
Tuan Dev semakin menjilat turun melewati leher Lucy yang masih berontak tanpa sengaja memukul kepala tuan Dev dengan tangannya yang terikat.
"Istri nakal! " tuan Dev membawa kedua tangan Lucy yang terikat dasi keatas kepala lalu menahan dengan satu tangan,
Sementara tangan tuan Dev yang lain melanjutkan hukuman dengan meremas kedua payu dara Lucy bergantian, meremas memilin dan menarik narik ujung pu ting nya.
Lucy hanya bisa menggeram, suaranya tersumpal kain dan dia tidak bisa menghindar.
Tuan Dev menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Lucy lalu mulai menyesap menjilati menciptakan banyak tanda kemerahan,
Hisapan dan sentuhan tuan Dev sejak awal memang tidak kasar, justru terlalu lembut untuk sebuah hukuman.
Dada Lucy semakin membusung saat tuan Dev menyusu seperti bayi, dengan tangan terikat yang di tahan di atas kepala membuat dada Lucy semakin terangkat seksi.
Menyesap seperti bayi disatu bagian dan dibagian lain memainkan pucuknya, meremas lembut membuat sensasi geli yang candu.
Tuan Dev juga mencetak banyak sekali tanda merah di bagian dada, nafas Lucy terengah engah tuan Dev yakin istrinya itu sedang menahan hasrat yang mulai terpancing.
"Kamu menikmati hukumanmu istriku.. " Smirk tuan Dev sembari jemarinya mengukir dari ujung wajah sampai semakin kebawah lalu bermain main diseputar perut rampingnya.
__ADS_1
Lucy tidak bisa menjawab hanya menggeleng gelengkan kepal dengan kuat,
"Lepaskan aku !! kumohon lepaskan !!"
Suara Lucy tercekat saat jemari tuan Dev bergerak semakin turun memainkan biji kli to ris nya searah jarum jam dengan lembut dan pelan.
Menikmati bagaimana ekspresi sang istri yang merah padam menahan sesuatu ditubuhnya. Lucy yang kakinya terikat kembali memberontak menolak jemari tuan Dev yang ingin bermain lebih di antara kedua pangkal paha.
"Diam dan menurutlah atau aku akan lebih kasar dari ini !!"
Jless.. tuan Dev tiba tiba memasukkan dua jari ke dalam liang Lucy yang sudah mulai basah sejak tadi.
Lucy terkejut dia merapatkan kedua kaki, namun rasanya percuma karena saat ini tuan Dev kembali memberi pancingan gairah dengan kembali menikmati kedua payu dara Lucy bergantian dan diiringi tarian jari di liang bawah sana.
Semakin memainkan dua jari lebih cepat dan lebih dalam saat merasakan tubuh Lucy menegang.
Huhh.. huhh.. huhh.. 💦💦
Nafas Lucy terasa sesak tersengal seakan kesulitan meraup oksigen dengan kondisi mulut tersumpal kain.
__ADS_1
Beberapa waktu kemudian..
Saat nafas Lucy semakin teratur tuan Dev kembali melakukan sentuhan demi sentuhan.
Memainkan bibir dan mulut sang istri usai mengeluarkan kain yang digunakan untuk menyumpal.
Tenaga Lucy mulai habis untuk melawan, saat ini tubuhnya pasrah saat tuan Dev mencium dan melu mat bibirnya, tanpa balasan tuan Dev tidak peduli dan tetap mencumbui bibir tipis itu.
Tidak puas hanya dengan mencium, tuan Dev kembali menjilati seluruh tubuh Lucy, semakin kebawah menikmati kulit perut yang seksi, lalu kebawah lagi hingga sampai di pusat surga duniawi.
Tuan Dev mengalungkan kaki Lucy yang terikat di pundaknya, akses langsung tanpa rintangan saat wajah tuan Dev asik tenggelam menikmati liang basah itu.
Memainkan ujung lidah panasnya pada bagian kli to ris, lalu menyesap mencumbu bibir liang basah itu, bergerak seperti adegan berciuman, sesekali menyesap menimbulkan sensasi geli dan lebih gatal didalamnya.
Merasakan milik Lucy semakin basah tuan Dev tidak berhenti justru menambah tiga jari kedalamnya, bergerak maju mundur ketiga jari tuan Dev diiringi sesapan dan jilat panas.
Tubuh Lucy benar benar menggila, tenaganya tidak mampu untul berteriak hingga yang terdengar saat ini hanya lenguhan kenikmatan.
"Ahh.. hentikan ahh !!" rintih Lucy saat tuan Dev semakin memperdalam gerakannya.
__ADS_1
Lucy benar benar merasakan geli didalam miliknya, tubuhnya menikmati , tuan Dev sendiri sama sekali tidak mengurangi ritme permainan saat tubuh sang istri kembali menegang dan meyemburkann cairan pelepasan hingga mengalir keluar.
Didalam sana otot rahim Lucy berkedut cukup lama, tuan Dev menjilat sampai habis cairan yang keluar dengan lidahnya yang terasa terjepit saat menekan masuk kedalam liang sang istri.