Menjadi Istri Boneka Tuan Dev

Menjadi Istri Boneka Tuan Dev
Bab 42 Ponsel couple


__ADS_3

RUANGAN CEO


Lucy meletakkan bekal makan siang yang diminta tuan Dev, menata satu persatu diatas meja lalu tinggal menunggu tuan Dev menyelesaikan sisa pekerjaan nya sebelum jamnya makan siang.


Asisten Clark terlebih dahulu ijin untuk keluar dengan Jeni ada hal penting yang ingin mereka kerjakan.


Diatas gedung..


"Aku lapar tapi kenapa kita malah kesini, kupikir kamu akan mengajak aku makan di kafe kesukaanku" Jeni mendengus sebal.


Aroma makanan yang dibuat nona Lucy sangat sedap membuat cacing diperutnya protes minta jatah.


"laporkan semuanya dulu, nanti aku traktir makan siang di kafe korean food favoritmu"


Kemudian Jeni mulai menceritakan apa saja kegiatannya dengan nona Lucy seharian ini, semua lengkap dan detail tanpa terlewat satupun.


Asisten Clark tampak menatap fokus menyimak setiap perkataan Jeni sembari menikmati wangi surai rambut panjang Jeni yang di kuncir kuda tertiup angin sepoi sepoi diatas gedung.


Entah kenapa tangan asisten Clark refleks menyentuh rambut Jeni lalu mencium menikmati aroma shampo yang dipakai Jeni.


Plakk !!!


Jeni menyingkirkan tangan Clark dengan cukup keras lalu melotot,


"Berani menyentuhku artinya siap bertarung denganku !" bentak Jeni kesal.


Dia tidak suka jika ada pria yang menyentuh nya,

__ADS_1


"Kenapa tidak bertarung diatas ranjang saja, aku pasti menang hahahaaa !!" tawa Clark absurb.


"Aku tahu tubuh asiaku memang menggemaskan tapi kurasa aku tidak perlu menegaskan lagi padamu bagaimana monster dalam diriku sewaktu waktu menggila kan !" Jeni memalingkan wajahnya beralih menatap gedung gedung pencakar langit di kota.


"Wanita asia memang unik dan aku belum pernah meniduri orang asia, jadi aku penasaran.. "


Plakk !! kembali Jeni melayangkan tamparan di pundak Clark lalu jalan mendahului.


"Ayo traktir aku makan, lapar !"


Clark berjalan mengikuti di belakang Jeni, mereka berjalan kaki menuju sebuah kafe korean food yang hanya berjarak 10 menit berjalan kaki dari perusahaan.


Kembali keruangan tuan Dev,


Makan sepiring berdua tampaknya sudah menjadi kebiasaan baru pasangan Devan dan Lucy. Semua makanan yang dibawa Lucy habis tak bersisa.


Pagi tadi Lucy tidak bisa menolak saat tuan Dev mengatakan ingin makan masakan rumahan. Tuan Dev meminta Lucy sendiri yang harus memasak dan menyiapkan untuk selanjutnya dibawa ke kantor.


Apa aku harus datang ke acara itu ? apa tuan Dev mau pergi denganku ?


Tiba tiba tuan Dev ikut duduk disampingnya lalu mengulurkan sebuah kotak.


"Bukalah" kata tuan Dev saat menyerahkan kotak pada Lucy.


"Apa ini ?" Lucy agak kaget dari lamunan singkatnya,


"Jangan cerewet ! Buka saja nanti juga tahu apa isinya "

__ADS_1


"hmm baiklah"


Lucy membuka kotak berbungkus itu lalu matanya membelalak,


"Suamiku.. ini untuk aku ?"


"Itu karena aku suka masakanmu hari ini, anggap saja itu hadiah kecil tak bernilai "


Lucy memainkan benda pipih ditangannya yang kenapa terasa sangat mewah,


ini pasti sangat mahal.. batin Lucy saat melihat ukiran nama belakang suami di satu sudut ponsel berwarna rosegold tersebut.


Sanders.. berapa uang yang dikeluarkan tuan Dev untuk membeli sepasang ponsel mewah limited edition yang bahkan tidak dipasarkan secara komersil.


Artinya ponsel itu hanya di produksi sesuai pesanan orang orang tertentu yang berduit.


"Dengarkan aku, ponsel ini adalah cara kita berkomunikasi secara pribadi, hanya ada satu nomor yang tersimpan dan kamu tidak boleh memberikan nomor ponselmu ke sembarang orang. "


Punya ponsel tapi gak boleh save nomor lain, dasar suami gila !!!


"Lalu.. apakah punyamu juga sama ? hanya menyimpan satu nomor ?"


"Ya.. sekarang tekan nomor 1 itu aka langsung terhubung ke ponselku"


Tuan Dev memperlihatkan bagaimana ponselnya berbunyi


Tapi yang membuat Lucy heran adalah, nama yang tersimpan di ponsel satu sama lain.

__ADS_1


Lucy sempat menahan geli tapi sesaat kemudian deheman tuan Dev membuatnya kembali diam.


Lalu tuan Dev dan Lucy saling mengutak atik fitur di ponsel couple milik mereka, sampai hari menjelang sore.


__ADS_2