Menjadi Istri Boneka Tuan Dev

Menjadi Istri Boneka Tuan Dev
Bab 79 Aku butuh bantuanmu Jeni


__ADS_3

Setelah mengumpulkan beberapa data penting terkait kasus hilangnya nona Lucy bersama mantan klien bisnis tuan Dev, asisten Clark melangkah keluar dari ruangan kerja tuan Dev.


Kantong mata lelah tidak dapat ditutupi, waktu yang seharusnya dia gunakan untuk beristirahat justru kini harus di forsir untuk urusan mendadak yang lebih penting dari nyawanya.


Kaki jenjang pria itu melangkah menuju dapur, disana ada Luis yang sedang mengawasi para pelayan bekerja.


Asisten Clark duduk dengan malas disebuah kursi dekat dapur, sambil melonggarkan dasi dan beberapa kancing kemeja asisten Clark meminta satu cangkir kopi.


Luis membawakan secangkir kopi ke hadapan asisten Clark, tidak hanya secangkir kopi tapi juga roti bakar yang masih hangat.


"Jangan biarkan perut anda kosong saat minum kafein tuan.. " ucap Luis sopan.


"Thanks Luis, i need more caffeine.. " pelan asisten Clark menyeruput kopi hitam tersebut, lalu juga memakan roti bakar hangat.


Sambil menikmati makanannya, asisten Clark menanyakan kondisi Jeni saat ini. Luis menjawab jika kondisi Jeni sudah lebih baik,


"Jeni tidak mau dibawa ke rumah sakit, jadi saya meminta seorang pelayan wanita untuk membantu merawat luka lebam tuan"

__ADS_1


Asisten Clark menganguk mengerti, dalam hatinya merasa khawatir jika kondisi Jeni lebih parah dari yang dikatakan Luis, mengingat tuan Dev benar benar menghajar tanpa ampun.


Lima belas menit kemudian, cangkir kopi sudah kosong, roti bakar tersisa setengah sedangkan asisten Clark sudah berjalan menuju rumah belakang,


Menuju kamar Jeni, asisten Clark bermaksud memastikan langsung bagaimana kondisi Jeni saat ini.


Pintu tak terkunci, asisten Clark masuk begitu saja usai mengetuk beberapa kali, menatap Jeni yang sedang tidur asisten Clark mendekat lalu duduk ditepi ranjang,


Luka lebam sangat kentara berwarna ungu kebiruan disekitar wajah dan mata Jeni, bengkak yang pasti terasa sangat nyeri ditambah luka sobek kecil disudut bibir, meski sudah diobati dengan salep khusus tetap saja kondisi Jeni masih memperihatinkan.


Asisten Clark menatap lekat wajah Asia Jeni yang sedang tertidur dengan nafas yang teratur, sepertinya obat pereda nyeri yang diberikan membuat si peminum terlelap dan asisten Clark meskipun merasa tidak enak tapi harus membangunkan Jeni intuk menanyakan sesuatu.


eunghh.. Jeni hanya menggeliat,


Asisten Clark terus mencoba membangunkan sampai Jeni menggerakkan kedua bola matanya, kembali asisten Clark mengusap pipi Jeni hingga siempunya membuka mata.


"Clark.. " dengan suara yang terdengar parau Jeni bangkit dari tidurnya lalu bersandar pada dashboard ranjang.

__ADS_1


"Ada yang harus aku tanyakan, penting. Ini berkaitan dengan nona Lucy.. " ucap asisten Clark pelan tapi jelas.


"Bagaimana gerak gerik nona Lucy saat berpamitan denganmu ? apakah ada yang berbeda dari raut wajahnya atau gerak geriknya ?" tanya asisten Clark lagi.


Jeni tampak berpikir sesaat lalu kemudian mengatakan jika, " semua sangat normal dan wajar, nona Lucy tampak seperti biasanya tidak ada ketegangan di raut wajahnya apalagi tertekan, nona Lucy sangat bersikap wajar , why Clark ? apakah ada hal yang salah dengan itu ? just tell me, aku juga khawatir dan aku ingin membantu. "


"Ada dugaan jika nona Lucy memiliki hubungan dengan pria yang kamu lihat terakhir kali bersamanya, pria itu juga yang membawa nona Lucy pergi dan.. "


Asisten Clark menunjukkan sebuah foto yang ada diponsel, Netra Jeni membelalak tak menyangka,


Foto rekayasa yang sengaja dikirimkan Rian,


"Itu sangat mustahil Clark, tidak mungkin nona Lucy berselingkuh kan, apalagi dia sedang mengandung benih tuan Dev, ini pasti bohong aku tidak akan percaya jika tidak nona Lucy sendiri yang mengakuinya" Jeni mendorong ponsel itu menjauh, sangat tidak mungkin jika nona Lucy melakukan hal serendah itu, terlebih hubungannya dengan tuan Dev beberapa bulan ini sudah membaik.


"Tuan Dev akan sangat terluka jika sampai melihat foto ini, bahkan bukan tidak mungkin jika tuan Dev akan mengira jika yang dikandung nona Lucy bukan benihnya tapi milik pria itu, aku takut tuan Dev akan menghabisi mereka berdua, Jeni.. kamu harus bantu aku mengumpulkan semua bukti agar tuan Dev tidak salah mengambil keputusan. "


Asisten Clark menatap dalam mata Jeni, netra keduanya beradu dan mengangguk bersamaan.

__ADS_1


Asisten Clark yang harus bisa menemukan dimana letak persembunyian Rian dan Lucy, dan Jeni yang juga ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada nona Lucy.


Menggunakan mobil milik asisten Clark, keduanya meninggalkan rumah besar menuju ke suatu tempat..


__ADS_2