Menjadi Wanita Penghibur Di Dunia Novel

Menjadi Wanita Penghibur Di Dunia Novel
Bab 40 - Di Penjara


__ADS_3

...༻⑅༺...


Lova terpikir untuk menyarankan Jaden untuk mendekati Puteri Alana. Mengingat gadis itu memiliki sikap baik dan mudah didekati. Lova dapat mengetahuinya saat Puteri Alana menyambut dan mengantarkannya ke kamar Nathan.


Tanpa berpikir lama, Lova segera memberitahu mengenai ide yang baru tercetus dikepala. Namun dia malah mendapat tatapan tajam dari Jaden.


"Hentikan omong kosongmu! Kita bisa memikirkan siapa yang jadi rajanya nanti. Hal terpenting sekarang adalah menjatuhkan Titan dari tahta raja," ujar Jaden. Ia berjalan ke hadapan Lova. Dan melanjutkan dengan nada berbisik, "dengar! Jika ada dokter suruhan Titan yang datang, jangan biarkan dia menyentuh Pangeran Nathan. Pokoknya kau harus menolaknya dengan segala cara. Aku akan segera kembali membawakan dokter terpercaya."


"Baiklah. Berapa lama kau akan pergi?" tanggap Lova.


"Sekitar dua hari. Aku juga perlu mengurus hal lain. Courtney dan Leon akan menjagamu," kata Jaden. Ia beranjak pergi keluar ruangan.


Untuk kali pertama, Lova akan tinggal di istana. Meskipun begitu, dia tidak bisa meninggalkan Nathan dalam penjagaan. Dengan setia, Lova menunggu lelaki itu terbangun.


Terkadang Lova akan duduk ke tepi ranjang. Dia juga sesekali akan bercerita banyak hal kepada Nathan. Lova bahkan menceritakan mengenai dirinya di dunia nyata.


Lova memberitahukan pekerjaannya yang merupakan sebagai perancang busana terkenal. Dia adalah wanita karir yang tidak pernah berpacaran. Lova juga mengungkapkan bahwa Nathan adalah lelaki pertama yang membuatnya jatuh hati.


"Cepatlah bangun, Pangeran..." lirih Lova penuh harap. Dia duduk di tepi ranjang sembari membelai puncak kepala Nathan.


Tak lama kemudian, terdengar pintu diketuk. Lova lantas membukakan. Keningnya mengernyit ketika melihat kedatangan seorang lelaki bernama Reeve. Lelaki paruh baya itu ternyata adalah dokter yang ditugaskan Titan untuk Nathan.


Lova membiarkan Reeve masuk. Lelaki tersebut terlihat hendak menyuntikkan sesuatu ke badan Nathan.


Belum sempat Reeve bertindak, Lova langsung menghentikan. Dia ingin melihat suntikan apa yang diberikan oleh Reeve.


"I-ini hanya obat untuk membuat kondisi Pangeran jadi lebih baik," ujar Reeve tergagap. Dia terlihat gelagapan sendiri.

__ADS_1


"Aku tidak peduli. Tapi aku akan memeriksanya terlebih dahulu sebelum kau menyuntikkannya pada Pangeran!" tegas Lova dengan dahi yang berkerut dalam. Dia berusaha merampas alat suntikan yang ada di tangan Reeve. Akan tetapi Reeve sigap menghindar.


"Kenapa kau tidak percaya kepadaku?! Raja saja mempercayaiku untuk menjaga Pangeran?! Aku bahkan tidak mengenalmu sama sekali!" tukas Reeve. Kini dia naik pitam dan memarahi Lova.


"Raja?" mata Lova membulat. Dia membuang muka sejenak dengan gaya angkuh. "Wah... Hubungan dekatmu dengan Raja Titan membuat ketidakpercayaanku semakin kuat," tambahnya. Dia kembali merebut alat suntikan.


Reeve melangkah mundur. Matanya melotot tajam. "Aku akan laporkan ini kepada Raja Titan!" ancamnya. Lalu beranjak pergi keluar ruangan.


Lova terperangah. Dia tidak menyangka kalau dirinya yang justru kena batunya.


Reeve langsung mengadukan apa yang sudah dilakukan Lova. Dia mengatakan pada Titan kalau gadis itu sudah menolak pengobatan Reeve. Parahnya lelaki paruh baya tersebut mengucapkannya di hadapan para anggota kerajaan lain.


"Kedatangannya benar-benar mengganggu. Ini tidak bisa dibiarkan terlalu lama. Cepat bawa wanita itu ke hadapanku!" Titan memanfaatkan pengaduan Reeve untuk menyingkirkan Lova.


Tiga pengawal kerajaan mendatangi Lova. Mereka segera memaksa gadis itu keluar dari kamar.


Courtney dan Leon mencoba membantu Lova. Tetapi Lova memberikan kode dengan menggelengkan kepala. Gadis tersebut tidak ingin melihat adanya keributan. Alhasil Courtney dan Leon mengalah. Mereka memilih untuk mengiringi Lova dari belakang.


"Aku hanya berusaha melindungi Pangeran Nathan. Biarpun Raja Titan adalah kakaknya, aku juga tetap harus waspada," jelas Lova. Tanpa adanya rasa takut sedikit pun. Padahal semua pasang mata tertuju kepadanya.


"Lihat! Bukankah sikapnya berlebihan? Padahal dia baru menjejakkan kaki di istana. Tapi perilakunya sudah sangat keterlaluan! Apa kalian masih percaya kalau dia istrinya Nathan?" ujar Titan. Berusaha meragukan pemikiran semua orang.


Lova mengepalkan tinju di kedua tangan. Dia merasa sangat kesal dengan sikap Titan yang begitu licik. Padahal sudah jelas lelaki itu banyak melakukan kesalahan. Sebagai orang yang telah membaca novel Puteri & Tiga Pangeran Axenia, Lova juga tahu bahwa Titan adalah antagonisnya.


"Orang yang jahat di sini adalah dia! Kalian tidak seharusnya percaya kepadanya! Dia bahkan tidak pantas menjadi raja Axenia. Aku yakin kalian pasti juga merasakannya! Coba lihat apa yang terjadi pada Axenia saat Raja Titan memimpin!" seru Lova. Dia menatap para anggota kerajaan secara bergantian.


Jujur saja, Lova sudah tidak mau mengulur waktu. Dia juga tidak bisa terus mengharapkan Jaden. Lova melakukan perlawanan tanpa adanya rencana. Tindakannya itu tentu terlalu gegabah. Gadis tersebut selalu tidak sabaran.

__ADS_1


"Lancang sekali kau! Aku tidak akan memaafkanmu!" geram Titan yang merasa terhina. Dia segera menyuruh pengawal untuk membawa Lova ke penjara bawah tanah.


Lova membulatkan mata saat dirinya diseret oleh pengawal. Courtney dan Leon bahkan mendapat nasib yang sama.


"Hei! Apa tidak ada yang setuju dengan pendapatku?! Bukankah sekarang kerajaan Axenia sedang mengalami kesulitan?!" pekik Lova. Sebelum benar-benar menghilang ditelan pintu. Dia tidak menyangka para anggota kerajaan hanya diam. Mereka seolah takut untuk melawan Titan. Apa posisi raja di Axenia memang sepenting itu?


"Aarggghhh!!! Kalau para rakyat Axenia mendengarku, mereka pasti akan setuju!" ucap Lova lagi.


"Penjarakan dia di jeruji besi paling ujung! Nanti aku akan memotong pita suaranya itu!" perintah Titan.


Bukannya tetap di sisi Nathan, Lova justru berada di penjara. Dia bahkan di tempatkan terpisah dari Courtney dan Leon. Jadi Lova sendirian sekarang. Gadis itu duduk termangu sambil memeluk lutut. Mahkotanya juga sudah diambil oleh pengawal atas perintah Titan.


"Arrghh!!! Kapan aku bisa pulang?! Semuanya malah semakin kacau. Tidak ada yang berubah," keluh Lova seraya menutup wajah dengan dua tangan. Ia cukup lama meratap.


Lova membuka mata saat mendengar keributan dari penjara sebelah. Dia mendengar suara pria yang menjerit kesakitan. Lova lantas mengintip. Ia menyaksikan lelaki di sebelahnya sedang dicambuk dengan rantai besi.


Wajah Lova meringis. Dia sigap beringsut mundur. Dirinya hanya berharap tidak akan mendapat siksaan yang sama seperti pria tersebut.


Tiba-tiba muncul sebuah gemerlap cahaya dekat pintu jeruji besi. Sebuah kartu tarot bergambar seorang raja yang memegang tongkat dan emas muncul. Kartu itu sering disebut dengan sebutan King Of Pentacles.


"Ini kartu ketiga! Nenek Defney sebentar lagi akan ke sini!" Lova segera mengambil kartu tarot yang baru muncul.


Benar saja, beberapa saat kemudian Defney muncul. Dia berdiri di depan pintu penjara. Masih mengenakan pakaian yang sama seperti sebelumnya.


"Aku tidak ingin memilih kartu tarot! Aku hanya ingin pulang sekarang! Aku sudah tidak tahan!" rengek Lova sembari gemetaran. Terlebih suara erangan pria di sebelahnya terus terdengar.


..._____...

__ADS_1


Catatan Author :


Di usahakan minggu depan tamat ya guys. Makasih buat yang masih setia baca... 🙏


__ADS_2