Menjadi Istri Boneka Tuan Dev

Menjadi Istri Boneka Tuan Dev
Bab 37 Eh.. apa ??


__ADS_3

Meeting yang dilakukan jajaran petinggi perusahaan selesai, tuan Dev kembali ke dalam ruangannya sementara asisten Dev mengurus hal lain.


Saat tuan Dev masuk keruangan, tampak istrinya tertidur di sebuah sofa dengan sebuah buku majalah di pangkuan.


"Dia tertidur lagi hhmmm.. "


Memilih untuk membiarkan Lucy , tuan Dev lanjut memerika pekerjaan di laptopnya. Sebelum itu tuan Dev sudah meminta asisten Clark untuk pulang terlebih dulu dengan Jeni, tuan Dev berencana untuk pulang bersama Lucy.


Asisten Clark mengerti apa yang diinginkan tuan Dev dan saat ini asisten Clark meminta Jeni untuk menunggu di depan loby paaa saat jam pulang kantor.


Jeni menunggu di loby sampai sepi tapi belum muncul asisten Clark.


Hari mulai senja


Yang ditunggu akhirnya muncul, Clark menyapa Jeni kemudian meminta Jeni untuk ikut mobilnya.


"Tuan Dev dan nona Lucy akan membawa mobil sendiri, ayo"


Asisten Clark berjalan duluan diikuti Jeni yang mensejajatkan langkah di sampingnya.


Jeni tidak banyak bertanya, cukup mengikuti saja aturan yang di terapkan untuknya.


Di parkiran..


"Kamu yang bawa mobil" Clark melempar kunci mobil dan Jeni menangkap dengan sigap.


"Baik.. kita akan kemana ?" Jeni menawarkan saat sudah menyalakan mesin mobil.

__ADS_1


"Kerumahku, antar aku pulang terlebih dulu"


Jeni mengangguk paham lalu melajukan mobilnya ke arah rumah asisten Clark dengan kecepatan sedang.


Jalanan sedang macet saat ini dan asisten Clark mendengus bosan.


"Jeni.. tunjukkan skill mengemudimu aku mau tiba di rumah segera"


"Hemm.. sebentar " Jeni tampak melihat pada gps di ponsel jarak antara rumah Clark dengan lokasi mereka saat ini.


Kemudian Jeni menoleh pada asisten Clark yang juga duduk didepan dengan seulas smirk.


"Apa hadiahku jika berhasil membawamu sampai kerumah dalam waktu 10 menit Clark "


"We will see Jeni.. aku akan memasak makan malam untukmu jika berhasil tiba dirumahku kurang dari sepuluh menit"


Jeni dengan gesit mengoper gigi lalu mulai melakukan manuver ringan saat jalanan ramai, lalu berbelok ke sebuah gang dan menambah kecepatan.


Jangan dibayangkan bagaimana rasanya naik mobil masuk jalanan sempit dengan kecepatan penuh, oleng sedikit saja pasti akan tergores pinggiran gang,


Jeni tampak sangat fokus saat ini tujuan utamanya adalah menyelesaikan misi, Jeni bukan tipe wanita lemah yang mudah menyerah. Jeni akan sangat bersemangat menaklukkan tantangan yang di berikan padanya, dia sangat ambisius.


Clark tampak sedikit mencengkram seatbelt, tidak dipungkiri jantung Clark saat ini sangat berdebar.


"Tergores sedikit saja maka kamu harus mengganti rugi, aku akan poting gajimu !!"


ciiitttt...

__ADS_1


Suara rem mendadak membuat kedua penumpang di dalam mobil hampir terbentur dashboard depan,


Jeni menoleh tajam dengan tatapan siap menghunus, "Ulangi perkataanmu tadi ?!!"


Tatapan itu..


Glek..


"Aku bilang aku akan memasak makan malam untukmu , menyetirlah dengan aman aku masih sayang nyawaku !"


"Ck.. dasar penakut sama sekali gak asik !" Jeni berdecak,


Lalu saat mobil keluar dari jalanan gang sempit Jeni melajukan dengan kecepatan sedang, jarak rumah asisten Clark hanya tersisa dua blok.


Sementara itu Mobil yang di kendarai tuan Dev dan Lucy juga sudah meninggalkan perusahaan. Mereka tiba dirumah saat hari sudah malam dan sebentar lagi waktunya makan malam.


"Turun" ucap singkat tuan Dev memerintah Lucy.


"Ya thanks.. " Lucy menjawab singkat lalu turun dari mobil.


Lucy membawakan tas kerja tuan Dev sampai diteras kemudian menyerahkan pada Luis.


Tuan Dev dan Lucy masuk kedalam kamar bersamaan, saat didalam kamar,


"Ayo mandi bersama agar lebih cepat " ajak tuan Dev tiba tiba, menarik istrinya masuk ke kamar mandi.


"iya " jawab singkat Lucy yang sebenarnya tidak fokus mendengar apa yang di katakan tuan Dev.

__ADS_1


eh.. apa.. ?!


__ADS_2