Menjadi Wanita Penghibur Di Dunia Novel

Menjadi Wanita Penghibur Di Dunia Novel
Bab 32 - The Fool


__ADS_3

...༻⑅༺...


Mentari cerah menyapa dari ufuk timur. Menerangi hamparan tanah yang tertutupi oleh salju. Lova baru saja terbangun dari tidur. Ia segera bersiap untuk berangkat ke suatu tempat yang dijanjikan Jaden.


Meskipun begitu, Lova berniat ingin menemui Nathan terlebih dahulu. Kini dia dan Jaden sudah berada di kereta.


"Kita lebih baik ke tempat rahasiaku terlebih dahulu. Baru menemui Nathan," celetuk Jaden. Membuat kening Lova mengernyit samar.


"Kenapa begitu?" Lova menyelidik.


"Aku hanya berjaga-jaga. Kusarankan kau agar bertemu Pangeran di tempat rahasiaku saja. Itu demi keamanan kalian berdua," usul Jaden serius.


Lova mendengus kasar. Ia berpikir ucapan Jaden ada benarnya. Sebab sekarang dirinya dan Nathan sedang menjadi pusat perhatian publik. Masalah mungkin akan bertambah jika Lova dan Nathan bertemu di sembarang tempat. Apalagi di tempat umum.


Tak lama kemudian kereta tiba di tempat tujuan. Jaden membawa Lova ke tempat yang cukup jauh dari pusat kerajaan Axenia. Tepatnya ke sebuah gedung yang tampak terbengkalai.


"Apakah ini tempatnya?" Lova merasa heran. Gedung yang didatanginya dan Jaden tampak kotor dan tidak dirawat. "Ini memang terkesan seperti tempat rahasia. Tapi terlihat mengerikan," komentarnya sambil berhenti melangkah. Lova merasa enggan masuk ke gedung kotor dan tampak angker itu.


"Ayolah! Apa yang kau lihat sekarang hanyalah luarnya saja. Kau akan terkejut jika melihat ke dalam," imbuh Jaden percaya diri. Menyunggingkan senyuman meyakinkan.


"Oke. Aku akan mempercayaimu. Tapi kalau ada apa-apa, aku tidak akan segan memakai pistolmu!" ancam Lova. Dia lantas berjalan mengekori Jaden.


Dengan perasaan ragu, Lova masuk semakin dalam ke gedung. Dia dan Jaden memasuki pintu menuju ruang bawah tanah. Di sana terdapat banyak sekali barang bekas bangunan.


Namun ada satu hal yang menarik perhatian. Yaitu sebuah lift dengan lampu penerang berwarna kemerahan.


"Ayo!" ajak Jaden. Dia menekan tombol lift. Ketika pintu lift terbuka, Jaden dan Lova masuk bersama.


Lova merasakan lift turun ke bawah cukup lama. Dahinya berkerut dalam. Penasaran dirinya akan dibawa kemana.


"Tuan Jade, aku..."


Ting!


Perkataan Lova terhenti saat lift tiba-tiba terbuka. Penglihatannya disambut dengan tempat yang begitu mewah dan canggih. Tempat tersebut dihiasi dengan nuansa putih dan tiang yang terbuat dari baja. Lova merasa tempat yang didatanginya sekarang seperti suasana dalam film sci-fi.

__ADS_1


"Ini tempat rahasiamu? Kau ini sebenarnya siapa, Tuan Jade?" tanya Lova.


"Yang jelas aku bukan orang baik," jawab Jaden.


"Ya, itu memang benar." Lova mengangguk setuju. Walaupun begitu, dia memilih tetap mempercayai Jaden.


"Anak buahku ada di ruang latihan. Di sana kau bisa berlatih bela diri dan memakai senjata," ujar Jaden seraya menunjukkan jalan untuk Lova. Dia membuka pintu ruang latihan. Saat itulah seluruh anak buah Jaden menatap ke arah Jaden dan Lova.


"Kenalkan semuanya. Dia adalah Lova! Orang yang sangat istimewa bagiku. Jika ada yang mencoba mengganggunya, maka dia harus menyerahkan organ tubuhnya untukku!" ungkap Jaden memberitahu.


Lova langsung menyenggol dengan siku. Menurutnya ucapan Jaden terlalu kejam.


"Kau tidak perlu mengancam sampai begitu," bisik Lova. Memberikan teguran. Akan tetapi Jaden tak hirau.


Semenjak itu Lova tinggal di tempat rahasia Jaden yang bernama Dirty Knight. Dia mencoba menemukan teman baru di sana. Sambil menunggu kedatangan Nathan.


Dua hari terlewat. Kini Lova tengah sibuk berlatih menembak bersama Courtney. Wanita tomboy yang memiliki rambut pendek bak seorang lelaki.


"Kau sepertinya sangat dekat dengan Tuan Jade," ucap Courtney.


"Tidak juga. Kami hanya berteman," sahut Lova. Dia segera menarik pelatuk pistol. Lalu menembakkan peluru ke papan sasaran.


Lova tergelak.Dia tidak mempercayai asumsi yang disebutkan Courtney. "Tuan Jade tidak akan bisa memiliki perasaan itu kepada siapapun. Aku sangat yakin!"


"Ya. Aku juga sempat berpikir begitu. Tapi sikapnya sangat berbeda saat bersamamu. Dia sering tersenyum dan tertawa."


"Itu karena dia memang gemar mempermainkanku." Lova membantah tegas.


Courtney lantas mengalah. Dia beranjak lebih dulu keluar dari ruang latihan.


Dor!


Lova kembali menembakkan peluru ke papan sasaran. Selama dua hari terakhir dia memang rutin belajar menggunakan senjata api. Lova berusaha mengalahkan rasa rakutnya terhadap senjata tersebut.


Kala melepaskan peluru terakhir, Lova menyaksikan sebuah kartu tarot perlahan muncul di papan sasaran. Tanpa pikir panjang, gadis itu langsung mengambil kartu tarot bergambar sepasang lelaki dan wanita tersebut. Dalam kartu tarot sendiri kartu itu seringkali disebut dengan The Lovers.

__ADS_1


Karena memakai celana jeans, Lova menyimpan kartu tarot ke saku. Dia lega karena tidak perlu menyimpan kartu ke dalam bra lagi.


Lova menghela nafas kasar. Dia melangkah menuju pintu keluar. Namun dirinya dikejutkan dengan kemunculan Defney. Wanita tua itu selalu datang dengan menggunakan jubah bertudung hitamnya.


"Astaga! Kau sepertinya sangat gemar membuatku jantungan," protes Lova sembari mengelus dada.


"Kau sepertinya sudah menemukan kartu ketiga. Maka jelas aku akan segera muncul di hadapanmu. Sekarang pilih di antara tiga kartu itu," kata Defney sambil membuka tudung jubahnya.


Lova merogoh saku celana. Dia mengeluarkan tiga kartu tarot yang sudah dikumpulkan. Pertama ada kartu The Fool, kedua The Devil, dan ketiga ada The Lovers.


Lova mengamati baik-baik ketiga kartu tarot. Dia hanya bermodalkan insting dan melakukan perkiraan dengan melihat gambar kartu. Dari ketiga kartu yang ada, entah kenapa dia merasa penasaran dengan kartu bergambar seorang lelaki yang melamun.


"Aku memilih ini!" Lova memutuskan ingin mengetahui makna kartu The Fool. Kartu yang menarik perhatiannya dibanding dua kartu lainnya.


"Kau yakin?" Defney memastikan.


"Aku kali ini tidak akan ragu lagi." Lova menyahut dengan sangat yakin


Defney memberitahukan makna kartu The Fool. Nenek itu menyebutkan bahwa ada orang yang harus diwaspadai Lova.


"Kemungkinan orang ini adalah yang paling berbahaya bagimu. The Fool sendiri artinya kebodohan. Kau mungkin akan dibodohi oleh seseorang dalam waktu dekat. Dan apa yang terjadi nanti, juga memiliki dampak besar untuk alur cerita," jelas Defney.


Lova terdiam seribu bahasa. Ia tertunduk sembari berpikir. Dia memikirkan orang yang kemungkinan akan membodohinya. Tetapi Lova tidak berhasil menduga siapapun. Sebab sekarang dirinya merasa mempunyai orang yang tepat untuk dipercaya.


"Sepertinya makna kartu tarot itu tidak benar. Karena aku..." Lova tidak jadi bicara ketika melihat Defney sudah menghilang. Alhasil dia hanya bisa mengangkat kedua bahu. Lalu beranjak keluar ruangan.


Dalam perjalanan menuju kamar, Lova bertemu dengan Jaden. Lelaki itu mengajak Lova untuk makan malam.


Lova setuju saja. Mengingat dia memang sedang dalam keadaan lapar. Jaden mengajak Lova untuk makan bersama di kamar.


"Kapan Pangeran Nathan akan menemuiku ke sini? Apa kau sudah bertemu dengannya?" tanya Lova sembari mengunyah burger.


"Sebentar lagi." Jaden menjawab singkat. Sebenarnya itu bukan pertama kalinya dia menjawab begitu. Tetapi sudah yang ketiga kalinya.


Lova memicingkan mata. Entah kenapa dia mulai curiga. Makna kartu tarot tadi otomatis dia kaitkan dengan sikap aneh Jaden sekarang.

__ADS_1


"Sepertinya aku bisa menemui Pangeran Nathan sendirian!" imbuh Lova sambil berdiri. Ia baru menghabiskan makanannya. Lova juga tidak lupa meminum segelas minuman segar pemberian Jaden sampai tandas. "Aku akan bersiap!" sambung Lova. Kemudian beranjak menuju pintu.


Tanpa disangka, Jaden menarik tangan Lova. Lalu menjauhkan gadis itu dari pintu. Dengan cepat Jaden mengunci pintunya.


__ADS_2