaminya ini cenderung kejam, arogan dan tidak berperasaan. Ditambah jawaban tuan Dev yang hanya singkat Hhmm


Setelah dokter Irene dan perawat keluar dari kamar, tuan Dev menawarkan apakah ada yang diinginkan istrinya saat ini.


"Katakan apa yang kamu inginkan saat ini " kata tuan Dev mencoba berbasa basi.


"Aku hanya ingin tidur, bisakah aku tidur sendiri tanpa diganggu siapapun ?" kata Lucy lirih.


"Kalai begitu aku akan keluar, dan kamu tidurlah jangan memikirkan apapun supaya bisa lekas pulih dan bisa keluar dari sini. "


cup.. sebuah kecupan singkat mendarat dikening Lucy sebelum tuan Dev beranjak pergi.

__ADS_1


Setelah kepergian tuan Dev, hanya Lucy yang sendirian di dalam kamar, berbaring diatas ranjang Lucy merasa heran dengan apa yang baru saja terjadi dan apakah sikap lembut tuan Dev ini hanya semata karena dirinya sedang hamil ??


__ADS_2