Menjadi Istri Boneka Tuan Dev

Menjadi Istri Boneka Tuan Dev
Bab 61 Tidak bisa tidur


__ADS_3

"Aku akan tidur disini. " singkat tuan Dev berucap.


Ranjang pasien vvip memang lebih besar dari yang biasanya, ranjang berukuran king size yang muat untuk tidur tiga orang dewasa.


"Tapi.. bukankah akan lebih nyaman jika kamu tidur di kamar sebelah suamiku ?" ucap Lucy lirih bercampur heran.


"Kamar sebelah hanya aku gunakan untuk mengurus pekerjaan kantor, untuk istirahat tentu saja kita harus tidur bersama kan, apa kamu melarangku tidur denganmu ?" Satu alis tuan Dev terangkat dengan tatapaan datar.


"Mana mungkin aku melarangmu, Rumah sakit ini adalah milikmu dan hak mu sepenuhnya mau melakukan apa saja, "


Satu ranjang denganmu sama saja aku harus menghadapi rasa traumaku aarrgghh !!!


...Lucy mencoba untuk memilih tidur, dirinya tidak ingin tidur berdekatan dengan tuan Dev, sampai Lucy meletakkan satu guling ditengah untuk membatasi jarak....


Efek obat dan vitamin yang diminum membuat tubuh Lucy mengantuk, secara perlahan namun pasti Lucy mulai terlelap masuk kealam mimpi.


Sedangkan tuan Dev yang masih belum tidur, sengaja menatap wajah istrinya lebih lama..


Ada banyak hal yang tuan pikirkan saat tangannya secara sengaja mengelus perut Lucy yang masih tampak datar.


Ada kehidupan didalam sini, ada calon anakku..

__ADS_1


Kemudian tuan Dev membetulkan selimut untuk menutup tubuh Lucy sampai batas dada dan bersiap untuk memposisikan membaringkan diri.


Tuan Dev tidak bisa tidur, beberapa kali mengubah posisi tidurnya tapi percuma matanya belum mau terpejam,


Membetulkan bantal agak tinggi dan berbaring lagi, tetap saja tuan Dev tidak bisa tidur, hingga sudut netranya kembali menatap Lucy yang sudah lelap dengan nafas teraturnya.


Huft..


Perasaan tuan Dev ingin tidur didekat sang istri, sudah seranjang tapi seakan belum cukup. Bukan hanya sekedar tidur bersama di satu ranjang tapi..


Tapi tuan Dev juga butuh menghirup aroma tubuh sang istri, dan pikiran itu cukup membuat tuan Dev frustrasi, biasanya juga tidak gini gini amat..


Tubuhmu seringan kapas istriku.. lalu tuan Dev membetulkan posisi tidur Lucy kedalam pelukan.


Tanpa disadari pun tubuh Lucy menggeliat usel usel dipelukan suami mencari posisi nyaman,


Senyum tipis tuan Dev saat istrinya juga membalas pelukannya, tuan Dev mencium pucuk kepala Lucy dan menghirup aroma tubuh istrinya membuat perlahan mulai merasakan kantuk.


Hingga benar benar malam itu kedua insan tidur berpelukan.


Di tempat lain malam yang sama..

__ADS_1


Jeni menemui asisten Clark dirumahnya, tentu saja dia harus melaporkan setiap hasil temuannya pada Clark.


"Jadi.. apa saja hasil intaianmu hari ini Jeni? " tanya asisten Clark sambil meneguk kaleng dingin berisi beer.


"Hanya sekumpulan badut kaya yang sedang menghamburkan uang suami mereka, dan.. aku curiga dengan aktifitas yang para badut itu lakukan di dalam ruangan khusus tertutup di pusat kebugaran, aku tidak bisa masuk karena aku tidak punya kartu member" Jeni ikut melakukan hal yang sama seperti Clark yaitu meneguk minuman kaleng dingin.


"Hhmm.. dokumentasikan setiap temuanmu yang berkaitan dengan wanita itu, tuan Dev sudah menyiapkan rencana untuk menghukumnya sendiri tanpa campur tangan pihak kepolisian. "


Sebelumnya seluruh berkas kasus dipasrahkan pada pihak polisi tapi saat mengetahui siapa wanita penjahat itu, tuan Dev meminta asisten Clark menarik seluruh berkas dari kantor polisi dan akan menyelesaikan kasus lewat jalur non hukum.


"Bukankah kasus keracunan makanan lebih akan cepat selesai jika wanita itu tertangkap polisi dan mendekam di penjara ? tapi tuan Dev selalu punya pikiran sendiri saat menghadapi masalah dan keputusan tuan Dev pasti sudah dipikirkan secara matang, " ucap asisten Clark menggelengkan kepala jika membayangkan apa yang akan tuannya lakukan nanti.


"Hhmm.. lalu apakah nona Lucy baik baik saja? apa aku boleh menjeguknya ?" kata Jeni antusias.


"Mungkin besok pasien sudah bisa dijenguk, nanti akan aku kabari "


"Nona Lucy sudah aku anggap temanku, aku sangat berempati padanya sejak kejadian kekerasan diatas ranjang tempo hari, aku benar benar ingin melindungi nona Lucy bahkan dari suaminya sendiri"


"Biarkan tuan Dev dan nona Lucy menyelesaikan masalah rumah tangga mereka sendiri Jeni, jangan gegabah tuan Dev tidak akan segan melenyapkan siapapun yang mengusiknya. "


Keduanya menggidikkan bahu bersamaan saat mengingat kekejaman tuan Dev versi masing masing.

__ADS_1


__ADS_2