Menjadi Wanita Penghibur Di Dunia Novel

Menjadi Wanita Penghibur Di Dunia Novel
Bab 34 - Axenia Di Bawah Pimpinan Raja Titan


__ADS_3

...༻⑅༺...


Jaden baru saja keluar dari kamar mandi. Ia menyaksikan Lova sudah menunggu.


"Kau memang tidak membawaku kembali ke Eden Night! Tapi kau tetap memperlakukanku seperti di Eden Night!" cetus Lova sambil bangkit dari tempat duduk. Dia mengepalkan tinju di kedua tangan. Dirinya terlampau kesal kepada Jaden.


"Aku hanya berusaha melindungimu. Akan bahaya jika kau nekat berkeliaran di luar," sahut Jaden yang tampak tenang.


"Bahaya?! Kau pikir aku anak kecil? Aku bisa menjaga diriku sendiri!" tegas Lova.


"Benarkah? Sejauh ini kau selalu berhasil selamat berkatku." Jaden berjalan ke hadapan Lova.


"Kumohon! Biarkan aku pergi dari sini, Jade. Apa yang salah denganmu?! Kenapa kau sangat berubah?!" timpal Lova histeris. Matanya menampakkan binar getir.


Jaden terdiam seribu bahasa. Pertanyaan Lova itu membuatnya berpikir. Terutama mengenai bagaimana perasaannya terhadap Lova. Dia tidak tahu kapan perasaan khusus tersebut muncul. Namun jantung Jaden selalu tidak terkendali saat berada di hadapan Lova.


"Aku tidak ingin melihatmu pergi bersama Pangeran Nathan!" ungkap Jaden. Ia sebenarnya sangat ingin menyatakan perasaannya kepada Lova. Tetapi entah kenapa Jaden tidak sanggup. Menjadi orang yang emosional terasa bukanlah dirinya.


"Kenapa?" Lova menuntut jawaban.


Jaden membisu. Dia segera mengganti pakaian. Lalu beranjak meninggalkan Lova begitu saja.


"Jade!" panggil Lova seraya melajukan langkahnya. Berusaha mengejar Jaden. Akan tetapi lelaki tersebut terlanjur pergi melalui pintu keluar. Lova otomatis tidak bisa mengejar. Mengingat Courtney dan dua anak buah Jaden masih berjaga sambil memegang senapan.


Lova mendengus kasar. Dia berjalan menjauh dari pintu keluar. Kali ini Lova tidak mau meratapi nasibnya. Sekarang dia akan turun tangan untuk menemukan cara keluar dari tempat rahasia Jaden.


Lova masuk ke beberapa ruangan. Dia ingin mencari sejenis benda yang dapat memberinya petunjuk menemukan jalan keluar.


Tiga jam lebih terlewat. Lova belum menemukan apapun. Di akhir gadis itu kelelahan dan memutuskan beristirahat di sofa panjang ruang latihan. Tanpa sadar, Lova tertidur di sana.

__ADS_1


Hari demi hari berlalu. Jaden masih tidak membiarkan Lova pergi. Namun tanpa sepengetahuan Jaden, Lova sudah berhasil menemukan peta bangunan bawah tanah. Dengan begitu, gadis tersebut sudah memiliki kemajuan terhadap rencana pelariannya.


Di sisi lain. Tepatnya di luar dari tempat rahasia Jaden. Keadaan kerajaan Axenia menjadi runyam karena dipimpin oleh Titan. Banyak rakyat yang mengalami krisis karena harus membayar pajak. Titan berkuasa atas dasar kemauannya. Dia bahkan tidak memperlakukan Puteri Alana dengan baik. Padahal gadis itu sudah resmi menjadi istrinya.


Finn yang merupakan salah satu orang terdekat Titan, bekerjasama untuk membangun kerajaan Axenia yang baru. Menjadi kerajaan yang maju dan canggih. Finn yang bertugas turun ke lapangan, sama sekali tidak berbelas kasih untuk menggusur rumah-rumah rakyat miskin.


Sementara Nathan, dia menjadi orang yang paling dibenci oleh para anggota kerajaan. Semua itu karena skandal hubungan Nathan dengan Lova. Padahal pada kenyataannya, lelaki tersebut menjadi orang yang sering membantu rakyat.


Nathan membantu rakyat Axenia yang kurang mampu dengan menggunakan hartanya sendiri. Dia bahkan terkadang hanya makan satu kali sehari karena terlalu sibuk mengurus rakyat di lapangan.


Meski terlihat lelah, Nathan menikmati yang dirinya lakukan. Sebab dia melakukan itu sambil berusaha mencari Lova.


Nathan sudah beberapa kali datang ke Eden Night. Berharap Jaden dan Madam Jessy memberikan kabar baik. Namun Jaden sepertinya sengaja membohongi Nathan kalau Lova belum ditemukan.


Kini Nathan duduk termangu di pinggiran air pancuran taman. Dia mengusap kasar wajahnya. Jujur saja, satu-satunya orang yang sering membantu Nathan adalah Alana. Istri dari raja yang sekarang berkuasa. Nathan dan Alana menjadi sahabat dekat karena memiliki pemikiran yang sama mengenai pembangunan kerajaan Axenia. Keduanya sama-sama mementingkan kehidupan rakyat dibanding pembangunan.


Alana berjalan menghampiri Nathan. Dia duduk ke sebelah lelaki yang telah menjadi adik iparnya tersebut. Alana menyodorkan segelas kopi hangat.


"Terima kasih." Nathan menyambut kopi pemberian Alana.


"Bagaimana? Apa kau sudah menemukannya?" tanya Alana. Dia tentu sudah mengetahui perihal Lova. Mengingat hubungan Nathan dan Lova sudah menjadi rahasia umum.


Nathan menggeleng lemah. Raut wajahnya terlihat sangat lesu. Sungguh, Nathan sangat merindukan Lova lebih dari apapun.


"Apa setelah ini kau akan pergi ke Eden Night lagi?" Alana bertanya sembari menengadah untuk menatap langit.


"Iya. Aku masih belum menyerah. Entah kenapa aku merasa harus menemukan Lova. Seolah ada sesuatu yang menimpa dirinya," sahut Nathan dengan kening yang mengernyit samar.


"Boleh aku ikut denganmu ke Eden Night? Mungkin aku bisa membantu," kata Alana mengusulkan.

__ADS_1


Nathan langsung menggeleng. "Tidak! Aku tidak akan membiarkan seorang ratu menginjakkan kaki ke Eden Night. Tempat itu tidak pantas untukmu," tolaknya tegas.


"Lalu kau? Bukankah kau juga anggota kerajaan sepertiku?"


"Semua orang sudah tahu aku sering mengunjungi Eden Night. Aku juga takut Titan akan salah paham." Nathan berdiri. Dia sedikit membungkukkan badan ke arah Alana. Berpamitan dengan cara sopan.


"Ya sudah. Berhati-hatilah, Nate. Aku harap kau bisa bertemu dengan kekasihmu itu," ujar Alana tulus. Membiarkan Nathan beranjak meninggalkannya.


Nathan segera pergi ke Eden Night. Seperti biasa, dia ditemani oleh dua pengawalnya.


Saat tiba di tempat tujuan, Nathan tidak langsung masuk ke Eden Night. Karena atensinya terfokus ke arah Jaden yang baru saja keluar melalui pintu.


Jaden terlihat tergesak-gesak. Mimik wajahnya juga tampak cemberut.


Nathan yang menyaksikan merasa curiga. Ia dan dua pengawalnya memutuskan kembali masuk ke mobil. Mengamati Jaden dari dalam sana agar tidak ketahuan.


Mobil Jaden melaju cepat masuk ke jalanan raya. Saat itulah Nathan menyuruh Ronald untuk mengikuti.


"Aku penasaran Jade akan pergi kemana. Dia sepertinya ingin mengurus sesuatu yang penting," imbuh Nathan. Perhatiannya tidak terlepas dari mobil Jaden yang melaju.


Di waktu yang sama, Lova sebenarnya sedang membuat ulah. Dia berhasil menemukan jalan keluar. Kebetulan peta yang ditemukan Lova menuntunnya untuk menemukan jalan lain selain menaiki lift. Yaitu sebuah ventilasi yang mengarah keluar dari bawah tanah.


Kini Lova tengah berada di dalam ventilasi. Dia terpaksa berjalan merangkak karena ruang ventilasi terbilang kecil.


Dengan menghilangnya Lova, semua bawahan Jaden sontak panik. Mereka sedang berpencar ke seluruh ruangan untuk mencari Lova. Itulah alasan kenapa Jaden datang dalam keadaan tergesak-gesak.


Sebelum masuk ke ruang bawah tanah, Jaden berpikir terlebih dahulu. Dia mencoba mengingat peta bangunan tempat rahasianya. Sebab Jaden yakin, Lova pasti menemukan jalan keluar lain.


Jaden merenung. Sampai bola matanya tidak sengaja melihat ventilasi yang ada di atas kepala. Saat itulah dia teringat kalau ventilasi yang ada di ruang bawah tanah mengarah keluar.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang, Jaden berbalik arah keluar dari gedung. Dia menghampiri ujung ventilasi yang berada di belakang gedung. Jaden akan menunggu Lova keluar dari sana.


__ADS_2