Menjadi Istri Boneka Tuan Dev

Menjadi Istri Boneka Tuan Dev
Bab 75 Panggilan baru Daddy dan Baby


__ADS_3

Lain situasi di apartemen kekasih Margareth, situasi di dalam rumah besar semakin hari juga semakin hangat.


Saat ini tuan Dev sedang membuatkan nasi goreng untuk Lucy sebelum berangkat kerja. Tentu saja kemampuan memasak tuan Dev juga sudah lebih baik dari waktu ke waktu.


Di dapur.. Luis dan koki rumah besar ingin membantu tapi tuan Dev menolak, keduanya justru disuruh berdiri saja dan mengamati.


Sedangkan Lucy duduk di sebuah kursi mini bar dekat dapur yang langsung menghadap sang suami yang kini mulai memasukkan satu persatu bahan ke dalam wajan. Satu tangan Lucy menopang dagu seakan mengagumi aksi koki pribadinya yang sedang beraksi.


Masih mengenakan pakaian rumahan tuan Dev hanya sempat mencuci muka setelah bangun tidur lantaran sang istri ingin sarapan lebih awal.


Celana pendek dan kaos polos berwarna putih serta selembar apron terpasang menutupi bagian depan tubuh tuan Dev, tangan kekar itu lincah memasukkan bumbu penyedap yang dibutuhkan.


Kurang dari setengah jam sarapan siap, Seporsi nasi goreng ala tuan Dev tersaji, aroma tercium sangat sedap bagi indera penciuman sang istri.


Sementara tuan Dev dengan diikuti Lucy membawa Sepiring nasi goreng ke dalam kamar, Luis dan koki rumah besar membereskan sisa peralatan masak yang digunakan tuan Dev barusan.


Di dalam kamar..


Tuan Dev dan Lucy duduk berhadapan di sofa panjang dekat ranjang, satu tangan tuan Dev menyangga piring berisi nasi goreng dan satu tangan lagi memegang sendok siap menyuapi sang istri.


Entah hanya kejahilan semata atau memang keinginan si jabang bayi tapi Lucy hanya mau makan jika disuapi sang suami, makan dari tangan tuan Dev rasanya lebih sedap dibandingkan jika harus makan sendiri.


"Jangan terburu buru ini masih panas baby.. " ucap tuan Dev yang sebenarnya sudah tidak merasa heran bagaimana tingkah polah ibu hamil dihadapannya ini.


"Aku sangat lapar dan makanan ini sangat enak, daddy yang terbaik !!" Lucy mengacungkan dua jempol untuk tuan Dev.


Dan panggilan daddy dan Baby itu termasuk salah satu ngidamnya Lucy beberapa waktu yang lalu,

__ADS_1


Sampai mata berkaca kaca menahan diri agar tidak menangis saat tuan Dev menolak panggilan norak itu.


"Aku tahu aku memang tidak layak hiks... maafkan ibu ya nak.. hiks..." Tangis Lucy pecah sembari mengusap perutnya yang menonjol.


Tuan Dev yang melihat hal itu awalnya juga tidak peduli tapi saat Lucy menyebut si calon jabang bayi seketika runtuhlah sudah rasa arogan tuan Dev hingga akhirnya menyetujui panggilan Daddy untuk dirinya dan baby untuk Lucy


Awalnya tuan Dev merasa terlalu menggelikan jika harus memanggil Lucy dengan sebutan baby, pun juga merasa norak saat Lucy memanggilnya daddy dengan nada suara yang manja tetapi semakin lama hari demi hari mulai terbiasa dan tidak lagi risih saat menyebut panggilan satu sama lain.


"Apa setelah ini Daddy harus pergi kerja ?" tanya Lucy dengan mulut mengunyah penuh.


"Hhmm.. iya ada pertemuan dengan klien nanti siang, why ?kenapa kamu bertanya hal yang sudah kamu tahu baby ?"


"Hhmm nothing.. aku akan membantumu bersiap"


"oke, no problem "


Ceklek.. pintu kamar mandi terbuka begitu saja membuat tuan Dev terkejut, melihat sang istri ikut masuk begitu saja tanpa wajah berdosa Lucy ikut melepaskan pakaian hingga tak tersisa sehelaipun.


Dengan langkah genit Lucy mendekat ke arah tuan Dev yang berdiri dibawah shower lalu tanpa permisi mengalungkan kedua tangan lalu mencumbu wajah tuan Dev yang semakin terlihat seksi saat basah.


"Ingin menggodaku baby ?" tuan Dev menyambut tubuh Lucy lalu mengangkat dan memposisikan seperti koala.


"Rasanya ingin mandi bareng.. " tersenyum manis lalu kembali saling mentautkan bibir lalu mulai menyesap menikmati permainan salive yang candu.


Ciuman hangat semakin tertambah hangat saat Lucy menginginkan penyatuan, tubuhnya bergerak Semakin liar meski tuan Dev sudah menahan diri.


"Sebentar saja daddy.. aku benar benar menginginkan itu. " rengek ibu hamil yang saat ini masih bergelayut manja ditubuh suami.

__ADS_1


"Sebentar saja oke.. " tuan Dev benar benar tidak mampu menolak pupuy eyes itu dan akhirnya..


Tuan Dev dan istrinya melakukan apa yang keduanya sama sama sukai, dalam gendongan ala koala tuan Dev bergerak pelan, menahan pinggul Lucy yang ingin memasukkan lebih dalam.


semakin lama semakin agresif membuat tuan Dev menggerakkan pinggulnya lebih cepat meski tak terlalu dalam.


"Ahh.. faster dad !!" racau Lucy sambil menikmati saat sang suami menyusu pada kedua payu dara bergantian seiring gerakan pinggul dibawah sana yang terasa nikmat meski kurang dalam.


"Aawsshhh ahh iya disitu dad ahh "


Lucy merasa seperti terbang di awang awang saat batang tegak berurat milik sang suami menancap dan bergerak semakin cepat membuat tubuh sang istri menggelinjang tidak karuan hingga akhirnya,


akhh... 💦💦


Setengah jam kemudian pasangan itu keluar dari kamar, turun kelantai bawah menggunakan lift lalu berjalan keluar dimana asisten Clark sudah menunggu di mobil.


Melihat tuan Dev keluar dari rumah, asisten Clark turun memberi salam dan hormat lalu membukakan pintu belakang.


"Aku akan pulang malam, kamu boleh menghabiskan waktu bersama teman temanmu tapi harus sudah pulang sebelum senja, oke baby ? " tuan Dev mencium kening dan mengelus perut snag istri.


"Baik Dad, thank you.. " ekspresi tenang dan manis.


Akhirnya bisa keluar rumah aaa senangnya... batin Lucy girang.


Setelah mobil tuan Dev pergi Lucy gegas masuk kedalam kamar lalu berkirim pesan dengan Laura dan Jeni.


Keduanya mengiyakan untuk berkumpul dirumah tuan Dev sesuai waktu yang ditentukan oleh Lucy..

__ADS_1


__ADS_2