Menjadi Istri Boneka Tuan Dev

Menjadi Istri Boneka Tuan Dev
Bab 28 Makan malam


__ADS_3

Saat makan malam tiba..


Sebuah meja makan besar berisi aneka sajian makanan sehat yang di masak langsung oleh koki utama, Luis memastikan semua makanan terhidang dengan baik sebelum tuan dan nona muda turun.


Sedangkan di dalam kamar utama, Lucy sedang membantu tuan Dev menyisir rambutnya. Bahkan sesi mandi membersihkan diri tadi pun diselingi dengan satu babak adegan panas dimana tuan Dev meminta Lucy mengendalikan penyatuan.


Tuan Dev tidak mengijinkan Lucy melakukan apapun selain melayani dirinya, harus selalu tersenyum saat bersama dan tidak boleh keluar dari rumah besar tanpa kawalan Jeni.


"Sudah siap suamiku.. " pelan Lucy meletakkan sisir kembali di tempatnya.


Tuan Dev tampak mematut hasil kerja istrinya di cermin, sedikit mengangguk menandakan jika tuan Dev puas dengan hasilnya.


Mereka turun dari lantai atas, tidak membolehkan Lucy yang hendak berjalan dibelakang nya


"Kamu istriku bukan pengawalku, jalan disampingku bukan dibelakangku !" titah tuan Dev pelan tapi jelas.


"Baik.. maafkan aku.. " Lucy berjalan disamping tuan Dev,


Mereka menuruni satu persatu anak tangga bersama, tidak ada percakapan apapun hingga tiba di ruang makan.

__ADS_1


Luis membungkuk hormat mempersilakan tuan Dev dan istrinya untuk duduk sembari beberapa pelayan mulai menyiapkan segala sesuatunya.


Tuan Dev menolak saat seorang pelayan hendak mengambilkan nasi di piring,


"Lucy.. layani aku "


Pelayan tadi melangkah mundur saat Lucy mendekat ke suaminya dan mulai meladeni apa saja yang ingin tuan Dev makan.


Luis dan beberapa pelayan yang berdiri agak dibelakang cukup heran dengan kejadian ini, pasalnya tuan Dev tidak mau dilayani oleh sembarangan orang.


Termasuk dengan kekasihnya dulu, Maria saja yang notabene pernah menjadi satu satunya wanita di hidup tuan Dev tidak pernah diperbolehkan untuk melayani di meja makan.


Luis membatin menilai jika sikap nona mudanya itu memang sangat keibuan, tangan lentiknya lincah menyuapi tuan Dev, tidak sedikitpun mengeluh jika saat ini pasti nona mudanya juga lapar.


Luis memperhatikan dari awal sampai akhir, bagaimana tuan Dev benar benar meminta nona Lucy untuk melayani.


"Habis.. apakah sudah cukup atau mau tambah suamiku.. " tanya Lucy lirih sopan saat suapan terakhir masuk ke mulut sang suami.


"Sudah cukup, aku akan ke ruang kerjaku sekarang selesaikan makanmu lalu ke kamar dan tunggu aku "

__ADS_1


Tuan Dev berdiri lalu melangkahkan kaki keluar dari ruang makan. Kini hanya ada Lucy yang duduk dan saat hendak mengambil makanan di piringnya tiba tiba saja..


"Kenapa kalian masih berdiri disitu, tuan Dev sudah selesai makan kalian juga bisa makan sekarang.. "


"Tidak nona muda, tugas kami memang hanya berdiri dan menunggu disini, jangan sungkan nona anggap saja kami tidak ada"


"Eh.. mana bisa begitu ayo duduk dan makan denganku, makanan ini masih sangat banyak dan tidak akan mampu aku habiskan semua, kemarilah "


Lucy menarik salah satu pelayan diikuti beberapa lainnya, sedangkan Luis akhirnya juga terpaksa ikut duduk bergabung dengan semuanya.


Canggung adalah apa yang para pelayan rasakan saat ini, tapi majikan mereka memerintahkan dan tidak berani menolak. Disisi lain mereka juga ketakutan saat Luis tanpa ekspresi menatap para pelayan, sorot matanya seolah berkata jaga sikap kalian !


Sesi makan malam selesai, Lucy mendengus kesal karena para pelayan tadi hanya duduk tapi tidak mau ikut makan.


Selanjutnya Lucy benar benar langsung kembali ke lantai atas dan masuk kedalam kamar utama.


Tidak ada yang harus dia lakukan saat ini, hanya duduk disebuah sofa sambil menonton acara tv.


Berapa lama aku harus menunggu, kenapa aku hanya boleh tidur setelah beruang kutub itu juga tidur, TIDAK ADIL !!

__ADS_1


Satu jam berlalu belum tampak tanda tanda tuan Dev akan masuk ke kamar, Lucy benar benar mengantuk netranya semakin berat, suara acara di tv justru seperti dongeng sebelum tidur yang menghantarkan Lucy ke alam mimpi..


__ADS_2