
Disebuah kamar presiden suit..
Pasangan pengantin baru sedang berendam di dalam bath up, sejak kepergian mereka dari tempat acara tuan Stuard selalu menempel Margareth, membisikkan kata kata rayuan yang sangat frontal.
Usai saling membersihkan diri, keduanya hanya mengenakan bathrobe dan duduk di sebuah sofa menikmati wine merah.
"Aku akan ambil air dingin agar kita tidak mabuk, " ucap tuan Stuard beranjak darri sofa.
Margareth hanya mengangguk setuju dalam hatinya merasa tersanjung saat di perlakukan seperti seorang ratu.
Tanpa Margareth sadari Stuard memasukkan sebutir obat kedalam air putih dingin untuk Margareth.
Dengan senyum smirk yang aneh Stuard mengulurkan gelas untuk Margareth. Tanpa curiga sedikitpun Margareth meminum habis air didalam gelas.
"Setelah ini kita tidur, aku tidak akan memaksa jika kamu belum siap melayaniku, aku akan keluar sebentar untuk membeli sesuatu, bye.. " ucap Stuard ramah sambil tersenyum.
Usai berganti pakaian Stuard pergi keluar kamar, sementara Margareth masih bermain ponsel.
"Huft.. beruntung aku tidak harus melayani permainan ranjang pria tua gendut itu iihhh aku tidak sanggung jika harus bercinta dengan pria gendut seperti itu, miliknya pasti sangat kecil mana bisa memuaskan aku.. " batin Margareth saat menatap Stuard keluar dan menutup pintu.
Saat sedang berbalas pesan dengan Dion sang kekasih tiba tiba tubuh Magareth meraaa hor ny, sesuatu dalam dirinya bergejolak dan sangat ingin disentuh .
__ADS_1
Margareth meletakkan ponselnya begitu saja lalu bersandar pada sofa, semakin lama hasrat itu semakin over.
Setiap bergerak Margareth justru semakin bergairah, melihat sekeliling kamar yang sepi Margareth mulai menyentuh tubuhnya sendiri.
Masi bersandar pada sofa dan mengenakan bathrobe, jemari lentiknya memainkan ujung pu ting yang mulai mengeras, terasa geli bercampur nikmat dan ingin lebih.
Semakin lama jemari Margareth tidak hanya meraba tapi juga meremas pelan dari luar, reaksi obat sangat kuat dan Margareth semakin larut dalam sentuhannya sendiri.
Menginginkan sensasi yang lebih, kedua tangan Margareth menyusup. ke dalam bathrobe lalu kembali memainkan payu dara nya sendiri,
Gerakan mere mas memutar dan memilin sangat nikmat sampai dibawah sana pun mulai ikut terasa gatal.
Margareth membayangkan tubuh Dion sang kekasih saat jemarinya memainkan biji kli to ris searah jarum jam setelah mengangkat satu kaki ke atas sofa.
"Aku butuh sentuhan, aku butuh kenikmatan ahhh.. "
Suara de sa han lolos begitu saja saat Margareth memejamkan mata merasakan seperti seseorang menyentuh liang basahnya.
"Astaga, siapa kamu !! kurang ajar !!" Margareth memukul pria yang baru saja mengelus liang basahnya saat matanya terpejam.
"Aku kemari untuk memuaskan mu sayang.. " kata pria itu dengan senyum tampannya.
__ADS_1
Pria yang hanya mengenakan celana dan bertelanjang dada itu cukup seksi, tubuhnya bagus dan keras.
Margareth mengamati sekilas dan yaa pria itu sempurna untuk diajak bercinta.
"Jangan sentuh aku, brengsek !!"
Margareth berteriak meronta saat tubuh nya di gendong begitu saja lalu dibaringkan diatas ranjang.
Dasar efek obat sialan, Setiap Margreth berontak justru tubuhnya semakin menginginkan sentuhan.
Margareth menggeliat seperti cacing kepanasan saat pria itu menarik tali bathrobe lalu membuka begitu saja,
Tubuh Margareth terekspose polos dan kemudian..
Margareth kembali mendorong pria itu tapi gagal tubuhnya lemah karena efek obat,
Akhirnya saat pria itu memainkan keahliannya memberi rangsangan Margareth luluh juga.
Sentuhan pria itu seperti seorang ahli, sangat paham bagian mana yang wanita inginkan untuk disentuh.
Huhh..
__ADS_1
"Ahhh.. jangan.. jangan berhenti ini terlaku nikmat ahh !!"