
Di dalam kamar utama,
"Suamiku.. aku sangat baik baik saja setidaknya ijinkan aku menemui Jeni, dan bukankah kamu juga harus mengurus pekerjaan kantor mu ?" saat ini Lucy masih berada diatas ranjang, tuan Dev tidak mengijinkan untuk telapak kaki Lucy menapak di lantai tanpa seijinnya.
"Apa kamu lupa apa kata Irene ? kamu tidak boleh terlalu capek jadi diam saja, " ucap tuan Dev yang sedang duduk di sofa dengan laptop dipangkuan.
"Tapi tidak begini juga suamiku, aku butuh udara segar, didalam kamar terus akan membuat aku merasa seperti burung didalam sangkar.. "
"Aku tidak mengijinkan apapun, saat aku dirumah artinya kamu hanya boleh menemani aku dan jangan pernah berpikir untuk diam diam keluar dari rumah ini meski itu hanya ke taman atau kolam renang apalagi sampai kamu mendatangi rumah belakang. " tuan Dev berucap tanpa mengalihkan fokus ke layar laptopnya.
"Haish menyebalkan !!! aku tidak bisa begini terus, aku ingin keluar setidaknya jangan kurung aku didalam kamar.. " batin Lucy yang kemudian memilih tiduran dan menutupi tubuhnya dengan selimut sampai kepala.
Didalam selimut tebal itu Lucy memikirkan ide bagaimana agar dirinya tidak terus terusan dikamar,
Aha.. aku ada ide..
Seperti lampu bohlam yang menyala terang di dalam kepala, Lucy memiliki beberapa rencana untuk bisa keluar dari dalam kamar.
"Eghem.. suamiku.. maaf apa kamu harus menatap layar laptop itu terus ? Aku menginginkan sesuatu tapi.. " kata kata Lucy tertahan.
Menunggu reaksi tuan Dev,
"Apa yang kamu inginkan ?" jawab tuan Dev dengan masih mengetik sesuatu di laptop.
"Ah tidak tidak jadi.. aku tidak ingin merepotkan kamu. " tertawa pelan dengan canggung.
__ADS_1
"Katakan saja kamu menginginkan apa ? " kini tuan Dev meletakkan laptop diatas meja lalu melangkah ke arah ranjang.
Duduk ditepi ranjang dan menatap Lucy dalam diam.
Oke Lucy.. sekarang saatnya..
Dengan sedikit gugup Lucy mengatakan jika dirinya ingin makan daging sapi, bukan sembarang daging sapi tapi daging sapi premium yang cukup langka dan sulit didapatkan.
"Serius kamu menginginkan hal semacam itu ?" tanya tuan Dev penuh selidik.
Dengan tatapan sedikit berkaca Lucy menganggukkan kepala beberapa kali.
"Aku ingin dibuatkan pesta barbekyu sederhana di taman belakang, apakah boleh suamiku ? tapi jika kamu keberatan maka tidak usah saja aku mengerti kalau aku tidak bisa terlalu banyak menuntut. " Lucy tersenyum kaku, sedikit meragu apakah idenya ini akan berhasil atau tidak.
please katakan iya.. katakan iya...
Tuan Dev menatap Lucy dengan tanpa ekspresi, seperti mencari tahu apakah istrinya ini berbohong atau tidak.
"Apakah ini karena kehamilanmu ? sehingga kamu menginginkan hal seperti itu ?" tanya tuan Dev.
"Mungkin.. ini kehamilan pertamaku jadi aku tidak tahu apakah ibu hamil memang sering menginginkan hal hal aneh selama masa kehamilan, tapi aku pernah baca artikel di internet jika hal ini karena pengaruh hormon kehamilan sehingga ibu hamil akan lebih bahagia dan kandungan nya akan berkembang lebih sehat jika semua keinginan nya terpenuhi. " ucap Lucy panjang sekali.
"Tidak perlu menjelaskan sepanjang itu, aku juga paham apa itu hormon kehamilan dan apa yang kamu inginkan juga tidak terlalu sulit, aku akan siapkan pesta barbekyu untukmu dalam waktu satu jam, " ucap tuan Dev yakin.
"Apa kamu sanggup menyiapkan semua itu dalam waktu sesingkat itu ? lalu bagaimana caramu mendapatkan daging premium dan semua bahan lainnya ?" tanya Lucy heran.
__ADS_1
Padahal perkiraan Lucy jika tuan Dev mau mengabulkan keinginannya maka dia bisa keluar dari rumah saat sore hari, sore hari diluar pasti tidak panas dan bisa lanjut sampai malam lalu main kembang api,
Aaaa... jangan secepat ini !!
Saat tuan Dev hendak menelpon asisten Clark untuk menyiapkan semuanya tiba tiba Lucy menyeletuk,
"Suamiku.. tapi.. aku ingin pesta barbekyunya nanti sore saja, soalnya.. " dengan sedikit ragu Lucy menyelesaikam kalimatnya,
"Aku juga ingin melihat kembang api di malam hari, bukan hanya melihat tapi aku ingin main kembang api juga.. "
Tuan Dev kembali menatap istrinya yang entah kenapa semakin terlihat menggemaskan dan lebih berisi.
"Semua akan aku kabulkan, tenang saja apapun demi calon anakku tidak ada yang tidak bisa. " sedikit tersenyum kemudian tuan Dev berdiri dan melangkahkan kaki kembali ke sofa,
Yaa.. kamu akan melakukan apa saja demi calon anakmu.. lalu bagaimana dengan nasibku setelah ini ? batin Lucy sendu.
Jika mengingat bagaimana nasibnya yang tidak lebih dari sebagai istri boneka tuan Dev hanya semakin membuat Lucy minder seakan akan hidupnya hanya berharga karena sedang mengandung benih seorang konglomerat.
Sore hari..
Taman di belakang rumah mulai di siapkan untuk acara yang diinginkan nona Lucy, Luis yang mengawasi langsung semuanya memastikan segala perlengkapan adalah yang berkualitas baik dan tidak ada sedikitpun bahan yang kotor apalagi layu.
Sebuah tenda kecil berukuran lima kali lima meter terpasang, dibawahnya tertata sebuah meja panjang , lalu segala jenis bahan barbekyu juga disiapkan sesuai ukuran sekali suap agar nona Lucy tidak kesulitan saat mengunyah.
Sebuah alat barbekyu juga diletakkan di dekat tenda, seorang koki bahkan diutus langsung untuk menyiapkan aneka bumbu barbekyu terbaik.
__ADS_1
Sementara Luis dan para pelayan sibuk di taman belakang,
Lucy dan tuan Dev masih ada di dalam kamar, mereka tidak akan keluar sebelum hari sore. Dan apa saja yang mereka berdua lakukan didalam kamar utama ?