
Keesokan paginya..
Seseorang menggeliat dan membuka mata saat merasakan berat di perutnya,
Tangan ini.. batin Lucy.
Lucy memindahkan tangan tuan Dev, lalu mendongak menatap tuan Dev yang masih terpejam.
Jika saja kamu bukan pria kejam yang menghancurkan masa depanku.. jika saja kita bertemu dengan situasi yang berbeda tanpa embel embel pelunas hutang.. jika saja kamu benar pria yang menjadi takdirku tanpa harus dengan cara menyakiti dan menyiksa, Mungkin aku adalah wanita yang beruntung karena bisa mendapatkanmu tapi sayangnya..
Lucy melihat nafas tuan Dev masih teratur dan tidak terusik saat jemarinya mengukir pelan wajah tuan Dev yang tampan.
Tanpa sadar Lucy memainkan garis rahang dan hidung suaminya, mengukir garis bibir yang berwarna jantan kemerahan ,
Sadar akan apa yang dia lakukan adalah salah, Lucy hendak menarik tangannya saat tiba tiba mulut tuan Dev terbuka dan menggigit pelan jari telunjuk Lucy lalu menahan nya.
"Apa yang kamu lakukan padaku ?" pertanyaan tuan Dev dengan suara serak khas bangun tidur sambil menatap Lucy yang seketika mematung salah tingkah.
"A.. a.. aku.. aku ingin bangun tapi kamu tidak melonggarkan pelukan jadi aku tidak bisa bergerak dan.. "
Cup..
__ADS_1
Belum selesai Lucy menjawab bibir tuan Dev sudah lebih dulu mendarat dikening, setelah sebelumnya menahan tangan yang tadi digigitnya agar tidak menarik diri.
Hangat.. adalah apa yang Lucy rasakan saat ini.
"Kamu sudah tidak pucat dan sepertinya tubuhmu pulih dengan cepat, bahkan sempat menggodaku kan" kata tuan Dev membuat Lucy melotot.
"Aku tidak menggodamu, aku hanya.. " Lucy bingung mau ngomong apa.
"Jangan bohong, aku tahu kamu sedang mengagumi diriku, " nada suara terdengar serius padahal tuan Dev bermaksud menggoda.
"Mana mungkin, tadi kan kamu sedang tidur, jadi mana mungkin tahu apa yang aku lakukan, kecuali.. " Lucy langsung meremang, merasa sangat malu karena ketahuan.
"Aku sudah bangun dari tadi sebelum kamu bangun istriku.. " smirk tuan Dev yang dibuat Manis.
Lucy terkejut dong, bagaimana bisa suaminya sudah lebih dulu bangun tapi bukannya beranjak dari ranjang justru membiarkan wajahnya disentuh istri bonekanya..
ish menyebalkan !!!
Lucy ingin menarik diri menjauh tapi tuan Dev menahannya. Tubuh mereka masih saling berpelukan dengan netra yang semakin beradu erat.
Tidak ada kata kata hanya saling diam membalas tatapan satu sama lain.
__ADS_1
Seperti waktu yang sengaja terjeda, refleks keduanya saling mendekatkan wajah hingga..
Keduanya saling merasakan hembusan nafas di permukaan kulit, semakin dekat dan lekat hingga.
Cup.. bibir mereka saling menempel, tanpa paksaan tanpa penolakan.
Seakan terhipnotis oleh sorot netra pasangan, keduanya saling me lu mat bibir perlahan dan lembut.
Dengan tatapan yang saling mengunci, semakin lama ciuman lembut itu semakin menginginkan lebih, tuan Dev dan Lucy sama sama menyesap semakin kuat, saling membalas permainan bibir yang semakin terasa panas,
Bahkan ujung lidah keduanya pun mulai saling menggoda menambah sensasi tersendiri untuk menikmati saliva di dalam mulut lawan mainnya,
Hanyut dalam permainan ciuman dipagi hari, tuan Deb dan Lucy sama sama memejamkan mata dan membiarkan tubuh mereka bergerak mengikuti naluri.
Frensh kiss yang panas di pagi hari, lidah keduanya sama sama mengobrak abrik isi mulut satu sama lain, Tuan Dev dan Lucy menikmati setiap kecapan pertukaran saliva yang semakin basah membasahi sudut bibir keduanya.
Bahkan tuan Dev sampai menahan tengkuk leher sang istri agar bisa masuk lebih dalam menikmati rongga mulut dengan tarian lidah panasnya.
Seakan merasakan candu yang tak terobati, semakin dalam dan semakin agresif hingga oksigen terasa menghilang dan keduanya terpaksa mengakhiri aktifitas panas dengan nafas yang sama sama ngos ngosan.
Memasukkan sebanyak mungkin oksigen lalu mengatur nafas sambil kening keduanya saling menempel. Deru nafas keduanya saling menerpa wajah satu sama lain.
__ADS_1
Waktu benar benar seperti terjeda, seakan membiarkan dua insan menikmati candu satu sama lain hingga...