
Ceklek..
Suara pintu dibuka membuat Lucy dan tuan Dev menoleh bebarengan dan,
"Astaga, apa aku masuk di waktu yang salah ??" ucap seorang wanita yang berdiri didekat pintu dan menatap santai ke arah pasangan suami istri yang sedang dalam posisi intim diatas ranjang.
"Laura !!" pekik Lucy senang tanpa sadar mendorong tubuh suaminya begitu saja.
"Pengganggu !!" tuan Dev mendengus kesal saat tubuhnya didorong sang istri sampai hampir jatuh dari tepi ranjang.
Laura dengan senyum elegan yang khas melangkah santai menuju ranjang dan meraih tangan Lucy.
"Maaf aku baru sempat datang, aku dan suamiku baru pulang dari Rusia dan saat mendengar kabar kamu dirawat dirumah sakit aku langsung kemari "
Lucy tersenyum melihat sahabatnya datang kemudian merentangkan tangan bermaksud ingin memeluk.
Mereka bepelukan sesaat, lalu saat tuan Dev berdehem,
"Eghem.. " sambil menatap kedua sahabat yang baru bertemu itu,
Tuan Dev dengan tanpa ekspresi seolah bertanya lewat sorot mata,
"Sedang apa kamu disini pengganggu !" begitu kira kira.
__ADS_1
Membuat Lucy segera melepas tangan Laura dan mempersilakan sahabatnya untuk duduk disofa.
Kemudian tuan Dev turun dari ranjang begitu saja dan kembali ke kamar sebelah.
Saat pintu penghubung kamar sebelah kembali tertutup, Lucy dengan semangat mengatakan jika dirinya sudah membaik.
"Aku baik baik saja Laura, senang sekali melihatmu ada disini menemuiku. "
Laura tidak memperbolehkan Lucy yang ingin turun dari ranjang dan mendekat ke sofa.
"Tetap di ranjang saja Lucy , jangan membuat dirimu capek biar aku yang kesitu"
Laura kemudian duduk ditepi ranjang dan berbincang dengan Lucy.
Lalu mereka lanjut berbincang hal hal ringan yang membuat keduanya saling tertawa kecil.
Hingga suara pintu kembali dibuka dan itu adalah dokter Irene yang diikuti seorang perawat yang membawa trolly berisi makanan.
"Selamat pagi nona Lucy.. anda terlihat segar yaa.. baiklah saya akan melakukan pemeriksaan pagi, maaf permisi.. " dokter Irene sangat sopan saat meminta Laura menggeser duduk nya agar dirinya bisa memeriksa kondisi Lucy.
Laura tidak hanya bergeser tapi memilih berdiri lalu berjalan ke arah sofa didekat jendela, dia menunggu sambil memainkan ponsel sampai dokter Irene selesai memeriksa sahabatnya.
Beberapa saat kemudian..
__ADS_1
"Semua sudah normal nona Lucy, tinggal pemulihan saja dan jika anda mau bisa pulang besok ya " kata dokter Irene sambil kembali mengalungkan alat yang digunakan untuk memeriksa Lucy di lehernya.
"Terima kasih dok, anda yang terbaik " Lucy sampai mengacungkan dua jempol tangan membuat dokter Irene kembali tersenyum.
Kemudian dokter Irene memerintahkan seorang perawat yang dari tadi dibelakangnya untuk menyajikan makanan diatas meja.
"Hidangkan semuanya di meja, jangan terlewat satu menu pun, " kata dokter Irene.
"Baik dok.. " Perawat mengangguk sopan kemudian menarik trolly ke dekat meja yang agak lebar di dekat sofa.
Perawat itu meletakkan semua menu dengan rapi, aneka makanan sehat tersaji sampai membuat Laura melirik heran.
Apa semua itu makanan untuk pasien ? kenapa lebih mirip seperti menu sarapan keluarga ? ck pelayanan yang terlalu berlebihan, mana mungkin Lucy menghabiskan semua itu. batin Laura kemudian kembali memainkan ponselnya berbalas pesan dengan sang suami.
Perawat selesai menghidangkan seluruh menu makanan dari trolly, bersamaan dengan dokter Irene yang hendak undur diri tuan Dev masuk ke dalam ruangan dengan penampilan paripurna.
Tap.. tap.. tap..
Semua orang menoleh menatap kehadiran tuan Dev yang Hhmm.. tampan dan gagah dengan setelan celan kerja dan jas berwarna hitam, kemeja putih dan dasi merah. Tatanan rambut di sisir rapih sangat menambah poin ketampanan ,benar benar segar dipandang.
Tidak ada suara, hanya langkah tapak sepatu tuan Dev mendekat kearah meja berisi segala makanan, netranya tampak memindai setiap jenis makanan yang terhidang,
Lalu..
__ADS_1