Menjadi Istri Boneka Tuan Dev

Menjadi Istri Boneka Tuan Dev
Bab 49 Gedung acara pernikahan


__ADS_3

Setelah perjalanan selama kurang lebih lima belas menit, mobil tuan Dev tiba dan memasuki pelataran sebuah hotel bintang lima lalu berhenti di depan loby yang menjadi tempat berlangsungnya acara resepsi pernikahan Margareth dan Stuard.


Tuan Dev turun diikuti oleh Lucy, setelah memberikan kunci mobil pada seorang wallet servis, Tuan Dev dan Lucy masuk kedalam dengan langkah serasi.


Lucy merasa canggung saat beberapa tamu menatapnya, mereka tampak mengagumi pasangan konglomerat tersebut.


"Astaga mereka sangat serasi, bukankah itu Devan sanders pebisnis yang terkenal itu ? " ucap salah satu tamu wanita bepenampilan elegan yang bercakap dengan teman sosialitanya.


"Benar, wajah itu adalah wajah Devan Sanders, artinya apakah itu adalah istrinya ?" seorang tamu lain ikut dalam pembicaraan.


"Tidak ada berita jika Devan sanders sudah menikah, mungkin itu hanya pasangan kencannya, kalian tahu kan bagaimana gaya kencan kelas konglomerat seperti Devan " wanita elegan kembali berkomentar dengan mode ekspresi siap menebar gosip.


"Tentu saja bagaimana kita tidak tahu, jika bisa saja Devan sanders membayar wanita itu untuk jadi pasangan kondangan, tapi bisa juga wanita itu rela merangkak keatas ranjang Devan sanders demi ketenaran "


Pembicaraan antar wanita berusia paruh baya terus berlanjut,


"Aahh.. kenapa kita jadi membayangkan bagaimana ranjang Devan sanders hahahaa.. "


Tamu sosialita bibi Elly yang berjumlah lima orang itupun masuk kedalam ballroom acara setelah puas membicarakan tuan Dev.

__ADS_1


Tuan Dev dan Lucy tampak langsung menuju tempat duduk yang disediakan untuk para tamu undangan, di atas meja sudah ada lipatan kertas berisi nama tamu pemilik kursi.


Tuan Dev duduk, setelah sebelumnya membantu menarik kursi untuk Lucy, sedikit tersenyum saat Lucy sudah duduk, dan senyuman itu justru tampak menyeramkan bagi Lucy,


"Bagaimana dia bisa tersenyum sepolos itu, benar benar tidak merasa melakukan dosa, dasar iblis !!" batin Lucy.


Paman Robert tampak berjalan menghampiri Lucy dan tuan Dev lalu membawa mereka berdua untuk bersalaman dengan kedua mempelai.


Masih dengan tetap bergandengan tangan, pasangan yang terlihat serasi itu menyalami Margareth dan suaminya, Stuard.


Tampak Stuard berjabat tangan akrab dengan tuan Dev, kemudian menyalami Lucy dan berkata,


"Kalian sangat serasi tuan Dev, good luck ya.. "


Kemudian saat berganti menyalami Margareth, tampak tuan Dev kembali ke mode dingin, hanya menyalami tanpa ekspresi dan hanya Lucy yang tersenyum pada Margareth.


Demi menjaga image istri yang baik dan ramah serta anggun elegan, Margareth tak lelah memasang senyum sepanjang acara berlangsung.


"Sayang.. aku capek berdiri terus, kapan acaranya selesai ?" bisik Margareth pada sang suami.

__ADS_1


"Bagaimana jika pergi dari tempat ini dan menikmati malam pertama kita di kamar, " Stuard mengkerling menggoda.


"Itu ide yang bagus, tapi.. "


Tiba tiba bibi Elly mengajak para teman sosialitanya untuk berbincang dengan kedua mempelai.


Bibi Elly dengan bangga memperkenalkan Stuard sebagai menantu terbaik, dan Margareth adalah wanita berkelas hingga mampu memenangkan hati tuan Stuard.


Bibi Elly tidak henti membanggakan pasangan pengantin yang tampak selalu mengulas senyum menawan meski selisih usia keduanya cukup berjarak jauh.


Saat sedang berbincang tiba tiba salah seorang teman sosialita bibi Elly menanayakan keberadaan Lucy.


"Dimana Lucy ? bukankah seharusnya dia juga hadir di acara pernikahan sepupunya ?" matanya mencari cari keberadaan si cupu.


"Aah iya si Lucy. . sepupu Margareth yang cupu itu kemana ? dari tadi kami tidak melihat batang hidungnya hahahaa" ucap salah satu wanita sosialita teman bibi Elly .


Lucy sudah biasa menjadi bahan olokan teman sosialita bibi Elly , dulu sebelum menikah dengan tuan Dev, Lucy selalu menjadi pelayan saat bibi Elly mengundang para teman sosialitanya untuk berkumpul dirumah, padahal dirumah sudah ada bibi pelayan tapi para teman sosialita lebih suka mengerjai Lucy si cupu , memperlakukan lebih rendah dari pelayan.


Bibi Elly mengulas senyum sombong sambil menunjuk ke salah satu sudut ruangan dan berkata,

__ADS_1


"Wanita cupu pembawa sial itu ada disana " ucapan bibi Elly diiringi tatapan para teman sosialitanya kearah yang dituju.


Astaga..


__ADS_2