Menjadi Istri Boneka Tuan Dev

Menjadi Istri Boneka Tuan Dev
Bab 60 Rooftop


__ADS_3

Sementara itu..


Tuan Dev kembali ke kamar pasien Lucy saat hari sudah menjelang malam. Begitu masuk ke dalam kamar tuan Dev langsung duduk di tepi ranjang, melihat Lucy yang baru saja selesai makan malam dan meminum obat.


"Feel better ?" tanya tuan Dev dengan sedikit senyum.


"Hhmm... " Lucy mengangguk.


"Apa ada sesuatu yang kamu inginkan ?" nada suara tuan Dev terdengar melunak saat ini, membuat Lucy tidak nyaman sebenarnya tapi ..


"Belum menginginkan apapun, apa aku boleh keluar sebentar ?" tanya Lucy pelan dengan menatap sayu pada suaminya.


"Mau kemana ? biar aku antar"


"Aku ingin melihat bintang"


"Bintang ? Hhmm baiklah. aku akan menemani kamu melihat bintang. "


Lalu tuan Dev menekan tombol disisi ranjang, memanggil perawat yang segera masuk kedalam kamar pasien.


"Siapkan kursi roda, istriku dan aku ingin menikmati udara diluar. " titah tuan Dev yang dijawab anggukan oleh si perawat.


"Baik tuan, akan kami siapkan"


Tak berselang lama , dua orang perawat kembali masuk kedalam kamar pasien, satu orang tampak membawa sebuah kursi roda, sementara satu orangnya membantu Lucy membetulkan letak selang infus usai tuan Dev menggendong tubuh sang istri ala bridal duduk dengan nyaman di atas kursi roda.


"Baiklah, terima kasih aku sendiri yang akan mendorong istriku, pergilah " kata tuan Dev bersiap untuk mendorong kursi roda Lucy keluar dari kamar.


Letak rooftop berada di atas lantai vvip, hanya butuh satu kali naik lift,


Dengan hati hati tuan Dev mendorong kursi roda Lucy,

__ADS_1


Tingg..


Pintu Lift terbuka dan kini mereka berada di atas gedung yang tidak seperti rooftop pada umumnya.


Rooftop rumah sakit milik tuan Dev ini di setting menyerupai sebuah taman, ada satu spot berisi tanaman dan rumput hijau yang segar, satu spot lainnya terdapat kursi dan meja, dan tuan Dev hendak membawa sang istri untuk duduk di salah satu sofa yang langsung menghadap langit.


Sett... tuan Dev membopong istrinya ala bridal dengan sangat hati hati , sedangkan Lucy mengalungkan tangannya di leher suami sambil tidak berani menatap wajahnya.


Bukan mendudukan sang istri ke sofa ternyata, melainkan tuan Dev yang duduk di sofa memangku istrinya.


"Cuaca sedang dingin, aku tidak mau kamu kedinginan " ucap tuan Dev saat istrinya ingin berontak.


Berada dalam pangkuan tuan Dev memang sangat hangat dan nyaman tapi tetap saja masih ada rasa trauma jika harus seintim ini.


"Kamu memperlakukan aku sangat berlebihan tuan.. " suara Lucy terdengar sedih, dirinya sangat paham apa posisinya saat ini yang hanyalah istri boneka,


Dia baik hanya karena aku mengandung benihnya, dia tidak memiliki sedikitpun perasaan untukku, ingat Lucy status mu hanyalah istri boneka yang tidak punya hak apapun , hiks.. batin Lucy menangis.


Mereka berdua menatap langit malam yang dingin, Lucy menangis di dalam hatinya,


Sedangkan tuan Dev yang juga menatap. langit diatas sana pun larut dalam pikirannya sendiri, dia tidak yakin apakah yang dia lakukan adalah sudah tepat tapi..


"Satu sisi diriku ingin terus menyakiti dan menyiksamu.. tapi sisi lain diriku juga tidak ingin melihat kesedihan pada dirimu Lucy.. "


Entah perasaan apa yang di berikan tuan Dev untuk Lucy,


Dunia membesarkan dirinya menjadi sosok arogan yang harus kuat dalam persaingan bisnis, belum pernah seumur hidup tuan Dev merasakan melow seperti dengan istrinya ini..


" Bisakah jangan memanggilku tuan lagi ? panggil aku suami, aku bersumpah jika kamu tidak sedang sakit pasti sudah aku hukum !" ucapan ringan meluncur begitu saja, tapi Lucy menanggapi dengan serius.


Wajah Lucy seketika menegang, sekelebat adegan ranjang yang dia alami sebagai hukuman karena memanggil tuan Dev bukan suamiku membuat buu kuduk meremang.

__ADS_1


"Apa ada bedanya antara kedua panggilan itu ? bukankah itu tidak membuatku menjadi lebih terhormat dari sebatas menjadi istri bonekamu, suamiku? "


Deg.. netra keduanya bertumpuk, Lucy yang menahan emosi sedih dan tuan Dev yang heran,


"Apa kamu punya hak untuk membantah perintahku ? turuti aku sebagai aturan hidupmu " ucapan tuan Dev semakin membuat perasaan Lucy terluka.


Selanjutnya hanya hening, tidak ada pembicaraan hanya menikmati suasana langit malam yang semakin lama semakin dingin.


"Kita kembali ke kamar sekarang, aku tidak mau lebih repot jika kamu flu" ucap tuan Dev yang kembali menggendong Lucy ala bridal dan mendudukkan kembali ke kursi roda.


Lucy tidak bicara, dia hanya patuh saja bagaimana tuan Dev memperlakukannya.


Kembali keruang vvip, tuan Dev membantu Lucy berbaring di ranjang, tapi sebelum itu..


"Aku harus ke toilet sebentar, " ucap Lucy yang ingin bangun dari ranjang.


Melihat istrinya yang ingin berjalan sendiri ke toilet, tiba tiba..


Tubuh Lucy terasa melayang, ternyata tuan Dev pelakunya,


"Turunkan aku bisa sendiri !" ucap Lucy yang sedikit berontak saat tuan Dev menggendongnya menuju toilet.


"Aku akan membantumu, jangan melawan "


Lucy yang tadinya berontak kembali pasrah, saat tuan Dev benar benar membantunya membersihkan diri ditoilet.


ini berlebihan, apa dia tidak jijik ?? batin Lucy tanpa ekspresi.


Kemudian setelah tuan Dev kembali menggendong tubuhnya berbaring diatas ranjang, seorang perawat masuk membawakan makan malam dan obat untuk pasien.


Sementara perawat membantu Lucy untuk makan dan minum obat, tuan Dev kembali ke kamar sebelah untuk membersihkan diri dan berganti pakaian tidur.

__ADS_1


Setelah perawat itu pergi, tuan Dev kembali masuk kedalam kamar Lucy lewat pintu penghubung yang menghubungkan kamar Lucy dengan kamar sebelah.


Apa yang tuan Dev lakukan?? jangan bilang kalau dia juga mau tidur disini !! batin Lucy.


__ADS_2