Menjadi Wanita Penghibur Di Dunia Novel

Menjadi Wanita Penghibur Di Dunia Novel
Bab 10 - Pelanggan Spesial


__ADS_3

...༻⑅༺...


Saat mobil tiba di Eden Night, Lova dan Jaden masuk bersama. Lova hanya bisa mendengus kasar. Dia tidak bisa melarikan diri karena Jaden terus ada di sisinya. Terlebih lelaki itu terlihat memiliki pistol yang tersemat di ikat pinggang.


"Tunggu!" cegat Jaden seraya menahan pergerakan Lova. Dengan cepat tangannya merampas sepatu yang dipegang Lova.


"Kau mau apakan sepatunya?!" timpal Lova.


"Bukankah aku yang harusnya bertanya begitu? Untuk apa kau terus mempertahankan sepatu yang tinggal sebelah?!" balas Jaden. Ia menyuruh pengawal untuk membawa Lova masuk lebih dulu. Sedangkan dirinya pergi mengurus sepatu milik Lova.


Jaden pergi ke bawah sebuah pohon. Dia membakar sepatu Lova di sana. Sebagai orang yang sering berkecimpung di dunia mafia, Jaden tentu pintar menduga segala kemungkinan.


Bersamaan dengan itu, Lova melangkah gontai masuk ke kamar. Dia merasa kelelahan karena terlalu lama berlari. Jatuhlah gadis itu ke dalam lelap.


Keesokan harinya Lova bangun pagi. Dia masuk ke kamar mandi. Menatap pantulan dirinya sendiri di cermin.


"Lihat dirimu, Lova. Aku tidak menyangka kau akan memiliki pengalaman hidup menjadi pela-cur. Untung saja Papah dan Mamah tidak tahu," gumam Lova. Dia tiba-tiba mengingat keluarganya. Sungguh, siapa yang bisa melupakan keluarga saat berada di tempat jauh? Apalagi Lova memiliki keluarga yang harmonis.


"Aku rindu keluargaku. Aku ingin pulang... Bisakah aku kembali pulang?" Lova mendadak meratap. Dia menutupi seluruh wajah dengan kedua tangan. Meski selalu terlihat seperti gadis kuat, bukan berarti Lova tidak menyimpan ketakutan dalam dirinya.


"Bagaimana kalau aku tidak akan pernah kembali... Aku tidak akan berada di sini selamanya bukan?" sambung Lova. Dia berhenti menutupi wajahnya. Lalu menatap paras cantiknya di cermin.


Lova sadar bahwa menangis tidak akan bisa merubah keadaan. Dia merasa harus melakukan sesuatu. Kartu tarot misterius yang dimilikinya adalah satu-satunya petunjuk.


'Aku harus menemukan orang yang bisa mengartikan kartu ini,' pikir Lova bertekad. Dia harus lebih gencar mendekati Madam Jessy dan Jaden. Sehingga suatu saat nanti dirinya bisa diperbolehkan keluar dari Eden Night.


Lova lantas bersiap-siap. Dia mandi dan mengenakan pakaian. Lova juga tidak lupa berdandan dengan riasan secukupnya.


Tidak seperti Felly dan wanita PSK lain yang menghabiskan waktu bersama, Lova lebih memilih bergabung bersama Madam Jessy. Kebetulan Jaden sedang terlihat kala itu.


"Hai, Madam. Aku membawakanmu kopi," ujar Lova sembari meletakkan secangkir kopi ke meja. Perlakuan ramahnya membuat Madam Jessy heran. Walaupun begitu, dia menyukai sikap Lova yang sekarang.


"Aku sudah mendengar apa yang terjadi tadi malam. Beruntung sekali kebersamaanmu dan Pangeran Nathan tidak diketahui Pangeran Titan," cetus Madam Jessy. Lalu menyesap kopi buatan Lova.

__ADS_1


"Iya, semuanya karena Mr. J lebih dulu menyadari kehadiran Pangeran Titan. Mr. J sangat keren," ujar Lova.


"Mr. J?" Madam Jessy tidak tahu nama yang disebutkan Lova. Sebab hanya Lova yang memanggil Jaden dengan sebutan begitu.


"Mr. J yang menemaniku pergi dan Pangeran keluar dari Eden Night," jelas Lova.


Madam Jessy tertawa sampai menampakkan gigi gerahamnya. Dia merasa lucu sekaligus aneh.


"Bwahaha! Sejak kapan kau memanggil Jade dengan sebutan Mr. J. Semua wanita di sini memanggilnya dengan panggilan Tuan Jade. Kali ini aku semakin yakin kalau kau mengalami amnesia." Madam Jessy geleng-geleng kepala.


'Jadi Tuan Jade. Aku akan mengingatnya. Sialan! Dia mempermainkanku ternyata,' gerutu Lova dalam hati.


Madam Jessy meneruskan dengan pertanyaan, "Kapan kepalamu itu terbentur? Atau ada yang sengaja melakukannya kepadamu?"


"Yang jelas aku merasa berbeda saat malam terakhir kali bersama lelaki yang bernama Darwin." Lova asal mengaku saja. Lagi pula kalau dia mengatakan yang sebenarnya, pasti Madam Jessy tidak akan percaya.


"Jujur saja. Kau seperti orang yang kerasukan. Aku merasa kalau jiwa yang ada dalam tubuhmu sekarang adalah orang lain," imbuh Madam Jessy.


"Duduklah, Lova! Berbicara dengan dirimu yang baru ternyata menyenangkan," ujar Madam Jessy.


Lova lantas duduk. Tiba-tiba dia terpikirkan sebuah ide. Lova tersenyum dan memberitahu kalau Felly dan beberapa wanita pernah memukul kepalanya. Gadis itu tentu berbohong. Lova melakukannya karena ingin balas dendam terkait insiden di dapur tempo hari.


"Wanita-wanita di sini mengoroyokku, Madam. Mereka membenciku hanya karena aku yang selalu dipilih para pelanggan." Lova menunjukkan raut wajah sedih nan palsu.


"Aku tahu itu sudah terjadi cukup lama. Tapi saat aku bertanya kau selalu menjawab kalau dirimu baik-baik saja. Baru kali ini kau mengeluh," sahut Madam Jessy. Dia berkata begitu karen Lova yang dulu selalu diam saat ditindas. Tidak seperti Lova sekarang yang begitu pemberani.


"Aku sudah lelah mengalah, Madam... Aku bahkan harus dihukum olehmu malam itu. Padahal perubahan yang terjadi kepadaku karena Felly dan yang lain. Harusnya mereka yang dihukum," ungkap Lova.


"Kau harusnya mengatakan itu dari awal!" balas Madam Jessy.


"Aku baru saja ingat sekarang, Madam. Ingatanku muncul secara tidak menentu," kilah Lova sembari menekan kepala dengan penuh kepura-puraan.


Madam Jessy menghela nafas berat. Dia menyuruh pengawalnya untuk memanggil semua wanita PSK berkumpul. Saat itulah Lova menyebutkan siapa saja orang yang harus dihukum. Ia tentu memilih orang-orang yang menyeretnya tempo hari ke dapur.

__ADS_1


Lova puas dengan apa yang terjadi. Felly dan kawan-kawan dihukum dengan cara dikurung di gudang selama dua hari. Tanpa makan dan minum. Persis seperti yang dirasakan Lova sebelumnya.


Tiga hari terlewat, sekarang malam di Eden Night berjalan seperti biasa. Meriah dan dipenuhi dengan suasana pesta membara.


Lova berjalan dengan tenang menuju kamar. Kebetulan malam itu dirinya tengah menunggu pelanggan spesial yang tak kunjung datang. Karena terlalu lama menunggu, Lova memilih istirahat sebentar di kamar.


Dalam perjalanan menelusuri koridor, Felly tiba-tiba datang. Ia merangkul pundak Lova dengan hangat.


"Aku dan yang lain minta maaf atas sikap kami tempo hari. Hukuman yang diberikan Madam membuat kami sadar," ucap Felly seraya tersenyum tenang.


Lova menatap selidik. Dia merasa tidak percaya. Tetapi wajah Felly terlihat begitu tulus. Dia bahkan tampak memegang sebuah hadiah di tangannya.


"Ini untukmu. Dariku dan yang lain. Mereka sudah menunggumu di atap. Kami kebetulan menyiapkan acara permintaan maaf untukmu," tutur Felly. Padahal dia dan yang lain tengah merencanakan pembunuhan untuk Lova. Felly dan kawan-kawan berniat mendorong Lova dari atap. Apa yang dilakukan Felly sekarang jelas adalah sandiwara.


"Terima kasih..." Lova menerima hadiah pemberian Felly. Kemudian membukanya. Lova tersenyum saat menyaksikan kalung indah berbentuk bunga. "Wow, ini sangat bagus," komentarnya.


"Ayo! Sekarang kita temui yang lain di atap!" ajak Felly.


"Kau benar-benar serius mau minta maaf kan?" Lova masih meragu.


"Tentu saja. Kalau tidak serius, untuk apa aku dan yang lain sampai membuat acara. Kami melakukan itu karena merasa sangat menyesal," terang Felly. Lova otomatis mengangguk. Keduanya melangkah bersama menuju atap.


Tanpa diduga, Madam Jessy memanggil Lova. Dia memberitahu bahwa pelanggan spesial untuk Lova telah datang.


Felly berdecak kesal. Dia terpaksa menunda rencananya. Membiarkan Lova pergi sementara. Felly dan kawan-kawan akan menunggu.


Lova segera masuk ke sebuah kamar khusus. Ia yang sudah mengenakan pakaian minim, hanya tinggal menunggu pelanggannya masuk.


Lova duduk dengan tenang. Saat pintu terbuka, dia kaget setengah mati. Bagaimana tidak? Pelanggan spesialnya tidak lain adalah Jaden.


"Hai, Lova. Aku senang malam ini kita akan melakukannya lagi," ujar Jaden sambil melepas mantel hitamnya.


Sementara itu, Lova terpelongo. Masih merasa tak percaya dengan sosok lelaki yang sekarang menginginkan jasanya. Lova hanya bingung, bagaimana dirinya bisa mengelabui Jaden? Terlebih Lova sangat tahu betapa cerdiknya lelaki tersebut.

__ADS_1


__ADS_2