Menjadi Istri Boneka Tuan Dev

Menjadi Istri Boneka Tuan Dev
Bab 69 Kenikmatan yang menyiksa


__ADS_3

Didalam kamar perawatan vvip saat malam hari,


Sudah lewat pukul sembilan malam saat tuan Dev masuk ke kamar Lucy usai membersihkan diri di kamar sebelah sepulang kerja dan kini hanya mengenakan setelan piyama, tuan Dev melihat kondisi kamar yang mirip ruang teather , gelap hanya cahaya dari layar yang menerangi ruangan.


Lucy yang masih duduk disebuah sofa tidak menyadari kedatangan tuan Dev, netranya sedang fokus menghayati sebuah film romantis komedi yang sedang diputar, sesekali tertawa renyah sambil menikmati camilan buah segar sisa makan malam tadi.


Tuan Dev ikut duduk disebelah Lucy tanpa mengeluarkan suara, kemudian mengambil remote dimeja lalu menekan tombol off, mematikan film yang sedang ditonton,


"Aahhh kenapa dimatikan !! ini lagi seru serunya!! " Lucy merajuk tanpa menoleh siapa yang memegang remote saat ini.


"Apa film lebih penting dari suamimu ?" ucapan tuan Dev terdengar seperti petir yang menggelegar dalam kepala Lucy.


"Ma.. maaf suamiku aku kira orang lain.." tentu saja Lucy pikir yang tadi itu adalah perawat eh ternyata bukan.


"Sejak kapan kamu ada disini suamiku ?" tanya Lucy canggung sampai menggaruk ceruk lehernya yang tidak gatal.


"Kamu kecanduan menonton film jadi tidak sadar jika aku sudah duduk disini setengah jam yang lalu, apa aku harus menghukummu karena tidak menyambut saat suami pulang kerja ??" perkataan tuan Dev membuat Lucy tak bisa menjawab apa apa.


""Setengah jam yang lalu sepertinya tidak ada orang disini, cuma ada aku dan lagi.. bagaimana aku tahu kapan dia pulang kerja jika seharian aku dikamar dan tidak diijinkan keluar, apa aku yang salah ? apa aku harus meminta maaf ?? " monolog lucy dalam hati.


"Maaf suamiku.. aku yang salah, aku tidak tahu kapan kamu tiba , maaf.. " lirih Lucy mengucap sambil menunduk.


Lalu tuan Dev tidak menjawab tapi mengangkat wajah Lucy lewat tangan yang menarik dagu sang istri.


"Katakan.. apa kamu bersenang senang hari ini ? siapa yang mengijinkanmu mewarnai rambut dan memake over tubuhmu seperti ini ?Apa kamu sudah berani melanggar aturanku ? " kata tuan Dev dengan nada suara cukup dalam, satu tangan memainkan rambut keriting berwarna blonde,


"Ini sangat tidak cocok, kamu tidak seperti istri seorang Devan sanders tapi mirip wanita murahan yang banyak berkeliaran di klub malam, aku tidak suka !!" ucapan tuan Dev cukup terdengar menyakitkan perasaan Lucy.


Glek...


"A.. aku.. maaf karena sudah berani menggunakan kartu pemberianmu untuk bersenang senang dengan teman temanku. Jika aku salah aku siap menerima hukuman.. " jawab Lucy pelan sambil mengerucutkan bibirnya.


Aku salah.. apapun alasannya tetap aku yang salah.. ucapanmu sangat menusuk perasaanku tapi aku tidak berhak membantah bukan ?? Semua kesalahan ada di aku dan kamu adalah tuan Dev yang tidak pernah salah , menyebalkan aarrgghh !! Lucy mengumpat dalam hati.


"Aku tidak suka penampilan mu yang sekarang, dan aku tidak mau tahu secepat nya kembali ke tatanan sebelumnya dan yaa.. hari ini kamu menghabiskan uang terlalu banyak jadi harus dihukum. "


Netra tuan Dev menatap dalam meski tidak tajam.


"Hukum aku, tapi jangan menyalahkan teman temanku, jangan batasi pertemanan kami. " Lucy membalas tatapan tuan Dev dengan yakin.


"Sekarang katakan, film apa saja yang kalian tonton seharian ini ?" kata tuan Dev yang kini kembali bersndar pada punggung sofa sambil masih memainkan rambut keriting blonde Lucy.

__ADS_1


"Itu.. kami hanya menonton film komedi, romantis komedi, horor komedi.. " Lucy menjawab apa adanya.


"Film mana yang paling kamu suka ?" kata tuan Dev lagi,


"A.. aku suka yang komedi romantis, maaf suamiku... " Lucy berusaha melepaskan diri, jarak mereka terlalu dekat,


"Kalau begitu coba setel, aku juga ingin melihatnya, jangan ge er aku hanya akan melihat seperti apa isi filmnya apakah itu baik untuk perkembangan calon anakku , mengerti ?" kata tuan Dev sambil menarik tubuh Lucy lebih dekat dengannya.


Titah tuan Dev membuat Lucy mengangguk lalu mulai menyalakan film yang tadi dia tonton dari awal.


Jantung Lucy berdebar kencang saat ini dirinya tak kuasa bergerak saat lengan tuan Dev melingkar di perutnya, suasana gelap temaram sinar dari layar film benar benar menambah poin kenyamanan seandainya pasangan itu saling mencintai.


Sayangnya, Lucy masih merasa hanya dikasihani lantaran mengandung benih tuan Dev, sedikit getaran dalam hati yang ingin tumbuh pun tidak diijinkan.


Setengah jam berlalu, aktifitas keduanya sudah tidak berfokus menonton film tapi aktifitas suami istri yang mulai memanas.


Yaa sejak lima belas menit film diputar, tangan tuan Dev tidak bisa diam. Tuan Dev meminta Lucy diam tidak boleh mengeluarkan satu suarapun.


"Ini adalah hukuman.. karena sudah menghabiskan uangku sangat banyak hari ini.. " ucap tuan Dev sembari kedua tangan meraba raba bagian tubuh Lucy yang kini adalah candunya..


Lucy menggigit bibir bawahnya menahan rasa geli saat tuan Dev memainkan kedua payu dara miliknya, tangan pria kekar itu berhasil membukan setiap kancing piyama Lucy, menyingkap kesamping lalu menyandarkan Lucy pada sandaran sofa lalu..


Satu tangan tuan Dev memainkan pucuk pu ting satu payu dara sedangkan satu lainnya meremas sensual sambil sesekali menjilat pucuk pu ting yang mulai mengeras.


Lucy yang bersandar pada sandaran sofa sudah tidak fokus menonton film karena saat ini sentuhan tuan Dev lebih mendominasi tubuhnya. Lucy membusungkan dada saat tuan Dev menyusu payu dara secara bergantian.


Setiap menyesap selalu disertai lidah yang menari dipucuknya membuat Lucy semakin tak karuan menahan kenikmatan.


Tuan Dev dengan masih asik menyusu menatap wajah Lucy yang kemerahan menahan gairah, reaksi tubuh Lucy mirip cacing kepanasan dan itu cukup menyenangkan bagi tuan Dev.


"Tersiksa sekali kan rasanya ?" kata tuan Dev disela aktifitas menyusu nya.


Lucy menggeleng cepat, bermaksud agar suaminya berhenti melakukan hal itu. Sampai entah apa yang dipikirkan oleh Lucy hingga menarik paksa kepala tuan Dev yang masih aktif menyusu memainkan kedua payu dara yang menantang itu.


huhh.. huhh.. huhh.. nafas Lucy terengah engah tak teratur, banyak tanda kemerahan yang tercetak diatas permukaan kedua payu dara miliknya.


"Kamu berani menghentikan aku saat sedang menghukummu istriku, kurang ajar sekali kamu, sepertinya hukuman ini saja tidak cukup. " smirk tuan Dev tampak menyeramkan bagi Lucy.


Lalu dengan satu gerakan cepat, tuan Dev mendorong tubuh Lucy hingga terbaring di sofa, lalu tuan Dev menurunkan celana yang dipakai Lucy.


Sekali lagi Lucy tidak boleh melawan atau akan semakin bertambah hukuman,

__ADS_1


Tubuh Lucy menggeliat tak karuan, saat jemari sang suami mengangkat satu kakinya ke sandaran sofa, dan tangan lainnya mulai menyentuh membelah bibir seng ga ma yang kenyal.


Tubuh Lucy berdesir, sensasi geli dan nikmat saat ujung jari tuan Dev memainkan biji kli to ris dengan sangat pelan.


"Menurutlah istriku, kecuali kamu menginginkan hukuman yang lebih dari ini.. " ucap tuan Dev saat Lucy mengeratkan kedua kakinya menghalangi kesenangan tuan Dev menyentuh liangnya.


Kembali menghembus nafas pasrah Lucy mati matian menahan diri, wajahnya semakin memerah. Tuan Dev menahan kedua tangan Lucy diatas kepala kemudian setengah menindih tubuh sang istri tanpa mengenai perut,


Lalu tuan Dev kembali menyusu, menyesap sangat pelan dan lembut justru membuat Lucy semakin frustrasi apalagi kedua tangannya ditahan diatas kepala, tak bisa melawan.


Aahhhh sial !!! dia benar benar menyiksaku sshhhtt aahhh !!! Racau Lucy dalam hati.


Tak cukup adegan menyusu seperti bayi, masih tetap mengulum lembut pucuk payu dara bergantian, jemari tuan Dev juga semakin lincah menari di bawah sana, gerakan memutar searah jarum jam sama sekali tidak terasa sakit justru nikmat berlebihan.


Liang seng ga ma semakin basah, saat tuan Dev memainkan jemarinya diantara celahnya terasa geli bercampur basah, jemari tuan Dev terasa licin dan nikmat.


Puas menyusu tuan Dev menggerakkan kepala semakin turun kebawah menyusuri setiap permukaan kulit perut hingga tiba di bukit kecil berambut tipis diantara kedua pangkal paha.


Melihat itu sudah basah dan sedikit berkedut tuan Dev meniup pelan membuat siempunya meremang menahan kenikmatan.


Tuan Dev menahan posisi kedua kaki Lucy agar tetap terbuka lebar lalu setelah meniupi permukaan basah itu tuan Dev memainkan ujung lidahnya sedikit menekan biji kli to ris yang semakn terasa keras.


Kedua tangan ditahan, kedua kaki juga di tahan, Lucy benar benar tidak bisa melakukan apa apa, dalam hatinya sudah sangat meracau tidak karuan merespon setiap sentuhan tuan Dev.


Hanya ada suara dari film yang diputar dan dari gerakan mulut tuan Dev yang terdengar didalam ruangan.


Hmmpphh.. hhmmpphhh... Lucy hanya mengumam menahan semuanya karena dia tidak mau batang tegak berurat tuan Dev memasuki liang seng ga ma nya.


Jika aku sekali saja bersuara pasti hukuman itu akan semakin berat dan bagaimana jika tuan Dev bermain kasat seperti waktu itu aarrgghh aku takut !!!


Slurp.. slurp.. saat lidah tuan Dev semakin lincah menyesap setiap cairan pelumas yang meleleh keluar dari liang basah itu.


Tarian lidah tuan Dev terlalu aktif sampai membuat Lucy ikut menggoyangkan pinggulnya, sesuatu dalam tubuh Lucy berdesir hebat dan semakin lama apa yang dilakukn tuan Dev semakin sukses membuat tubuh Lucy menegang hingga..


Hhmmmpphhh !!! 💦💦


Dada Lucy naik turun bersamaan dengan pelepasan yang dia gapai, sementara tuan Dev juga menikmati Lidahnya yang menancap dibawah sana, hingga merasakan sensasi seperti dipijit seiring setiap kedutan yang terasa mencengkeram.


Setelah beberapa saat.. saat tubuh Lucy kembali bereaksi normal barulah tuan Dev menarik diri, tanpa rasa bersalah sama sekali jika telah membuat siksaan yang sangat kejam pada sang istri.


wajahnya seperti tidak melakukan dosa, astaga menyebalkan !!

__ADS_1


__ADS_2