Menjadi Istri Boneka Tuan Dev

Menjadi Istri Boneka Tuan Dev
Bab 47 Kamu tidak salah, hanya tidak waras !!


__ADS_3

DI PERUSAHAAN TUAN DEV


Asisten Clark sangat disibukkan hari ini, tuan Dev membatalkan semua jadwal meeting dengan klien, menolak beberapa tamu penting dan sama sekali tidak menyentuh berkas laporan diatas meja.


Tuan Dev saat ini sedang duduk di sebuah sofa yang menghadap jendela dengan beberapa botol minuman yang sudah kosong.


"Apa yang terjadi dengan tuan Dev.. " batin asisten Clark saat hendak mengajak tuannya makan siang.


"Tuan Dev.. "


"Ambilkan aku beberapa botol lagi Clark.. "


"Anda terlalu banyak minum tuan.. sebaiknya kita makan siang dahulu.. "


"Apa derajatmu sampai mengatur aku !! aku butuh minuman sekarang !!!"


Prank !!!


Tuan Dev melempar sebotol kosong ke sembarang arah membuat asistennya sempat terkaget.


Asisten Clark memilih meninggalkan ruangan tuan Dev , tidak membiarkan satu orangpun masuk,


Asisten Clark berada si ruangan lain yang bersebelahan langsung dengan ruangan tuan Dev, semua pekerjaan tuan Dev hari ini di handle oleh asisten Clark.


Saat sedang memeriksa berkas, Ponsel asisten Clark berbunyi ternyata itu Jeni.


Menjawab panggilan telpon dengan menyalakan fitur pengeras suara,

__ADS_1


"Halo.. ada laporan apa Jeni ? tumben menelpon duluan "


"Aku ingin melaporkan jika saat ini nona Lucy tidak baik baik saja, sejak kepergian dokter Irene tadi nona Lucy tidak mau makan, tidak mau bicara, tubuhnya terlalu lemas hanya tiduran diatas ranjang dan.. dia seperti mengalami trauma "


"Baiklah aku mengerti, tugasmu hanyalah mengawasi nona Lucy jangan sampai dia menyakiti dirinya sendiri, kondisi psikisnya mungkin sedang tidak stabil jadi awasi terus jangan sampai lengah. . "


"Nona Lucy mengalami kekerasaan dan pemaksaan saat melayani hasrat bercinta suaminya, kejam sekali kan.. "


"Diamlah Jeni, hati hati dengan apa yang kamu ucapkan jangan sampai itu menjadi alasan kematianmu, mengerti"


"Aku sangat mengerti, bye.. "


Panggilan berakhir, asisten Clark membuang nafas kasar menetralkan pikiran yang saat ini ikut kacau gara gara bos sedang tidak mood dalam bekerja.


Sementara itu diruangan ceo..


Angan tuan Dev melambung pada kejadian semalam, bagaimana dia tidak bisa berhenti menikmati tubuh istrinya.


Setiap yang ada pada tubuh Lucy sudah menjadi candu bagi tuan Dev. Dan sekarang ini tuan Dev mulai merutuki dirinya sendiri.


Tiba tiba saja dirinya merasa khawatir pada kondisi istrinya, tuan Dev hendak beranjak pergi saat tiba tiba dokter Irene muncul dibalik pintu dengan tatapan tajamnya.


"Kamu ?" tuan Dev mengangkat satu alisnya.


"Ada hal penting yang harus aku sampaikan, Astaga bau sekali kamu Dev !" Dokter Irene sampai menutup hidung saking kuat nya aroma alkohol ditubuh tuan Dev.


"Aku mau pulang, kita bicarakan lain waktu saja" tuan Dev sedang menekan nomor asisten Clark saat Dokter Irene memaksa tubuh pria didepan nya kembali masuk kedalam ruangan.

__ADS_1


"Letakkan ponselmu dan dengarkan apa yang akan aku katakan !!" dengan tegas Dokter Irene merebut ponsel dari tangan tuan Dev dan melempar ke sembarang arah.


Kemudian dokter Irene mendorong tubuh tuan Dev yang sedikit sempoyongan dan bau alkohol untuk duduk di sofa, setelah itu dokter Irene duduk diseberangnya.


"Kamu temanku tapi bukan berarti bisa kurang ajar padaku, aku ini Devan sanders bos disini !!" ucap tegas tuan Dev sambil merapikan setelan kerjanya.


Bahkan perkataan tuan Dev sudah mulai meracau, tapi dokter Irene tetap bertekad harus menyampaikan semua hasil pemeriksaannya pada nona Lucy tadi pagi.


"Diamlah Dev ! Listen.. aku punya berita yang mungkin bagi sebagian orang bagus tapi entah denganmu, tadi aku melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap istrimu Lucy.. "


"Lucy... hmmm yaa dia istriku, istri bonekaku hahaaa " respon tuan Dev tidak jelas, tubuhnya bersandar pada sofa mulai merasa pusing dibagian kepala.


"Istrimu mengalami trauma karena ulahmu, kamu itu apa tidak berpikir sebelum bertindak ?? apa isi otakmu saat memaksa menyetubuhi istrimu sampai hampir mati hah ??"


"Itu sudah tugasnya kan, dia sendiri yang bilang jika dia adalah istri bonekaku, mainanku, jadi apa aku salah jika bermain dengan mainanku sampai puas ?" tuan Dev kembali memijit pelipisnya saat efek alkohol membuat semakin pusing.


"Kamu tidak salah tapi kamu tidak waras !! apa kamu tahu jika saat ini istrimu sedang mengandung ?? beruntung dia tidak keguguran saat melayani nafsumu. "


Dokter Irene kembali mendengus kesal lantaran pria didepannya ini tidak menanggapi ucapannya dengan serius.


"Hati hati dengan apa yang kamu ucapkan Irene !! aku tidak suka bercanda dan asal kamu tahu, aku sangat menikmati tubuh istri bonekaku hahaaa... jadi wajar jika dia hamil artinya benih yang aku sebar mulai menampakkan hasil "


"Astaga Devan Sanders !!! Setidaknya perlakuan istrimu dengan baik !! Jangan sampai kamu mengulangi kesalahan yang sama cukup ini adalah yang terakhir kalinya kamu melakukan kekerasan diatas ranjang, MENGERTI !!!" Geram dokter Irene sampai berteriak di depan wajah tuan Dev.


"Kamu cerewet sekali Irene, sudah pergi sana aku juga mau pergi dari sini"


Tuan Devan kembali memungut ponsel yang dilempar Dokter Irene tadi lalu menghububgi asisten Clark.

__ADS_1


Sedangkan dokter Irene kembali hanya menggelengkan kepala saat menghadapi temannya yang selalu susah di peringatkan.


__ADS_2