Menjadi Wanita Penghibur Di Dunia Novel

Menjadi Wanita Penghibur Di Dunia Novel
Bab 45 - Kekacauan


__ADS_3

...༻⑅༺...


"Kau!" Titan tentu geram melihat kedatangan Lova. Di tambah, gadis itu tidak kelihatan takut sama sekali.


"Lepaskan Jade! Dia tidak bersalah. Kaulah yang bersalah!" tukas Lova seraya mengarahkan jari telunjuk pada Titan.


Melihat Lova bertindak tidak sopan, Titan tentu marah. Matanya melotot tajam. Dia menyuruh pengawal untuk membawa Lova agar bisa digantung bersama Jaden.


"Lova! Apa yang kau lakukan?!" timpal Jaden dengan suara seraknya. Dia menatap nanar Lova. Jaden tentu tidak rela menyaksikan Lova dihukum mati bersamanya.


"Tenanglah, Jade. Aku punya rencana!" sahut Lova. Dia sudah dibawa ke sebelah Jaden. Menunggu pengawal membuatkan tali gantung untuknya.


Lova menoleh ke arah rakyat Axenia yang ada di luar gerbang. Setelah dipikir-pikir jumlah rakyat Axenia jelas lebih banyak dibanding pengawal kerajaan. Lova merasa bisa memanfaatkan hal itu untuk melawan Titan.


"Inikah yang kalian inginkan untuk Axenia?! Membiarkan orang seperti Raja Titan untuk memimpin?!" cetus Lova dengan nada lantang. Sehingga suaranya dapat didengar semua orang. Termasuk Titan.


"Tidak!"


"Tentu saja tidak!"


Rakyat Axenia langsung menyahut. Mereka mengelukan kata tidak berulang kali.


"Yang aku lakukan dengan Jade hanyalah ingin menolong Pangeran Nathan! Orang yang harusnya menjadi raja! Tapi Raja Titan dengan teganya menyusun kecelakaan berencana untuk Pangeran Nathan. Dia bahkan terus meracuni Pangeran Nathan saat koma!" pekik Lova.

__ADS_1


Semua orang yang mendengar, saling berbisik. Mereka sepertinya mempercayai apa yang dikatakan Lova.


Sementara Titan, dia mengepalkan tinju di kedua tangan. Dia menyuruh pengawal untuk secepatnya melakukan eksekusi.


"Kau menyebutkan omong kosong! Cepat gantung dia!" bantah Titan geram.


Lova justru membalas dengan seringai. Sebab dia yakin, sebagian besar orang berpihak kepadanya sekarang.


"Aku tidak butuh bukti untuk menyatakan bahwa Raja Titan adalah raja yang buruk untuk Axenia. Karena aku yakin, apa yang sudah menimpa kepada rakyat kecil kita di sini pasti tahu bagaimana kejahatan Raja Titan!" Lova kembali berujar. Pernyataannya kali ini berhasil membuat orang-orang sependapat. Bahkan para anggota kerajaan sendiri.


"Jika dia tega menyiksa adik kandungnya sendiri, apalagi rakyatnya. Jelas Raja Titan bukanlah raja yang pantas untuk Axenia!" kata Lova.


Titan sangat geram. Dia mendesak seluruh pengawal kerajaan untuk menghukum Lova. Akan tetapi Alana tiba-tiba berdiri ke hadapan Lova. Menandakan bahwa dirinya melawan perintah Titan.


"Istriku? Apa yang kau lakukan? Apa kau lebih membela wanita hina itu?!" timpal Titan yang merasa tak percaya.


Para anggota kerajaan terlihat saling berdiskusi. Ada juga yang tertunduk seolah tidak bisa menyangkal.


Richard selaku perwakilan anggota kerajaan, maju ke depan. Lalu menatap Titan.


"Kami selaku anggota penting kerajaan, setuju dengan pernyataan Ratu Alana. Tapi masalahnya hanya satu, jika Titan lengser dari tahtanya, maka siapa yang akan menjadi raja?" ucap Richard dengan dahi berkerut.


Mendengar perlawanan dari semua orang, Titan segera angkat suara. "Tunggu dulu. Apa kalian langsung mempercayai wanita hina itu lagi? Dia bukan siapa-siapa?! Aku bahkan tidak tahu apakah dia benar-benar rakyat Axenia atau bukan?!" ungkapnya. Titan sudah terlampau membenci Lova. Diam-diam tangannya mengambil senapan yang dipegang oleh pengawal di sampingnya.

__ADS_1


"Dia memang wanita biasa, Titan. Tapi dia satu-satunya orang yang berani bertindak untuk melawanmu. Dan dia tidak sendiri!" pekik Alana yang langsung disambut oleh seruan rakyat Axenia.


"Aaaargghhh!!! Kalian tidak sepantasnya begini kepada raja kalian!" geram Titan. Dia langsung menembakkan peluru ke arah Lova. Tidak berhenti di situ saja, dia mengarahkan senjatanya ke semua orang dengan acak. Hingga beberapa orang langsung tumbang. Termasuk Lova sendiri.


Dor!


Dor!


Dor!


Semua orang berteriak dan reflek menunduk. Para pengawal segera memegangi Titan. Kemudian mengambil senapan yang ada di tangan lelaki itu.


"Lovaaa!!!" Jaden berteriak saat melihat Lova ambruk. Dia tidak sempat menangkap Lova. Gadis itu terlanjur terjatuh ke tanah.


Jaden menggunakan tenaga yang tersisa untuk menghampiri Lova. Memastikan gadis tersebut baik-baik saja.


"Tidak! Lova, bangunlah! Lova!" Jaden mengguncang tubuh Lova. Namun gadis itu tidak kunjung sadar. Hanya ada noda darah yang mulai merembes dari luka tembaknya.


Keadaan sempat kacau karena kegilaan Titan. Lelaki tersebut segera diamankan. Setelah kejadian itu, semua orang semakin yakin bahwa Titan pantas turun dari tahta.


Di sisi lain, tepatnya di sebuah kamar yang ada pada ruang bawah tanah. Nathan terlihat masih terbaring lemah. Tanpa diduga, jari-jemarinya bergerak. Di ikuti oleh bagian matanya.


Tiga detik kemudian, mata Nathan terbuka lebar.

__ADS_1


...TAMAT...


...TAPI BOHONG 😂...


__ADS_2